5 Alasan Saya Menyukai Tere Liye

Heihei saya sedang sedih. Karena review buku saya menurun huhu. Sepertinya memang tidak akan sebanyak tahun kemarin 😦 Karena baca bukunya pun sudah berkurang 😦 Jadi untuk mengobati sedih saya, kali ini saya mau ngobrolin tentang seorang penulis. Saya jadi kepikiran, mungkin bagus juga kalau dijadiin rubrik di blog ini biar ga lumutanlah. Tapi nantilah ya saya pikirkan lagi 😀

Nyaris semua orang pasti sudah tahu beliau. Apalagi yang aktif di Facebook. Beliau memang sangat aktif di sana. Tapi bukan karena itu banyak yang tahu beliau. Melainkan karena buku-buku yang ditulis dan diterbitkannya nyaris selalu mencapai best seller! Bahkan saya sendiri ragu, apakah ada bukunya yang tidak best seller. Hmm. Teman-teman pasti sudah bisa menebak beliau ya. Yap. Beliaulah Tere Liye. Dan beliau merupakan salah satu penulis buku favorit saya.

Photo0111
dok. pribadi saat Bedah buku di Senayan. Cuma saya lupa buku apa 😀

Bahkan di blog ini pun mungkin didominasi oleh review buku-buku beliau. Lantas apa sih yang membuat saya begitu menyukai beliau? Mungkinkah karena beliau pernah mengajak saya nulis bareng? Hehe nggaklah. Tapi karena alasan-alasan di bawah ini nih:

1. Tulisan beliau selalu mengandung nasihat yang bermanfaat

Salah satu yang jadi faktor saya untuk beli buku adalah karena saya menginginkan manfaat yang bisa saya dapat dari buku tersebut. Mungkin ini sebabnya juga saya lebih menyukai buku-buku non fiksi ketimbang fiksi yang didominasi novel. Ets, tapi saya tidak bilang kalau semua novel tidak bermanfaat ya. Ini hanya masalah sudut pandang dan selera saja 🙂 Berbeda sejak awal saya mengenal Tere Liye lewat fanpagenya di facebook. Saat pertama membaca tulisannya, entah kenapa saya langsung merasa klop. Dan mencari tahu info tentang beliau. Saat saya tahu beliau merupakan seorang penulis buku, saat itu juga saya langsung tertarik untuk membeli bukunya. FYI, saat saya tertarik dengan tulisan seseorang, kemudian orang itu menulis buku, maka bisa dipastikan saya akan membeli bukunya juga 🙂 Seperti Teh Langit Amaravati dan Fahd Pahdepie serta Azhar Nurun Ala 🙂

Kembali lagi ke Tere Liye. Saat saya membaca novel-novelnya, maka yang selalu saya rasakan, saya selalu mendapat hal-hal baru dan kalimat-kalimat bermanfaat. Makanya, semua buku beliau pasti penuh coretan stabilo karena memang banyak sekali kalimat-kalimat yang tersirat memberi nasihat yang bermanfaat.

Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk. (hlm. 26)

Kehidupan ini tak selalu memberikan kita pilihan terbaik. Terkadang yang tersisa hanya pilihan-pilihan berikutnya. Orang yang bahagia selalu berpegangan pada pilihan kedua yang terbaik, selalu berpegangan pada pilihan kedua yang terbaik… Melupakan pertama yang tak pernah bisa kau capai.. (hlm. 87-88)

Buku Berjuta Rasanya

2. Menulis dengan fakta

Terutama tulisan-tulisannya di fanpage facebook. Beliau seperti tidak pernah ketinggalan berita masa kini. Yang lebih menarik adalah, semua hal yang beliau tulis selalu berdasarkan fakta. Contoh saja tulisannya tentang masalah rokok. Saya kutip sebagian saja ya.

Apakah cukai rokok naik, maka buruh pabrik rokok akan dipecat? Jawabannya, bisa iya, bisa tidak. Tapi yang pasti, tanpa kenaikan cukai rokok, buruh pabrik rokok memang sudah dipecatin. Tahun 2014, Sampoerna mem-PHK 4.900 buruhnya, Bentoel menutup 8 pabriknya (dari 11, sisa 3), juga mem PHK ribuan karyawan, Gudang Garam mem-PHK 4.000 lebih buruhnya. Belum terhitung pabrik2 lainnya. Perusahaan beralih ke mesin. Yang tidak perlu digaji tiap bulan, yang produktivitasnya tinggi, yang cepat dan efisien. Itu fakta semua, loh. Perusahaan rokok peduli sama buruh? Hehe, kalian naif jika percaya 100%. Di mana2, bisnis adalah bisnis. Dulu, klaim tentang 6 juta tenaga kerja bekerja di industri rokok mungkin masuk akal, tapi please, silahkan buka data terbaru, berapa persen yg telah di PHK dan digantikan oleh mesin?

Apakah cukai rokok naik, maka petani tembakau akan kehilangan pekerjaan? Jawabannya, bisa iya, bisa juga tidak. Tapi yang pasti, tanpa kenaikan cukai rokok, petani tembakau Indonesia memang perlahan tapi pasti telah tersingkir. Tahun 2011, menurut data dari Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), impor tembakau Indonesia hanya 64,8 ribu ton. Setahun kemudian, 2012, nilainya melesat tidak terkendali 104,4 ribu ton. Dan naik lagi tahun 2013, sebesar 133,8 ribu ton. Kebutuhan industri tembakau Indonesia itu ada di angka 250rb ton per tahun, itu berarti, separuh lebih tembakau diimpor dari luar negeri. Bisnis adalah bisnis, jika tembakau luar negeri lebih murah, ngapain pabrik rokok harus beli tembakau petani Indonesia?

Yap. Seperti itulah. Saya yakin sekali, orang seperti beliau pasti rajin baca berita. Dan sebelum menulis, sudah barang tentu beliau akan selalu riset. Hal ini sama saja seperti tulisannya di novel. Salah satunya di novel Rindu. Dari mana beliau bisa menulis bahwa dulu orang-orang pergi haji naik kapal laut dan baru sampai di Mekkah setelah berbulan-bulan perjalanan kalau bukan karena beliau baca dan riset? Tidak semua penulis mau mengangkat isu-isu terkini. Tapi berbeda dengan beliau yang selalu bisa mengambil hikmah dari isu yang sedang hangat dengan caranya yang elegan 🙂

3. Penuh dengan kalimat filosofi

Hal lain yang saya suka dari sebuah buku adalah penuhnya kalimat-kalimat filosofi. Dan Tere Liye selalu memberikan itu 🙂

Luka fisik dengan cepat sembuh, sedangkan pemahaman baik atas setiap kejadian akan selalu menetap. (hlm 53) – Rindu

Hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa dan pada jam ke berapa, kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang kita lalui. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat terduduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan. Satu-dua keputusan itu membuat kita bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan. (hlm. 262) – Pulang

So, nasihat yang selalu dia berikan kadang beliau selipkan di kalimat-kalimat filosofis tersebut. Itu sebabnya di awal tadi saya bilang tersirat. Karena memang perlu kejelian untuk memahami kalimatnya yang sebenarnya bermanfaat.

4. Punya pendirian kuat

Tere Liye selalu percaya pada tulisannya sendiri. Tidak peduli ada orang yang tidak suka, beliau tetap yakin dengan tulisannya. Ambil saja contoh kalimat dari fakta merokok tadi.

Tetapi lewat tulisan ini, ijinkanlah sy berterus-terang: Sy tidak peduli kalian mau terus merokok atau berhenti (bahkan i dont care kalian mau mati atau sehat gara2 rokok). Yg saya peduli, di page ini, 2/3 anggotanya adalah remaja, merekalah tujuan sy menulis. Saat mereka memikirkan tulisan ini, akan lahir jutaan generasi baru yg tahu persis jika merokok itu tidak bikin jantan, macho, cowboy, dsbgnya, merokok itu justeru bikin impoten. Jadi tidak perlu GR ngamuk2 nulis komen marah, tulisan ini bukan untuk kalian.

🙂

Makanya jadi banyak orang yang tidak suka karena beliau tidak sekali dua kali memblokir orang-orang yang mengajaknya berdebat karena tulisannya hehe.

5. Punya tujuan

Walaupun saya tahu setiap penulis pada dasarnya memang punya tujuan. Saya pernah mengikuti beberapa bincang buku Tere Liye. Setiap di bincang tersebut, beliau selalu bilang, tujuannya menulis adalah untuk memberi manfaat pada banyak orang. Yang menarik dari beliau adalah, sekalipun beliau selalu menuliskan novel fiksi, beliau selalu bilang jangan mempercayai tulisannya. Karena itu semua hanya fiksi. Mungkin maksud beliau, yang penting pembaca bisa ambil pesan di setiap novelnya ya 🙂

Dan beliau juga tidak pernah memaksa pendapatnya untuk setiap tulisan beliau termasuk novel-novelnya. Sebab menurut beliau, pembaca bisa menyimpulkan sendiri tulisannya. Karena menurut beliau lagi, tugas penulis sudah usai ketika ia selesai menulis. Selebihnya, terserah pembaca.

Yap. Lima alasan itulah yang membuat saya menyukai Tere Liye bahkan hingga saat ini. Dan ke depannya, saya tetap ingin membeli buku-buku beliau. Ya asal bukunya tetap menarik di hati saja hehe.

So, penulis favoritmu siapa? Share dong ^^

Iklan

One thought on “5 Alasan Saya Menyukai Tere Liye

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s