Disclosure

Seperti yang saya ceritakan di sini, tujuan saya membuat blog buku adalah tak lain ingin membagi  pengalaman atau ilmu dari setiap buku yang saya baca. Dan setelah saya tahu bahwa ini bisa dilakukan dalam resensi, maka Februari 2014 lalu saya bulatkan tekad untuk membuat blog buku.

Nama Blog

Bukan saya kalau tidak mengalami kebingungan pada awalnya. Begitupun saat akan membuat blog ini. Maka ketika saya ingat kebanyakan teman saat ini lebih mengingat saya dengan nama Delina, jadilah saya buat dengan nama Delina’s book. Seiring waktu, saya ubah menjadi Delina Books. Karena menurut saya nama baru lebih menggambarkan bahwa saya punya banyak buku. Kalau Delina’s Book rasanya terkesan itu buku yang ditulis oleh saya. Padahal jelas sekali bahwa saya belum mengeluarkan buku tunggal -_-

Isi Resensi/Review

Resensi adalah hal baru bagi saya. Itupun karena waktu itu ikut kontes #31HariBerbagiBacaan di blog Resensi  Ila. Maka sejak itu saya mulai belajar dan mencari tahu apa itu resensi buku, seperti apa penulisannya, bagaimana menulisnya dengan baik dan segala hal lainnya. Saat saya ikut kontes waktu itu, saya hanya membagi sebisa saya. Setelah tahu resensi yang benar, oh ternyata masih jauh. Saya perlu banyak lagi belajar.

Seiring waktu, ketika saya sudah merasa mulai mengerti, yakinlah saya membentuk blog ini. Ya.. walaupun isinya masih jauh dari kata baik. Tapi akan saya tulis semampunya. Terkadang saya juga menengok-nengok blog-blog buku atau resensi lain sebagai bahan pembelajaran dan gambaran agar saya lancar dalam menulis. Apalagi kemampuan saya menulis sinopsis masih dangkal. Maka wajarlah kalau blog ini terkadang tidak cukup detail memberi gambaran seperti apa buku yang saya baca.

Isi di sini akan memuat:

  • Judul Resensi

Tentulah harus ada judul. Hanya saja saya tidak mau jika judul resensi hanya mencakup judul buku dan penulis. Tapi akan saya buat beda. Dengan judul lalu titik dua saya akan mencantumkan sebuah inti dari buku yang saya baca. Inti ini hanya pendapat saya dan bukan terkait tema/isi buku.

Beda halnya jika judul buku sudah panjang. Maka tidak akan saya tambahkan lagi dengan inti.

  • Info Buku

Saya hanya akan mencantumkan judul, penulis, penerbit, ISBN, jumlah halaman dan cetakan keberapa. Untuk cara mendapatkannya/membelinya tidak saya cantumkan. Dan biasanya akan lebih lengkap infonya jika itu tawaran meresensi dari penerbit atau penulis. Ini akan dicakupkan semuanya. Semisal penyunting, proofreader, layout ataupun ilustrasi.

  • Sinopsis

Seperti yang saya jelaskan di atas. Untuk buku fiksi, maka tentulah saya harus menulis sinopsis buku namun tanpa membocorkan secara keseluruhan. Ya, ini saya baca di tips-tips resensi. Beda halnya jika buku non fiksi. Di non fiksi saya bisa menuliskan sinopsis sembari memberi info lain. Bisa jadi juga saya kutip dari mana saja, jadi tidak terpaku hanya pada isi buku. Soal ini sih, kadang berlaku juga untuk buku fiksi.

  • Pendapat Pribadi

Dalam sebuah resensi terkandung pendapat pribadi tentang buku yang dibaca. Maka ini juga patut saya masukkan. Di sini saya ingin mengungkapkan, bahwa pendapat ini hanyalah sebagai saya yang pengkritik bukan saya yang pandai menulis buku. Saya hanyalah penikmat yang berkedudukan sebagai pembaca. Jadi penilaian saya jelaslah hanya sebagai pembaca. Pun saya bukan pembaca yang amat pintar. Lagi-lagi hanyalah pembaca biasa. Penikmat yang sangat subjektif.

  • Kekurangan/Kelebihan

Awalnya sulit bagi saya untuk bicara tentang sebuah kekurangan. Sebab menurut saya jika buku sudah terbit, maka pastilah sudah ada pertimbangan matang. Dan (hanya) sebagai pembaca, rasanya tak elok jika saya ikut membicarakan kekurangannya. Tapi rupanya saya salah. Dalam resensi buku, ternyata sah-sah saja jika mencantumkan kekurangan. Toh kita sebagai pembaca, jelas kalau penulis berharap bukunya dibaca. Tapi penulis yang bijak juga pasti menunggu kritik dan saran untuk dijadikan masukkan ke depannya. Maka kalau saya menemukan kekurangan, saya sudah tidak ragu lagi untuk menulisnya. Bahkan untuk typo pun jika saya rasa mengganggu, akan saya tulis.

Soal kelebihan, tentu juga ini harus ditulis. Sebuah buku tidak mungkin sempurna. Jika ada kekurangan, pastilah ada kelebihan. Sesedikit apapun itu. Sebuah buku tetaplah buku. Jika diterbitkan, sudah pasti lolos dari berbagai pertimbangan.

  • Kutipan Menarik

Pernah ada yang mengatakan, mengapa kutipan yang saya tulis tidak pengaruh dengan buku atau dengan kata lain jauh dari tema/isi buku. Lagi-lagi, kutipan ini bersifat subjektif. Jelas hanya kutipan yang saya suka. Mungkin saja tidak ada yang saya suka dari tema, tapi bisa jadi si penulis buku memberi pesan moral lain. Ah iya, kebanyakan kutipan yang saya suka, biasanya mengandung pesan moral. Sebab idealisme saya membeli sebuah buku memang saya harus mendapat sebuah pesan moral dari buku itu. Bagi saya kurang elok jika buku sama sekali tidak ada pesan moralnya.

Kutipan ini juga bisa jadi karena saya menyukai rangkaian kata-katanya. Ini biasanya terjadi di buku-buku sastra/novel berbalut puitis/prosa.

  • Kesimpulan

Setiap tulisan pastilah diakhiri dengan kesimpulan. Dalam kesimpulan biasanya saya akan menyebutkan apa yang bisa saya dapatkan dari buku yang saya baca. Lalu apakah saya akan merekomendasikannya atau tidak. Kalau tidak sih tidak akan saya tulis ya 🙂

Bisa jadi juga ditutup dengan satu kutipan lagi, entah dari buku itu sendiri atau dari luar. Bisa ayat Al-Qur’an (untuk buku Islam) atau apapun.

Genre

Setelah lepas dari masa sekolah, saya lebih banyak membaca buku-buku non fiksi. Khususnya motivasi atau islami. Tapi setelah membuat blog buku, agaknya lebih bijak jika saya memasuki semua genre. Apalagi saya juga sengaja tidak membuat spesifikasi blog buku ini.

Sebelumnya saya hanya tahu fiksi dan non fiksi. Untuk kekhususan genre, baru saya ketahui (lagi-lagi) setelah membuat blog buku. Maka saya buatlah kategori genre. Oh ya, pengetahuan genre ini masih harus saya pelajari. Jadi mohon maaf jika genre yang saya masukkan ternyata keliru 🙂 Dan itu sebabnya saya menyukai buku yang mencantumkan genre. Seperti terbitan Gramedia misalnya.

Rating

Saya jarang bicara rating dalam isi resensi. Setiap rating yang saya berikan bisa dilihat saja di akun Goodreads saya 🙂

Just Update

Dalam aturan BBI, tak melulu harus terpaku dengan resensi. Kita juga boleh berbincang soal buku. Maka kalau lagi senggang dan ada ide, tak jarang saya akan membuat kategori ini. Hitung-hitung untuk meng-update blog 🙂

Kategori

Saya memberi beberapa kategori:

  • Author > Berisi nama-nama penulis. Jika antologipun akan saya tulis semua 🙂
  • Challenge > 2015 menjadi awal saya ikut berbagai tantangan. Maka kategori ini terhitung baru. Dan akan berisi tantangan-tantangan yang saya ikuti.
  • Genre > Seperti yang dijelaskan di atas. Memuat genre-genre. Termasuk di dalamnya mencantumkan fiksi dan non fiksi.
  • Miscellaneous > Berisi serba-serbi di luar resensi. Semisal master post challenge, project ataupun lainnya.
  • Publisher > Memuat penerbit-penerbit dari buku yang saya resensi.

Sekiranya itu saja penyingkapan dari saya. Mudah-mudahan ini bisa jadi gambaran bagi yang berkunjung ke blog buku saya serta menjadi bahan bagi penulis dan penerbit yang ingin bukunya diresensi di sini 🙂

Terima kasih 🙂

Salam cinta buku 🙂

One thought on “Disclosure

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s