menentukan arah

Menentukan Arah: Impian dan Kebermanfaatan

Judul: Menentukan Arah
Penulis: Kurniawan Gunadi & Aji Nur Afifah
Penerbit: Langitlangit

Kurniawan Gunadi adalah salah satu penulis yang selalu saya suka tulisan-tulisannya. Setiap kata-kata yang keluar selalu terasa lembut tapi realistis. Bahkan saya langganan Tumblrnya. Sayang, beberapa tahun terakhir ini saya sudah jarang buka Tumblr. Untunglah masih ada Instagram, tempat beliau juga berbagi tulisan-tulisannya.

Setelah Hujan Matahari, entah kenapa saya justru tertarik dengan buku yang beliau tulis berdua dengan istrinya. Menentukan Arah. Terbaca sekali dari judulnya, bagaimana sepasang jiwa mengarungi kehidupan baru dan bersama-sama menentukan arah untuk menuju ke tujuan mereka selanjutnya yang bernama rumah tangga.

Buku ini adalah kumpulan tulisan-tulisan Mas Gun dan Mbak Apik. Begitu nama panggilan Kurniawan Gunadi dan Aji Nur Afifah. Yang baru saya ketahui kalau Mbak Apik ternyata lebih muda setahun di bawah saya, Masya Allah. Tapi pemikiran beliau rasanya lebih dewasa daripada saya.

Sinopsis buku

Menantilah dalam keyakinan dan pemahaman yang baik. Sesuatu yang baik akan didatangkan pada mereka yang bersabar. (hlm. 19)

Menentukan Arah terdiri dari 10 tulisan yang diawali dengan kata Makna. Makna Pernikahan, Makna Berjuang, Makna Pencarian, hingga sampai pada Makna Rumah. Dan ditambah dengan dua tulisan lainnya, Menentukan Arah dan Jejak-jejak Perjalanan. Di setiap Makna itu, terbagi lagi ke dalam sub-sub judul. Tapi tenang saja, setiap tulisannya pendek. Sehingga kita tidak akan menghabiskan waktu yang lama. Bahkan ada yang hanya satu paragraf.

Ya, buku ini memang berisi dari pandangan-pandangan mereka tentang pencarian, pernikahan, harta, keluarga, dan rumah.

Lebih jelas siapa penulisnya

Bagusnya, semua tulisan diberi tahu siapa penulisnya. Jadi lebih jelas siapa menulis apa. Pasalnya, yang biasa terjadi kalau buku duet, kita tidak tahu siapa-siapa saja penulisnya.

Sayangnya, bukunya terlalu tipis hehe. Padahal kalau lebih tebal, saya rasa bukunya akan semakin seru lagi 😀 Barangkali disambung di next book ya Mas Gun, Mbak Apik 😛

Mencari adalah tentang itu semua, tentang bagaimana saya bisa mengikhlaskan diri saya digerakkan olehNya menuju apa-apa yang telah Dia takdirkan. (hlm. 33)

Dan masih terdapat kesalahan ketik terutama untuk penggunaan kata depan seperti di- yang seharusnya untuk kata kerja disambung, tapi dipisah. Untuk kata tempat yang seharusnya dipisah, tapi disambung. Nggak banyak sih, jadi tidak terlalu mengganggu.

Ada impian dan kebermanfaatan yang lebih banyak

Kalau saya bilang, bukunya cocok sekali untuk yang sedang dalam masa penantian. Untuk tahu bahwa pernikahan harus dimulai dengan jalan yang diridhai Allah, sehingga pernikahan pun terasa berkah. Dan makna pernikahan itu sendiri tidak sekedar menghalalkan yang haram, tapi ada impian dan kebermanfaatan yang seharusnya lebih banyak dibanding saat masa single sebelumnya.

So, 4 bintang untuk buku yang bagus ini.

“Kalau Tuhan bolehkan aku memilih sendiri, aku pasti memilih sesukaku tanpa tahu mana yang baik buatku. Tapi Tuhan tak ijinkan, dia selalu mau yang terbaik buatku, maka dari itu dipilihkanNya apa-apa untukku. Selalu yang terbaik.” (hlm. 186)

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.