Selamat Ulang Tahun ke-4 Bebi! ^_^

PicsArt_1428808357127

Yeay! Selamat Ulang Tahun BBI!!! Kalau seorang balita, empat tahun adalah masa-masa dimana dia sudah berkurang lucunya, beranjak ke masa dia mulai mengerti tentang dunia dan segala hal di sekitarnya. Barangkali itulah yang terjadi pada Bebi. Panggilan akrab untukmu. Bebi, juga para anggota lainnya masih terus berjuang untuk selalu menulis segala hal tentang buku. Apalagi yang kami harapkan selain Bebi bisa terus berkibar serta menebarkan minat baca pada khalayak yang lebih banyak.

Bicara minat baca. Jangan ditanya, sudah sejak kecil aku hobi itu. Tapi untuk menulis sebuah review ulang tentang buku? Aku merasa ini bukan ahliku. Makanya, saat pertama seorang teman membagikan tautan tentang Bebi, aku tak begitu tertarik. Aku memang sudah bisa menulis dalam sebuah blog, tapi kalau disuruh fokus pada satu tema, saat itu aku belum bisa. Apalagi mereview buku, ah payah sekali.

Rasa ketertarikan justru muncul awal tahun 2014. Saat itu aku memutuskan untuk membuat blog buku agar bisa gabung dengan Bebi. Setelah semua syarat terpenuhi, maka kukirim email pada Bebi. Lumayan lama balasannya, aku sudah khawatir tidak diterima. Tapi ternyata Bebi berbaik hati menerimaku. Terima kasih ya 🙂 Mulai sejak itu sudah kukuatkan tekad untuk belajar meresensi buku yang lebih baik lagi dan memberikan pemacu dengan satu bulan minimal satu posting. Semoga ke depan tetap bisa seperti itu.

Perubahan jelas ada. Terutama minat bacaku yang kian menggila. Dulu, seringnya aku pinjam buku kakak atau teman-teman. Tapi semakin kesini justru uangku lebih habis untuk membeli buku! Sekarang, aku jarang sekali ke toko buku untuk membeli buku. Paling-paling hanya mampir untuk baca. Kalau tertarik, aku catat lalu memilih untuk beli secara online, habis lebih murah sih 😀 Tanya saja pada Ibuku di rumah, sudah berapa sering beliau menerima paket buku 😀 Paket lainnya, datang dari teman-teman online yang berbaik hati memberikan buku. Entah itu lewat kuis, giveaway atau memberi secara cuma-cuma. Ah, iya. Semenjak bergabung dengan Bebi, aku lebih banyak menerima paket buku gratis. Entah itu buntelan untuk direview, atau hadiah dari teman-teman Bebi lainnya.

Pernah seseorang bilang padaku, kemampuan baca cepat ditentukan dari jam terbang itu sendiri. Kurasa memang benar adanya. Sebelumnya, lebih dari 200 halaman kuselesaikan dalam waktu satu minggu. Namun saat bergabung dengan Bebi, baru kusadar bahwa kemampuan bacaku bisa dibilang lambat. Tak jarang aku melihat anggota BBI bisa menghabiskan buku setebal itu dalam waktu sekali duduk. Wow. Aku malah excited sendiri. Lebih-lebih mereka bisa menuliskan resensi dengan tetap proporsional dan menarik. Ah, maka aku mulai mengurangi distraksi-distraksi. Dimana-mana sekarang aku bawa buku. Saat menunggu, aku baca buku. Di angkot, aku baca buku. Di rumah, kadang handphone kujauhkan dan aku baca buku. Benar saja, dengan begitu kemampuan bacaku jadi lebih cepat. Aku juga lebih fokus.

Yang pasti sih, semenjak ada blog buku dan gabung dengan Bebi, bukuku jadi tidak pernah bersih haha. Pasti selalu ada tanda stabillo warna untuk menandakan kutipan-kutipan yang kusuka. Agar bisa kutuliskan dalam reviewku.

Selainnya, kini aku lebih mengenal genre bacaan. Seperti yang kutuliskan di sini. Pengetahuan genre ini memang baru kuketahui saat gabung dengan Bebi. Hmm, pecinta buku macam apa aku ini. Hanya tahu fiksi dan non fiksi saja. Tanpa pernah tahu masuk genre apa buku itu. Setelah bertanya dan mampir sana-sini barulah kutahu. Dan aku yang dulunya hanya hobi baca novel dan non fiksi ataupun buku-buku islami, kini merambah ke segala bacaan. Bahkan mungkin aku bisa dikategorikan book eater. Buku apapun aku baca. Eh tapi tidak juga sih, sampai sekarang aku masih sulit untuk menyukai buku genre fantasi 😦 Entahlah hiks.

Berbagai event dan tantangan membacapun kini mulai berani aku ikuti. Meski pada dasarnya aku tidak suka dikotak-kotakkan, tapi yah namanya juga tantangan. Aku ingin menantang diriku. Bisakah aku. Lagi pula dengan tantangan-tantangan ini, bacaanku jadi lebih beragam lagi. Dan yang pasti sih jadi terarah haha. Terarah karena aku memacu diriku untuk lebih banyak review, terarah karena aku memasang deadline untuk setiap bacaan dalam tantangan buku.

Bebi, maaf ya jika curahan hati ini kepanjangan. Yang pasti banyak yang berubah semenjak aku kenal Bebi. Satu hal yang paling aku senangi. Kini aku tak sulit lagi mendapat teman sesama pecinta buku. Gabung dengan Bebi, memberiku lebih banyak wawasan tentang buku. Buku di mataku jadi semakin menarik dan tidak monoton. Dan lagi, kini aku jadi bisa menulis review buku! Hehe.

Oke, Bebi sekali lagi, selamat ulang tahun!!! ^_^ Hadiah dariku untuk Bebi adalah: Resensiku yang dimuat di Koran Jakarta bulan Maret! Haa Bebi tahu tidak, Bebilah yang pertama menjembatani tulisanku masuk media massa. Ma sya Allah, bahkan hingga kini aku masih excited dan norak sendiri. Haha maklumlah Bebi, sudah lama ingin tulisanku tampil di media, namun baru sekarang kesampaian 😀 Terima kasih Bebi, terima kasih 🙂

Harapanku, semoga ke depan Bebi tetap eksis. Semakin banyak yang tertarik dan bergabung dengan Bebi. Dan event-event Bebi semakin berkembang di dunia online maupun offline ^_^

logo-bbi

Iklan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s