Gatra Kencana Perkawinan: Belajar Mempertahankan Rumah Tangga

Judul: Gatra Kencana Perkawinan
Penulis: Dr. (HC) Martha Tilaar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2014
ISBN: 978-602-03-0996-5

Waktu ada obralan di Gramedia Royal, nggak sengaja saya lihat buku ini. Dan entah kenapa langsung tertarik aja gitu. Meskipun saya sempat ragu, biasanya buku seperti ini dalamnya hanya ilustrasi dan tulisan-tulisan pendek. Eh tapi begitu baca blurb di belakangnya, rupanya isinya kisah-kisah nyata pasangan suami istri yang mempertahankan rumah tangganya sampai usia senja. Wah menarik dong. Dan lagi saya pasti bisa belajar dari para orang tua di buku ini 😍

Sampai akhirnya, baru tanggal 11 kemarin saya benar-benar bisa baca bukunya. Lama sekali memang sampai harus 10 hari menyelesaikannya huhu. Bukan karena apa sih. Memang tahun ini saya niat buat selow baca buku. Dan lagi sempat liburan juga selama 3 hari *eh.

Kesan pertama, bukunya bagus sekali. Mulai dari cover yang sesuai judulnya, Golden. Terus di dalamnya juga ada foto berwarna dari para pasangan orang tua. Dan saya beruntung sekali bisa dapat buku ini dengan harga 20 ribu aja 😍 Yang saya yakin harga aslinya pasti lebih mahal deh.

Sinopsis buku

Pernikahan bukan sebuah akhir dari percintaan, akan tetapi pernikahan adalah awal dari sebuah perjuangan yang panjang dan memulai sebuah proses yang berkesinambungan tanpa batas. (hlm. 236)

Buku ini terbagi menjadi tiga bagian. Bagian satu untuk kisah dari pasangan-pasangan dari orang-orang terkenal seperti Martha Tilaar dan Alex Tilaar, Ciputra dan Dian Sumeler, Mien Rachman dan Razif H. Uno, dan 3 pasangan lainnya. Sedang pada bagian dua dan tiga, adalah kisah dari para kontributor dari pasangan-pasangan yang mengikuti lomba kepenulisan dengan tema kisah nyata berumah tangga hingga usia senja. Dan 11 finalis di antaranya diundang ke perayaan 50 tahun pernikahan Ibu Martha Tilaar dan suami lho 😍

Gatra Kencana Perkawinan termasuk buku yang sudah lama. Awal terbitnya tahun 2014. Tapi semoga para pasangan oma opa di dalamnya masih sehat walafiat ya hingga sekarang. Aamiin.

Gatra sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti lingkungan tertentu dalam kalimat yang dapat ditempati oleh suatu unsur bahasa. Atau dijelaskan dalam website apaarti.com:

Gatra memiliki 3 arti. Gatra memiliki arti dalam bidang ilmu linguistik. Gatra memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga gatra dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Gatra adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.

Sedangkan kencana adalah emas. Jadi memang pas jika isi buku ini adalah sekumpulan kisah dari orang-orang yang mempertahankan perkawinannya hingga usia senja.

Setiap rumah tangga pasti memiliki ujian

Tidak ada rumah tangga yang mulus 100%. Semua pasti ada ujiannya masing-masing. Termasuk para orang tua di dalam Gatra Kencana Perkawinan. Cerita tentang bagaimana mereka berkenalan dan bertemu dengan pasangannya. Memulai kehidupan baru bernama pernikahan. Hingga cara-cara mereka berjuang dan melalui masa-masa sulit sepanjang perkawinan sampai akhirnya mereka bisa menikmati dan mensyukuri usia “senja” mereka dalam perkawinan yang utuh dan penuh dengan kasih cinta. Masya Allah.

Keluarga yang harmonis ditandai dengan terwujudnya kehidupan beragama yang berlangsung dengan baik dalam rumah tersebut. Hal ini penting karena dalam agama terdapat nilai-nilai moral dan etika kehidupan. (hlm. 198)

Kita-kita yang muda barangkali bisa belajar dari para orang tua tersebut. Yang usia perkawinannya sudah lebih dari 25 sampai 50 tahun 😍 Untuk bisa kuat menghadapi segala ujian dan cobaan berumah tangga.

Kisah-kisahnya ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Kecuali pada bagian satu ada juga kisah yang ditulis dengan sudut pandang orang ketiga. Bisa jadi Ibu Martha Tilaar yang menulis seperti yang tertulis di sampul buku ini.

Kekurangan buku

Sayangnya, menurut saya ceritanya terlalu singkat. Terlalu sederhana. Mungkin karena keterbatasan kata juga kali ya. Padahal kalau mau dipanjangi dengan tambahan detail kisah menjalani ujian rumah tangganya, akan terlihat lebih dramatis dan menancap hati setiap pembaca.

Tapi mengingat terdapat 26 kisah, jika tulisannya panjang pasti akan menambah tebal buku ini hehe.

Beberapa kali masih terjadi kesalahan ketik. Tapi overall tidak terlalu mengganggu.

Mutiara pernikahan berhikmah

Yang saya sukai, di setiap akhir tulisan terdapat Mutiara Pernikahan Kami yang berisi tips atau cara-cara para orang tua ini untuk menjaga keutuhan rumah tangganya hingga berpuluh-puluh tahun.

So, 4 bintang untuk buku ini! Daripada orang tua, saya justru lebih merekomendasikan buku ini untuk para pasangan suami istri muda agar bisa belajar dari para pasangan yang bisa mempertahankan pernikahannya hingga usia senja. Dan mengambil hikmah dari setiap kisah yang mereka tuliskan.

Sebuah pernikahan adalah kesabaran, tulus ikhlas, komunikasi, memahami, jujur, kesetiaan, cinta kasih, menjaga komitmen, mengalah, dan memaafkan. (hlm. 239)

Advertisements

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.