#LittleWarrior: Jika Ingin Mengeluh, Ingatlah Buku Ini

Judul: #LittleWarrior
Penulis: Stella Olivia
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
ISBN: 978-602-455-724-9

Saya pernah menulis tentang perempuan-perempuan yang kuat. Di situ saya sedang terinspirasi dengan wanita yang telah melahirkan anak yang spesial. Dan ini juga karena terinspirasi dari buku Sentuhan Ibu. Buat saya orang tua-orang tua dengan anak spesial ini juga spesial.

It’s ok, bahwa setiap ibu pasti spesial. Tapi tak dipungkiri bahwa ibu yang melahirkan anak spesial dan masih menerima anaknya apa adanya bahkan berjuang ‘mati-matian’ demi anaknya, sampai menemani si anak sampai sembuh. Punya percaya diri. Saya yakin itu bukan hal yang mudah. Ada tanggung jawab lebih yang mereka emban. Ada tangan Allah yang percaya untuk menitipkan seorang anak pada orang tua yang memang mampu menurut-Nya. Masya Allah.

Sinopsis buku

Tuhan selalu tepat-menitipkan anak-anak spesial ke dalam hidup orangtua pilihan. (hlm. 73)

Maka demikian pula dengan buku Little Warrior ini. Kisah 4 orang tua dengan 4 balita yang membawa sakitnya masing-masing serta terlahir spesial. Rasanya, entahlah saya tak mampu berkata apa-apa lagi. Yang jelas Allah tahu mereka adalah para orang tua yang mampu dan kuat.

Khaleef At-Thoriq yang didiagnosis encephalitis, pembengkakan otak. Siapa sangka anak yang terlahir sehat, mendadak harus terkena virus yang menyebabkannya kejang hingga terjadi pembengkakan otak.

Iron Ralph Susanto yang terlahir mengidap right isomerism, semua organ tubuhnya terletak di kanan, ia juga tak punya limpa. Sebab limpa terletak di sebelah kiri.

Adam Fabumi terlahir dengan dandy walker syndrome dan trisomy 13, kelainan kromosom. Jika orang normal mempunyai 23 kromosom berpasangan, Adam memiliki kelebihan satu kromosom, 47 kromosom.

Denzel Noam Gunawan terlahir dengan Laringomalasia, kelainan di tulang rawan. Anak penyandang ini punya tulang rawan yang lebih lemah daripada orang normal.

4 #LittleWarrior dengan orang tua yang hebat

Saya tak perlu menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana riwayat penyakit 4 #LittleWarrior di atas. Tapi teman-teman bisa bayangkan sendiri, anak sekecil itu harus berjuang untuk tetap hidup. Belum lagi dengan perjuangan para orang tua mereka yang dengan setia menemani anaknya terus-menerus.

Tentu saja itu bukan hal mudah. 4 orang tua yang hebat, yang mau terbuka untuk ‘mengakui’ anak mereka. Menerima kekurangan yang ada. Bahkan mendukungnya hingga akhir hayat anaknya. Thoriq dan Adam mungkin sudah di surga, tapi saya yakin mereka menanti kedatangan orang tuanya yang sudah berjuang untuk mereka.

Ah, saya kok jadi nangis menulis ini. Padahal saat baca tak ada air mata yang keluar. Yang ada malah kagum luar biasa dengan para orang tua 4 #LittleWarrior di dalamnya.

Nafas adalah kenikmatan terbesar

Terima kasih Mbak Stella telah menuliskan buku yang mengharukan ini. Mbak Stella benar, perspektif saya pada buku ini selain tentang kesadaran segala hal tentang kesehatan, saya justru menangkap bahwa buku ini memberi pelajaran bersyukur yang amat berharga.

Saat urusan dunia sudah tidak bisa dipegang dengan kedua tangan, letakkan saja. Mungkin memang sudah saatnya menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan. (hlm. 180)

Kita masih bisa nafas dengan tenang bahkan kita seringkali lupa dengan nafas sendiri. Tapi keempat balita dalam buku ini harus berjuang dengan ventilator hanya demi bisa bernafas. Allah, sungguh nikmat nafas itu kenikmatan terbesar 😭

Saya akan terus mengingat buku ini

Saya suka sekali dengan semua yang ada dalam buku ini. Mulai dari covernya, layout, desain, dan warnanya semuanya terlihat manis. Cocok dengan isi cerita perjuangan para orang tua dari para #LittleWarrior.

Awalnya saya kira akan berbentuk seperti buku biografi yang dituliskan menggunakan sudut pandang orang pertama. Rupanya Mbak Stella menulis apa adanya. Hasil wawancara secara langsung dengan para orang tua #LittleWarrior.

Well, pesan Mbak Stella akan terus saya ingat.

Sekalinya kalian ingin mengeluh, ingat-ingat lagi perjuangan balita-balita yang harus berjuang sekuat tenaga untuk menarik napas karena beberapa hidup bersama ventilator. Sekalinya kalian ingin mengeluh, ingat kembali buku ini. (hlm. 207)

Advertisements

One thought on “#LittleWarrior: Jika Ingin Mengeluh, Ingatlah Buku Ini

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.