diary gamophobia

Blog Tour + Giveaway: Diary Gamophobia: Masa Lalu dan Gamophobia

Judul: Diary Gamophobia
Penulis: Liana Safitri
Penerbit: Laksana
Jumlah Halaman: 256 hlm.
ISBN: 978-602-407-518-7

Kalau cerita masa lalu di antara kita mungkin ada yang jadi sedih, ada yang senang. Tapi bagaimana kalau misalnya kita punya masa lalu yang terbilang kelam? Masa lalu yang sulit dilupakan dan terbawa hingga sekarang?

Begitulah yang dialami Anastasia dalam novel ini. Tapi sebelumnya, seperti biasa kita masuk sinopsis singkatnya dulu.

Sinopsis buku

“Aku tidak tahu kenapa kamu selalu melukis orang secara terpisah. Ini menyedihkan! Apakah mereka tidak bisa berada dalam satu bingkau yang sama? Berbagi tempat yang sama?” (hlm. 115)

Anthony bertemu dengan seorang anak kecil sedang menangis di pinggir jalan, yang akhirnya diketahui bernama Sasa. Sasa menangis karena telat dijemput sang mama. Tony pun memutuskan untuk mengantar Sasa pulang.

Saat itulah Anthony bertemu dengan Anastasia. Sejak itu pula hubungan Tony, Anna, dan Sasa kian dekat. Terlebih Sasa yang rindu kehadiran seorang ayah, telah menganggap Tony sebagai papanya.

Sayang, hal itu tidak bersambut di mata Anna. Baginya, Sasa sudah menjadi anak tunggalnya. Sasa memang bukan anak kandung Anna. Tapi ia juga tak mau Sasa jadi dekat dengan Tony.

Meski kian hari Anna sering bertanya perasaannya sendiri pada Tony, Anna tetap bersikeras takkan mau menikah. Buatnya, menikah hanya akan menyiksa dirinya. Sebagaimana di masa lalu yang dia lihat sendiri dari ayah dan ibunya…

Masa lalu dan gamophobia

Mungkin sudah jelas dari judul apa inti dari novel ini. Gamophobia, orang yang takut terhadap pernikahan. (hlm. 189)

Ya, Anna takut menikah. Bukan tanpa sebab. Masa lalu yang menyakitkan dari ayah dan ibunya membuatnya selalu meragu pada laki-laki terlebih untuk menjalin sebuah hubungan pernikahan.

Awalnya cerita berjalan biasa saja. Sampai-sampai saya lupa bahwa judulnya Diary Gamophobia. Tapi di pertengahan, barulah saya “DONG” soal diary tersebut haha.

Alur berjalan maju mundur. Maju karena menceritakan masa sekarang. Dan berjalan mundur dengan adanya diary Anna yang ditemukan Tony suatu hari.

Anna dan Tony memang peran utamanya. Tapi yang unik adanya Sasa di tengah-tengah mereka. Sepertinya penulis memang punya konsep yang matang untuk ceritanya berjalan seperti ini, ini, dan berakhir begini.

Takut pernikahan bukan hal yang baru. Beberapa kali saya bahkan kenal dengan orang terdekat yang takut menikah. Sama seperti Anna, masa lalu masih terus membayangi mereka. Dan semuanya bermula dari hubungan kedua orang tua mereka.

Kami sebagai anak selalu dilarang ikut campur ketika orang tua sedang bertengkar atau ada masalah, tapi sesungguhnya kami adalah pihak yang paling dikorbankan dan paling disakiti! (hlm. 156)

Hiks saya jadi ingat tulisan sendiri di blog Celoteh Bunda. Bahwa semua hubungan bermula dari keluarga. Ketika keluarga sehat, maka semuanya berjalan dengan lancar. Tapi ketika keluarga rapuh, maka yang ada semua saling mencari pelarian 😭

Menyembuhkan itu tak mudah. Apalagi jika itu trauma yang mendalam hingga sulit dilupakan. Butuh orang yang mau tulus mendengarkan keluh perasaan mereka. Butuh rangkulan yang perlahan untuk mereka. Bahkan mungkin butuh pendamping seperti psikolog atau pskiater agar bisa dibantu.

Kekurangan buku

Sayangnya, masih terdapat kesalahan ketik di halaman 183. Pada paragraf kesepuluh, seharusnya ditulis dengan font biasa. Karena itu merupakan bagian narasi bukan diary.

Lalu di halaman 239 ada yang cukup meragukan saya. Di sana ada adegan Sasa sembunyi di lantai mobil bagian belakang Tony. Bukan bagasi lho ya. Sementara Tony sendiri sedang tidak ada di mobilnya. Nah kok bisa Sasa sampai masuk ke mobil? Apakah Tony memang tidak mengunci mobilnya?

Lubang kedua ada di halaman 251. Ada adegan Anna melihat Facebook saat Tony tidak ada. Padahal di ceritanya, Anna masih tidak punya handphone karena sebelumnya digadaikan. Lalu dia lihat Facebook dari mana? Apakah dia punya komputer dan akses internet di rumahnya? Sementara tidak ada dalam cerita sebelumnya dia punya komputer. Padahal dia hidup pas-pasan bersama Sasa. Atau dia ke warnet? Ah rasanya tidak juga. Mengingat kesibukan Anna hanya bekerja dan mengurus Sasa.

Entahlah, semoga hanya saya yang keliru memahaminya. Tapi semoga juga penulis berbaik hati menjelaskan kedua lubang tadi hehe.

Karena masa lalu bisa disembuhkan

“Kita tidak bisa melupakan masa lalu karena itu sudah menjadi bagian dari sejarah hidup kita. Semakin ingin melupakan, kita justru akan semakin mengingatnya. Yang bisa kita lakukan hanyalah berdamai dengannya dan menjadikannya pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik.” (hlm. 245)

Sebab sangat disayangkan. Secara keseluruhan ceritanya cukup menarik. Jarang ada yang mengangkat isu Gamophobia.

Dan beberapa kali saya harus sedih sendiri karena saya pun pernah punya trauma masa lalu yang sulit dilupakan. Tapi Alhamdulillahnya, saya tidak sampai menderita Gamophobia. Karena saya tahu, setiap hubungan yang menyakitkan, harus ditutup dengan memulai hubungan yang baru dan menata masa depan yang lebih baik. Seperti di halaman 246 dalam novel ini:

“Barangkali obat lupa atau alat penghapus ingatan buruk yang paling manjur dan canggih adalah membuat ingatan baik sebanyak-banyaknya. Dengan demikian ingatan baik itu bisa melawan lalu mengalahkan ingatan buruk.” (hlm. 246)

Giveaway Time!!!

Halo, GIVEAWAY TIME!!!

Laksana akan memberikan satu buah novel Diary Gamophobia untuk satu orang yang beruntung. Simak ya syaratnya:

  • Follow akun Twitter @laksana_fiction dan @adedelinaputri.
  • Follow akun Instagram @laksana_fiction , @leeaenasian, dan @delinabooks.
  • Follow blog ini. Bisa via WordPress atau bisa juga via Email (ada di sidebar sebelah kanan).
  • Share giveaway ini di media sosial kamu. (Boleh twitter, facebook, atau IG (bisa repost banner di atas)). Sertakan hashtag #GADiaryDelina
  • Jawab pertanyaan, “Apakah kamu takut menikah? Dan berikan alasannya juga ya! Boleh panjang boleh pendek. Bebaaaas.
  • Jawab dengan format berikut:

Jawaban kamu.
Nama:

Email:
Twitter dan IG:
Link share GA:

Misalnya,

“Aku nggak takut menikah. Ya soalnya ngeliat ayah ibuku sampai sekarang langgeng. Aku jadi malah pengen nikah”
Nama: Ade
Email: adedelinap@gmail.com
Twitter dan IG: @adedelinaputri
Link share GA: https://www.instagram.com/p/BvfkDChgU50/

Pemenangnya akan ditentukan dari kelengkapan syarat dan komentar yang PALING MENARIK. Ditunggu sampai tanggal 7 April 2019 ya.

Pemenang akan diumumkan sehari setelahnya lewat Twitter dan Instagram Story (inilah pentingnya follow Twitter dan Instagram saya kekekek).

Oke, selamat ikutan. Semoga kamu menang yaa 😊

12 thoughts on “Blog Tour + Giveaway: Diary Gamophobia: Masa Lalu dan Gamophobia

  1. Aku tidak takut menikah, karena menikah adalah sunnah Rasulullah untuk menyempurnakan separuh agama, dan bukan termasuk umatnya jika tidak mengikuti tuntunan beliau. Aku percaya, ketika aku menikah, itu adalah takdir hidup yang sudah ditentukan Allah SWT buat aku, dan aku yakin Allah tahu apa yang terbaik buat setiap hamba-Nya. Walaupun menikah memang tidak mudah dan akan selalu ada cobaan dan ujian, namun aku yakin Allah SWT akan selalu memberikan petunjuk-Nya untuk melewati cobaan dan ujian yang dihadapi. Dan aku yakin pernikahan akan lebih banyak membawa keberkahan hidup buat aku dan pasangan, karena pernikahan adalah ibadah terpanjang dalam hidup, dan di dalamnya terdapat banyak pahala yang bisa diraih bersama pasangan.

    Nama: Aulia
    Email: auliyati.online@gmail.com
    Twitter dan IG: @nunaalia (keduanya)
    Link share GA: https://www.instagram.com/p/BvsnDKFgkIE/

    • Aku tidak takut menikah, walau terkadang aku melihat ayah ibuku bertengkar, tapi hal itu tidak membuatku takut akan pernikahan, aku cukup memahami akan kondisi seperti itu saja, karena yang namanya 2 orang beda kepala itu sudah pasti ada perbedaannya entah itu pendapat atau pun yg lainnya, intinya sih jangan karena alesan ini itu kita jadi gak mau menikah, karena nikah itu termasuk sunah rosul, selain itu kita pasti ingin ada seseorang yang menemani kita di hari tua nanti πŸ˜‡
      Nama : Mahfiroh
      Email : Cenel304@gmail.com
      IG : @cenel____legit
      Tw : @firohaje
      Link GA πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡
      Lihat Tweet @firohaje: https://twitter.com/firohaje/status/1113310466980306944?s=09

  2. “Sebenarnya tidak pernah takut menikah, cuma satu alasan yang membuat ragu ‘blm bisa masak’ mskipun doi gpp, gampang belajar katanya, tp tetp aja kalau setelah menikah tinggal di rumah mertua bagaimana? Itu satusatunya yg membuat ragu. Setelah difikirkan mnikah itu ladang pahala ibadah terlama sepanjang masa, bahkan sekedar mencuci baju, masak menunggu sumi pun berpahala. Lalu bagaiman mungkin kita menolak atau takut sedang dengan kekasih halal hidup berlimpah pahala? Akhirnya setelah diwisuda akhir oktober aku memutuskan menikah pertengahan desember 😁
    Nama: Aam Amanah
    Email: amz.elmujja@gmail.com
    IG twitter: @aam.suryani @AamNaba26
    Link share: https://www.instagram.com/p/BvsqEYGhRW0/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=11z5xohrhi29z

  3. “Ada yg bilang, menikah adalah cara terindah untuk merayakan cinta. Jadi bagaimana mungkin saya takut untuk merayakan cinta. Justru sebagai pria yg agak royal dalam keuangan, saya merasa perlu ada sosok yang bisa dipercaya untuk mengelola keuangan. Dan orang itu ialah istri saya….
    Semoga dapat dipertemukan oleh wanita itu pada waktu yg tepat kelak…

    Nama : Safrizal
    Email : Zalsafrizal464@gmail.com
    Ig/twitt : @safrizal_garuda
    Link Share : https://twitter.com/safrizal_garuda/status/1112983954070548480

  4. Aku tidak takut menikah, karena bagaimana pun pernikahan itu penting, walau terkadang aku melihat pertengkaran ayah ibuku, tapi hal itu tak membuatku takut akan yang namanya pernikahan, seperti yang kita tau adanya pertengkaran di dalam rumah tangga itu sudah hal yang wajar, karena dua orang berbeda kepala itu pasti ada ketidak cocokannya entah itu berpendapat atau apapun itu yang jadi alasan pertengkaran itu terjadi, tapi walau aku tau akan resiko2 itu setelah menikah, gak semudah itu untuk bisa menakuti akan pernikahan, karena prinsipku aku Dilahirkan, di besarkan, lalu membahagiakan kedua orang tua, setelah itu MENIKAH, selain karena ingin ada seseorang yang menemani di hari tua, aku juga ingin memiliki keturunan yang kelak akan menjadi penerusku πŸ˜‡
    Nama : Mahfiroh
    Email : cenel304@gmail.com
    IG : @cenel____legit
    Tw : @firohaje
    Link GA πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡
    Lihat Tweet @firohaje: https://twitter.com/firohaje/status/1113310466980306944?s=09

  5. Aku gak pernah takut untuk menikah, karena bagiku memiliki seorang pasangan itu penting, walaupun terkadang aku melihat ayah ibuku bertengkar tapi itu semua tak membuat ku takut akan pernikahan, seperti yang kita tau 2 insan manusia berbeda kepala itu pasti akan ada ketidak cocokannya entah itu masalah pendapat atau hal lainnya, jadi aku tidak takut, karena di dalam prinsip hidupku ya salah satunya menikah πŸ™πŸ˜‡
    Nama : Mahfiroh
    Email : cenel304@gmail.com
    IG : @cenel_____legit
    TW : @firohaje
    Share link GA πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡
    Lihat Tweet @firohaje: https://twitter.com/firohaje/status/1113310466980306944?s=09

  6. jawaban : Takut, karena aku selalu merasa belum siap untuk bisa menjadi istri yang bakalan jadi seorang ibu, menjadi menantu. selalu saja aku merasa kekhawatiran tersendiri bagaimana nanti apakah aku bisa menyelesaikan masalah dalam rumah tangga yang penyelesainya gak sesederhana saat kita masih single kan. bisa dibilang aku seperti seseorang yang kalah sebelum perang. tahu sih kalau ini hanya kekhawatiran aku sendiri, tapi tetap saja ketakutan itu tidak mudah untuk dihilangkan.

    Nama: Farida Endah
    Email: faridaendah@gmai.com
    Twitter dan IG: @farida_271
    Link share GA:https://twitter.com/farida_271/status/1113561529649991680

  7. Aku tidak takut nikah karena menikah bisa memperluas ladang amalan di akhirat kelak dan memperbanyak pahala-pahala dari-Nya. Setiap perbuatan bisa menghasilkan pahala berlipat hloo (senyum ke pasangan, berjabat tangan, peluk&cium pasangan, membuat masakan untuk suami, beres-beres rumah, memberi nafkah bagi suami). Aku pikir manfaat menikah juga bisa melatih kemandirian dalam menyelesaikan masalah berdua dan melatih kecekatan dalam mengurus rumah.
    Nama: Bety K
    Email: aki.no.melody@gmail.com
    Twitter: @bety_19930114
    Link: https://twitter.com/bety_19930114/status/1114468381862666240?s=20

  8. Aku tidak takut menikah. Karena dari aku pribadi, aku bukan hanya butuh sosok pasangan yang bisa melengkapiku dan mengarahkanku menjadi lebih baik. Tapi juga butuh sosok yang bisa menjadi oengganti orang tua sekaligus teman sampai akhir hayat. Selain itu, aku juga tak mau menghilangkan kesempatan untuk menikmati masa tua bersama orang terkasih. Juga, untuk menyempurnakan ibadahku dan padanganku.

    Nama: Ade Yuanita Putri Pratiwi
    Email: adeyuanitaputri8@gmail.com
    Twitter: @AdeYuanitaPutr4
    IG: @puyu.world
    Link share: https://twitter.com/AdeYuanitaPutr4/status/1114912159937388549?s=19

  9. jawaban :

    Saya Menjawab di lihat dari situasi dan kondisinya terlebih dahulu,
    Menikah itu pasti semua orang ingin menikah, karena menikah itu Sakral, hubungan Resmi yang ngga cuma mencintai di antara kedua insan tersebut, tapi menyatukan dua Keluarga yang Berbeda, dan Menikah itu Ibadah Sekaligus menikah itu menyempurnakan Separuh Agama,
    Kalau dari Sisi Sudut pandang
    Saya Sebagai Laki-Laki Menikah itu tidak semudah membalikan telapak tangan, ngga asal-asalan buat cari pasangan hidup, bukan berarti takut menikah, tapi kematangan biologis dan psikologis di perhitungkan matang-matang.
    apalagi yang sudah mapan dan mampu untuk menjalankan Rumah Tangga.
    Ada Kondisi atau Situasi yang di Takutkan bukan Takut Menikahnya tapi takut dalam hal tanggung jawab yang Besar di Dunia dan Akhirat, Saya Sebagai Laki-Laki ada Rasa Takut Jika tidak bisa mendidik Istri dan Anak dengan baik, mendidik Agamanya, mendidik akhlaknya, mencontohkan yang baik dari kita dulu, karena Saya Sendiri saja masih banyak kekurangan.
    Misal Kalau Istri Bermaksiat Kepada Allah,
    yang Pertama Kali nanti Di Tanya Itu Di Hari Kiamat adalah Pemimpin Keluarganya,
    Kenapa Tidak Di ajarkan mana yang baik dan yang buruk, Kebenaran itu Seperti apa, Kasih Sayang Antara sesama manusia, Hak dan Kewajiban Di penuhi, Bagaimana Tauhid yang benar, Tentang Cinta Kepada Allah Dan Rasul-NYA.

    Nah inilah yang Aku Takutkan Dalam Batas Kewajaran, bukan takut menikahnya, tapi takut jika tidak bisa menjaga amanah dengan baik, Maka satu-satunya cara untuk mengatasi Rasa Takut ini mencari Pasangan Hidup yang Solehah, baik Ilmunya, pengamalanya juga, dan yang ingin mau di ajak Ke Surga bersama-sama.
    ga mau kan punya Jodoh tapi Kok di Dunia Bersatu, tapi di Akhirat Berpisah karena Dosa dan Maksiat menjadi Penghalang untuk Bersatu kembali,
    Walaupun Ada Kesempatan itu Waktu di Dunia bukan di Akhirat,
    Bertobat di Saat Nyawa masih ada, Ruh
    belum berpisah dengan Jasad.

    Bicara Realita dalam kehidupan kita
    Zaman Sekarang banyak yamg berpacaran terutama yang muda anggap aja pacaran muda, Kenapa lebih banyak yang suka pacaran muda? padahal pacaran itu banyak kebohonganya, banyak menutupi sifat Aslinya, Sikap sebenarnya, Dan pacaran itu Zina Mata, Zina Tangan, Zina Hati, Zina itu bukan soal kemaluan saja.
    Jadi Pacaran itu banyak dosanya.
    Kalau Aku jujur Lebih Suka menikah muda daripada pacaran muda, tapi ada beberapa orang menganggap Menikah muda itu anggapnya Belum Matang, atau Prasangka Buruk yang bukan-bukan.
    padahalkan Hawa Nafsu gejolak itu datangnya saat Di Usia Produktif terutama yang muda, Fitrah Manusia itu Menikah dan menyalurkanya kepada yang HALAL.
    dan tidaklah usah pacaran muda banyak dosanya, setuju dengan ini ?
    atau di antara kita Takut Menikah Karena Takut Miskin, Takut Ga bisa nafkah, takut ngga bisa apa-apa, atau Pengalaman Trauma Masa lalu yang pahit hingga takut menikah.
    Prasangka Baik itu harus di lakukan, akan mendatangkan kebaikan pula.
    Jika Kita mengutamakan Kebahagiaan Orang Tua dulu, buat bangga Orang Tua dulu bikin Senang boleh , Asal Menikah tidak di lupakan, Karena Menikah itu Hak Kita, kita Berhak Menikah tidaklah mungkin di tunda jika sudah waktunya yang tepat.

    Nah inilah Jawaban saya,
    mengenai menikah itu emang penting banget buat menjaga pandangan mata juga, karena laki-laki itu Makhluk Visual yang tak tahan terhadap wanita, ga gampang juga Jaga Pandangan mata,
    ini bukti Nyata pengalaman Pribadi.
    Maka Menikahlah Solusinya, Jika Tidak bisa maka Berpuasalah menjadi Peredam Hawa Nafsu dan Benteng Perisai yang Kuat, dari Menjaga Fitnah Yang Besar.

    Nama : Ervan Setiawan
    Email : ervansetiawan1996@gmail.com
    Facebook : Ervan Setiawan
    Twitter : @ervaan_s
    Instagram : @ervaan_s
    Link Share GA :

    Facebook :
    https://mbasic.facebook.com/story.php?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C3386268346

    Twitter :
    https://mobile.twitter.com/ervaan_s/status/1114923830001033217?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C3527982948

    Instagram :

  10. Jawaban:
    Takut. Jujur kak saya takut menikah. Mungkin, karena efek saya anak broken home. Apalagi di lingkungan sekitar saya banyak kasus perceraian, perselingkuhan, ada pelakor di dalam rumah tangga, ada yang suka mengatasnamakan ‘poligami’ buat ibadah (katanya), padahal sejatinya hanya untuk memenuhi nafsu belaka.

    Kemudian, ada juga yang kepanasan akibat ada yang mengompori tentang “Nikah muda”, alhasil nikah muda tapi pada akhirnya tak berapa lama bercerai.

    Dan yaa apalagi saya anak warung kak, dari kecil bantu Emak jualan gorengan, jadi hampir setiap hari saya mendengar cerita perselingkuhan, broken home, KDRT, dsb dari para pembeli yang belanja ke warung, ngilu + tragis pas mendengarnya. Saya yang mendengar, dan melihat aja lelah banget kak :’)) Dan saya sampai berpikiran tidak ada laki-laki yang baik di dunia, gak boleh berpikiran kek begitu sih sebenarnya. Dan terkadang di suatu titik saya jadi kepikiran gak mau menikah.

    Ah iya, bener apa kata bukunya kak, misal terjadi perceraian, KDRT, yang paling kasihan itu sang anak, ya ya karena saya pernah mengalaminya :’)) Alhamdulillah Emak saya adalah Emak yang kuat, padahal beliau dari kecil sudah hidup susah, trus dapat suami yang kurang bener padahal dulu niatnya pas mau menikah pengen bikin keluarga yang samawa, tapi jalan takdir berkata lain, tapi saya sebagai anak gak bisa nyalahin juga :’)) Tapi syukur Alhamdulillah Emak bisa bertahan sampai sekarang, menjaga dan merawat kami, anaknya :’))
    Maka dari itu saya takut menikah.

    Tapi kalau masalah menikah, saya terserah Allah sajalah bagaimana ke depannya. Tapi tetap aja sih saya takut hahah, kasian anak saya nanti kalau terjadi apa-apa, dan saya takut kalau gak kuat-kuat iman, akibat kelakuan pasangan yang kurang bener, tukang selingkuh, kita bisa gila dan tak jarang berujung pada bunuh diri, na’udzubillah.
    Makanya, sekarang saya lebih fokus buat belajar, bantu Emak nyari duit, santai aja lah masalah jodoh heheh :’)) Apalagi saya masih bocah hahah, tapi kalau ditanya masalah menikah jujur saya takut :’))

    Dan saya sangat penasaran sama bukunya ini kak, aaaaaaaa saya mau memahami jalan ceritanya dan mau memahami isi pikiran tokoh-tokohnya :’))

    Sekian kak, maaf kepanjangan kak dan jadi curhat hehe, terima kasih banyak sebelumnya kak!

    Nama: Hilal
    Email: Zeroaka07@gmail.com
    Twitter dan IG: @zeroaka07 dan @bacem07
    Link share GA:

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.