Keseimbangan Hidup Perempuan: Karena Perempuan juga Perlu Seimbang

Processed with VSCO with  preset

Judul: Keseimbangan Hidup Perempuan
Penulis: Irni Satyawati, S.Psi & Asri Rakhmawati (Achi TM)
Penerbit: Stiletto Book
Cetakan 1: Desember 2012
ISBN: 978-602-7572-08-2

Kapan hari waktu ketemu keponakan dia sempet niru iklan, “Ternyata, jadi cewek itu susah.” Ah masa sih jadi cewek itu susah? Kayaknya yang lebih susah itu jadi ibu deh. Secara kalau cewek single mau ngapa-ngapain ya masih bisa aja. Masih bebas. Tapi ketika dia sudah menikah dan jadi ibu, segala perubahan itu pasti awalnya bikin dia kaget-kaget apalagi kalau nggak ada persiapan sebelumnya.

Sinopsis buku

Tapi buku yang akan saya review kali ini ngasih gambaran bahwa perempuan lajang maupun married sebetulnya punya masalah yang sama. Yakni menjaga keseimbangan. Seringkali perempuan itu timpang. Antara pekerjaan dan hobi misalnya. Saking sibuk kerja, jadi nggak sempat ngelakuin hobi sendiri. Atau saking sibuk jadi ibu rumah tangga, nggak sempat bersosialisasi dengan dunia luar. Padahal:

keseimbangan hidup adalah sebuah sumber kebahagiaan yang harus selalu dijaga. Satu aspek saja goyah, maka akan merusak stabilitas elemen lainnya. (hlm. 94)

Itu bener banget! Ketika kita nggak bisa menyeimbangkan hidup. Kebutuhan kita sebagai manusia biasa pasti akan terganggu. Perempuan memang punya kodratnya sendiri, tapi perempuan juga berhak untuk hidup seimbang. Justru dari perempuan yang seimbanglah akan lahir perempuan-perempuan yang kuat, yang berdaya, dan mampu melahirkan generasi-generasi yang baik.

Maka meskipun buku ini tipis, tapi isinya mampu jadi daging. Karena kita akan disuguhi banyak tips bagaimana supaya hidup kita seimbang.

Misalnya tentang happy family versi si lajang dan si married. Si lajang nggak perlu membayangkan bahwa pernikahan itu semata untuk memberikan yang indah-indah saja. Tapi cukup dengan menjadikan diri kita seorang yang yakin, berwawasan, aktif, anggun, terbuka, rasa nyaman, dan sabar kita bisa mendapatkan laki-laki impian kita. Sedangkan si married hanya perlu menghormati suami, jadikan anak dan suami sebagai penyeimbang hidup, dan peduli kepada ipar dan mertua. Dengan bersikap seperti ini, si lajang dan si married akan fokus dalam memperbaiki dirinya. Ketika diri sudah baik, maka family yang happy pun akan kita dapatkan.

Banyak tips dengan tulisan yang mudah dipahami

Dan masih banyak tips lainnya. Dari segi karier, sosial, keuangan, kecantikan dan kesehatan, spiritual, serta me time yang semuanya dijelaskan secara terperinci dan dibedakan antara versi lajang dengan married yang gunanya untuk menyesuaikan perbedaan kehidupan dari lajang dan married itu sendiri. Kecuali bahasan spiritual yang tidak dibedakan. Karena baik lajang maupun married itu sama saja.

Perempuan sering menangisi banyak hal, tapi ia juga bisa menjadi lebih tegar untuk banyak hal. (hlm. 34)

Semua tulisannya sangat mudah dipahami dan diaplikasikan. Apalagi buku ini dibuat dalam bentuk poin-poin, sehingga lebih mengena dan tidak terlalu bertele-tele.

Cover yang cantik dan kekurangan buku

BTW, saya suka banget sama covernya. Warna, font, dan ilustrasinya terasa pas semua. Khas perempuan, warna yang feminim dan kalem, juga font yang cantik.

Hanya saja kekurangannya banyak sekali typo huhu. Kebanyakan sih salah huruf. Misalnya saja benar-benar jadi benar-benat. Dan penempatan huruf kapital yang terkadang tidak tepat.

Bahkan ada kesalahan ketik yang parah, misalnya harusnya sudah menikah, tapi malah ditulis susah menikah. Wah itu kan bedanya jauh banget 😀 Atau banyak perempuan-perempuan. Padahal kalau sudah ada kata banyak, tidak perlu lagi ada kata berulang. Jadi harusnya cukup dengan banyak perempuan.

Harapannya kalau cetak ulang, semoga semua kekurangan typo ini bisa diperbaiki.

Perempuan itu perlu seimbang

Well, dalam hidup seimbang itu perlu. Karena kita perempuan juga manusia biasa yang berhak untuk punya kehidupan pribadi yang bahagia dalam segala aspek kehidupan 🙂

Be smart, be tough, and be wise! So, you will be productive and meaningful woman. (hlm. 108)

Iklan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.