Totto-chan's Children

Totto-chan’s Children: Perjalanan Menjadi Teman untuk Anak-anak

Judul: Totto-chan’s Children
Penulis: Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 328 hlm.
ISBN: 978-979-22-5998-8

Kalau ditanya penulis favorit, kayaknya sekarang saya mau ngomong Totto-chan deh. Alias Tetsuko Kuroyanagi. Dari awal baca bukunya yang Gadis Cilik di Jendela, saya sudah jatuh sekali dengan tulisan Totto-chan. Makanya waktu ada yang nawarin buku Totto-chan’s Children dijual, saya langsung pengen punya. Karena saya yakin isinya pasti nggak akan kalah seru.

Dan benar saja, buku ini sukses bikin saya tersentuh, pengen nangis sejak halaman pertama 😭

Sinopsis buku

“Miss Kuroyanagi, saat Anda kembali ke Jepang, ada satu hal yang saya ingin Anda ingat: orang dewasa meninggal sambil mengerang, mengeluhkan rasa sakit mereka, tapi anak-anak hanya diam. Mereka mati dalam kebisuan, di bawah daun-daun pisang, memercayai kita, orang-orang dewasa.” (hlm. 30)

Totto-chan sekarang sudah bukan anak-anak lagi. Ia sudah dewasa. Kini ia menjadi artis terkenal yang punya banyak penggemar. Karena bukunya yang populer di negara mana pun, Totto-chan dipercaya menjadi duta UNICEF. Dalam tugasnya, ia melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk melihat dan membantu anak-anak.

Tanzania, Nigeria, India, Mozambik, Kamboja dan Vietnam, Angola, Banglades, Irak, Etiopia, Sudan, Rwanda, Haiti, Bosnia-Herzegovina adalah keempat belas negara yang dikunjungi Totto-chan.

Dalam negara-negara tersebut, anak-anak menderita kemiskinan yang cukup parah. Terlahir dengan berat badan yang kurang, terpisah dari orang tuanya hingga harus mengurus diri sendiri. Berat badan yang sangat kurang hingga badan terasa hanya tinggal rangka berjalan. Dan mental yang terluka akibat pengalaman perang di bulan dan tahun-tahun sebelumnya. Sebagian ada yang ditinggal orang tuanya karena orang tuanya gila akibat kesulitan hidup mereka.

Dalam perjalanannya Totto-chan melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana semua anak perlu dirangkul. Bahkan tak jarang ada anak yang harus meregang nyawa karena terlambat ditolong. Kurangnya asupan makanan, tidak adanya vaksinasi. Kebayang anak yang katanya kurus kering bagai rangka. Melihat fotonya saja saya nggak tega. Bahkan ada bayi juga 😭 Dan nggak kebayang gimana mereka ada yang dibantai, dipenggal kepalanya hidup-hidup, dipotong tangan dan kakinya 😭 Duh, Allah betapa kemiskinan dan perang telah melukai banyak orang termasuk anak-anak 😭

Saat itu, 85 persen anak-anak di planet ini tidak memiliki air yang layak diminum. Mereka juga kekurangan gizi dan tidak bisa mendapatkan vaksinasi. Karena harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga, anak-anak ini tidak bisa belajar sekalipun mereka sangat menginginkannya. Mau tak mau anak-anak terlibat dalam perang saudara dan banyak di antara mereka menjadi yatim piatu. Dan di tengah semua kondisi itu, mereka berusaha mati-matian untuk bertahan hidup. (hlm. 232-233)

Totto-chan yang lembut hatinya

Tak terbayang sulitnya kehidupan pada masa itu. Apakah mereka sekarang masih ada? 😢 Buku ini sendiri dibuat pada tahun 1997. Cukup tua memang. Perjalanan yang dilakukan pun sudah sejak tahun 1984 yang dimulai dari Tanzania sampai 1996 di Bosnia-Herzegovina. Ya, 13 tahun Totto-chan melakukan kunjungan ke berbagai negara.

Buku perjalanan ini mengingatkan saya pada buku The Geography of Bliss. Bedanya di sini Totto-chan sebagai duta kemanusiaan UNICEF. Dan dia mengelilingi beberapa negara karena peduli pada anak-anak.

Totto-chan ini lembut banget hatinya ya. Beberapa kali dia sedih dan nangis karena melihat anak-anak yang terlantar. Andai dia bisa membawa semua anak itu, mungkin akan dia bawa semua ke negara asalnya di Jepang.

Kelebihan buku

Buku ini ditulis menggunakan sudut pandang orang pertama, Totto-chan sendiri. Terjemahannya pun bagus sekali. Mudah dipahami.

Saya suka sekali dengan cover putihnya. Ah Totto Chan selalu identik dengan putih. Suci. Kebersihan. Buku ini juga dilengkapi dengan foto anak-anak pada saat Totto-chan berkunjung.

Anak-anak juga ingin menjadi teman kita

Yang jelas, buku ini membuat saya belajar bersyukur sekali pada kehidupan kita yang serba enak dan mudah. Anak-anak dalam buku ini, bahkan untuk minum air saja harus berjalan minimal 4,8 km – 16 km 😭 Semoga keadaan sekarang lebih baik. Aamiin.

“Perjalanan 4,8 km kilometer tidak terlalu jauh. Sebagian orang harus berjalan sejauh 14-16 kilometer. Mereka beruntung bisa mendapatkan air, kalau tidak mereka takkan bertahan hidup.” (hlm. 37)

Dari hasil kunjungan Totto-chan yang juga disiarkan di TV Jepang kala itu, UNICEF berhasil mendapatkan donasi dari banyak orang. Yang hasilnya akan digunakan untuk pembangunan negara, terutama untuk membantu kesejahteraan anak-anak.

Masya Allah. Sungguh buku yang tak kalah hebat dari buku Totto-chan sebelumnya. Buku yang akan membuat kita punya sudut pandang lain tentang cara bersyukur. Dari pengalaman anak-anak yang harus menanggung resiko akibat ‘ulah’ orang dewasa yang melakukan perang. Dari bagaimana sucinya anak-anak yang tak kenal apa itu musuh karena menganggap semua teman. Ah, pokoknya salah satu buku terbaik yang sudah saya baca di tahun 2019 ini.

Setiap orang butuh sahabat, teman untuk tertawa.
Anak-anak yang kelaparan pun ingin jadi temanmu.
Itulah yang ingin kusampaikan padamu. (hlm. 302)

One thought on “Totto-chan’s Children: Perjalanan Menjadi Teman untuk Anak-anak

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.