Financial Revolution in Action: Mau Kaya atau Miskin, Ada di Tangan Kita

Judul Buku: Financial Revolution in Action
Penulis: Tung Desem Waringin dan Ongky Hojanto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Keduabelas: Januari 2016
ISBN: 978-979-22-9905-2

Saya memang lagi nyari buku tentang keuangan. Soalnya saya nih agak bermasalah dengan yang namanya mengatur uang. Meski udah diajarin sama suami pun, masih bingung dan nggak konsisten ngejalaninnya. Hasilnya ya gitu-gitu aja. Dicatat sih dicatat, tapi sayangnya, belum saya analisa secara mendalam. Padahal justru dari catatan itu seharusnya dari analisalah kita jadi bisa mengatur keuangan.

Sinopsis buku

Buku Financial Revolution ini tidak semata mengajarkan kita untuk mengatur uang. Melainkan lebih luas daripada itu. Judulnya saja Financial Revolution. Itu berarti perubahan keuangan kita secara global. Dan global itu gimana? Ya diubah dari mindset. Pola pikir.

Setelah baca buku ini saya baru sadar, kalau selama ini ternyata saya nggak punya mindset untuk jadi orang kaya. Mindset saya masih mindset orang miskin. Contohnya aja saya berpikir, “mending hidup biasa-biasa aja daripada kaya tapi sakit-sakitan.” Kalau orang kaya tuh nggak gitu. Orang kaya akan punya pikiran “Memilih kaya dan tetap sehat.”

Ya, semua diawali dengan mindset. Bab pertama di buku ini pun diawali dengan Mindset. Mindset itu apa? Seperti yang tertulis di awal buku ini,

Sekumpulan kepercayaan yang memengaruhi sikap, tindakan, perilaku, keputusan, dan masa depan seseorang. (hlm. 7)

Ya, mindset itu ternyata keyakinan yang ditanam dalam pikiran kita. Sebab sikap hingga masa depan kita semua diawali dari pikiran kita. Kalau kita saja sudah punya pola pikir yang salah, maka sikap kita pun akan salah. Untuk ke depannya, jelas bisa jadi kita tidak pernah mencapai impian kita. Istilah lainnya, ya sudah hidup kita segitu-gitu aja.

Di dalam buku ini dijelaskan ada 21 perbedaan pola pikir orang kaya dan orang miskin. Salah tiganya, orang kaya mengatur uang mereka dengan baik, orang miskin tidak mengatur uang mereka dengan baik (hlm. 67). Orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka, orang miskin membuat diri mereka bekerja keras untuk uang (hlm. 67). Orang kaya bertindak melawan ketakutan mereka, orang miskin membiarkan ketakutan menghentikan mereka (hlm. 68).

Dengan kata lain, secara garis besar orang kaya berani mengambil keputusan dan resiko, orang miskin takut dan tidak berani mengambil resiko.

Setelah kita membenahi pola pikir, barulah kita bisa menentukan Goal, Strategi, dan Action yang akan kita lakukan.

Ya, buku ini hanya terdiri dari 4 bab saja. Tapi penjelasan di setiap babnya sangat rinci sekali. Dan cenderung ringkas tapi tetap padat.

Level keuangannya sendiri terbagi menjadi 5. Financial protection (cukup uang memenuhi pengeluaran sampai 24 bulan tidak bekerja). Financial Security (investasi cukup banyak hingga kita tidak harus bekerja). Financial Vitality (investasi cukup banyak tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan. Tapi juga keinginan). Financial Independence (investasi cukup banyak sampai kita bisa memenuhi gaya hidup kita seperti sekarang sampai tidak harus bekerja lagi). Dan yang terakhir financial freedom (investasi cukup banyak dan memenuhi kebutuhan dan gaya hidup yang kita inginkan).

Wow. Sampai dimana level kita? Hanya diri kita sendiri yang bisa jawab.

Action-action dan motivasi

Di setiap pembahasan, diselipi juga dengan template action-action yang perlu kita tulis. Action inilah yang nantinya kita lakukan untuk membenahi keuangan kita. Termasuk alokasi-alokasi uang secara detail supaya kita selalu siap dengan berbagai situasi. Sakit, bangkrut, atau mungkin meninggal.

Yang semuanya dirinci seperti ini: 10% persepuluh/sedekah/amal. 10% investasikan ke tempat yang aman. 10% pendidikan. 10% cadangan. 10% alokasi kesenangan. 50% gaya hidup. Tinggal disesuaikan saja dengan penghasilan kita.

Memang, sedikit penghasilan berarti nominalnya akan semakin kecil. Maka dari itu, Financial Revolution in Action memberikan solusi agar nominal rincian tadi menjadi besar dan kita bisa menjadi orang kaya hingga bisa mencapai Financial Freedom.

Tak hanya itu, beberapa kisah orang sukses dan tak mudah menyerah pun diceritakan dalam buku ini. Salah satunya Honda. Bagaimana beliau mampu membangun bisnisnya dimulai dengan menjadi pekerja, hingga akhirnya bisa mendirikan Honda Corporation yang menjadi besar seperti sekarang.

Dua motivator yang saling melengkapi

Yang saya suka, meskipun buku ini dituliskan oleh dua orang. Isinya sangat melengkapi. Sama-sama orang yang bergelut dalam dunia motivasi. Dan sama-sama orang yang sudah memiliki pola pikir keuangan yang sangat baik.

Saya mengenal Tung Desem Waringin memang sebagai pebisnis yang sukses dan telah menjadi pelatih sukses nomor 1 di Indonesia.

Ah ya, di buku ini juga disebutkan bahwa orang kaya adalah orang yang berwirausaha. Sebab berwirausaha artinya dia mampu mandiri dan berani mengambil resiko.

Semuanya adalah pilihan kita sendiri

Pada akhirnya hidup ini adalah pilihan. Semua memiliki konsekuensinya sendiri. Tinggal pilihan ada di tangan kita. Memilih untuk menjadi orang kaya, atau orang miskin 🙂

Sukses tidak datang dengan sendirinya. Sukses adalah akibat dari ketekunan dan sebuah konsistensi, akumulasi pencapaian dari hari ke hari, penambahan dari waktu ke waktu.
Proses memenangkan sukses-sukses kecil setiap hari dengan konsisten melakukan apa yang Anda rencanakan akan membawa Anda pada satu akumulasi kesuksesan yang Anda inginkan. (hlm. 216)

Advertisements

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.