Too Cold to Handle: Kita Perlu Sejenak Berhenti

Too Cold to Handle.delinabooks

Judul: Too Cold to Handle
Penulis: Sofi Meloni
Editor: Afrianty P. Pardede

Penerbit: Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-04-7773-2

Semenjak masuk ke dunia bookstagrammer, saya bersyukur banget kalau semakin hari, saya semakin disibukkan dengan baca buku lagi. Yah, maklum dulu setelah lahiran anak pertama dan hamil anak kedua, kegiatan baca buku berkurang huhu. Tapi Alhamdulillah sekarang tiada hari tanpa buku 😀

Sebenernya saya lagi terharu, karena beberapa waktu lalu, terpilih jadi 20 bookstagrammer untuk mereview di antara 200an orang yang daftar hiks. Terima kasih Kak Rizky Mirgawati,  Kak Afri Pardede, dan Elex Media atas kesempatannya :*

Ini pengalaman baru banget buat saya karena menurut saya ya ini amanah yang cukup lumayan. Karena menuntut kita tidak hanya posting review aja, tapi juga teaser-teaser sebelum buku terbit. Ya semacam menjadi buzzer bukulah 😀

Oke, oke itu hanya sebagai pembuka ya hehe. Maafkan kalau kepanjangan. Karena saking harunya. Dan ini akan berhubungan dengan buku pertama Elex Media yang akan saya review dari program 20 bookstagrammer review buku-buku City Lite.

Penokohan dan Karakter

Yaks, di novel ini saya sebal dengan Tika sebagai tokoh utama. Kenapa sih jadi cewek kok agresif banget 😐 Saya paling nggak suka orang agresif *eh. Kalau saya jadi cowoknya juga mungkin nggak suka diagresifin 😐 Dan kenapa jadi orang kok harus polos banget. Atau bodoh? *eh. Mana ceroboh pula. Karena Tika sering menyesali perbuatan yang sudah dilakukannya sendiri hiks. Tapi di samping itu, Tika tipe yang setia dan pantang menyerah. Seberapa dingin pun laki-laki yang dicintainya, Tika tetap di sampingnya.

Lain dengan Gun, yang ya cukup gemash juga sih. Karena duh kamu kok dinginnya kebangetan *whuaa. Kalau aku jadi cewek, mungkin aku udah nyerah kali deketin kamu bhahaha.

“Lo harus belajar mencintai diri lo sendiri dan percaya sama kemampuan lo sendiri, Tik. Dengan gitu, lo baru akan bisa berhenti mengasihani diri sendiri.” (212)

Sarah dan Jo, sahabat Tika yang selalu ada di sampingnya juga turut mewarnai cerita Too Cold to Handle ini. Sarah dan Jo sama-sama berjiwa bebas yang tidak mau diatur. Tapi mereka bisa dibilang teman yang paling setia ada di samping Tika.

So, kalau ditanya siapakah tokoh favorit, sebetulnya agak berat. Karena jujur saja semua tokoh memiliki kekurangan dan kelebihan yang sama. Tapi kalau dipaksa untuk memilih, saya mungkin akan pilih Tika. Sebab ada sisi lain Tika yang membuat saya terenyuh beberapa kali. Salah satunya adalah sifat setianya di samping orang-orang terdekatnya :’)

Setting tempat dan waktu

Setting di novel ini lebih banyak menghabiskan waktu di apartemen Tika dan Gun. Sejak awal perjodohan, Tika berniat kuat untuk melakukan perkenalan dengan Gun secara mendalam. Itu sebabnya dia sengaja menyewa unit di samping apartemen Gun.

Selain apartemen, juga memakai setting kantor Tika. Papa Tika adalah seorang owner perusahaan, itu sebabnya Tika dipekerjakan di sana. Hubungan dengan atasan dan teman-teman kantornya beberapa kali diceritakan dalam novel ini.

Sedangkan waktu, mungkin malam dan pagi harilah waktu yang paling banyak dipakai. Dimana Tika menunggu Gun di apartemen Gun (iya, Tika nekat untuk meminjam kunci Gun). Dan Tika selalu ingin berangkat kerja bareng dengan Gun. FYI, Tika dan Gun tidak satu kantor ya.

Gaya bahasa

Gaya bahasa cukup mengalir sekali. Ini pertama kalinya saya baca novel Mbak Sofi Meloni. Dan menurut saya, penulisannya sangat oke. Tidak ada bahasa yang tidak saya mengerti. Semua dengan mudahnya bisa dipahami. Dan judul di setiap bagian pun memakai kata-kata yang ringan. Misalnya Permen Warna-warni, Keranjang Dorong, Kotak Kue, dll.

Meskipun beberapa kali masih terdapat salah ketik, tapi sepertinya itu bukan masalah besar. Karena sedikit sekali kok typo nya. Tapi kalau dicetak ulang, bolehlah ini untuk jadi bahan perbaikan 🙂

Ah ya, setiap cerita di novel ini tidak menghabiskan banyak halaman. Cukup dengan 3 lembar, semua sudah cukup untuk dinikmati. Makanya novel ini pun tidak sampai 300 halaman kok 🙂

Konflik

Lantas, apakah inti dari cerita novel ini? Ialah Cantika yang terpesona dengan teman masa kecilnya, Gunawan. Bahkan ia terobsesi menikah dengan Gun setelah mereka dewasa. Perjodohan yang awalnya dicandai ayah Gun dengan ayahnya, dibawa serius oleh Tika.

Tapi perjalanannya ternyata tidak mudah. Tika harus menerima kenyataan dengan sikap Gun yang selalu dingin. Seberapa keras pun Tika berusaha, Gun seperti tidak pernah menyukainya.

Tapi Tika tidak menyerah. Meskipun Sarah, sahabatnya, berulang-ulang memberi tahu Tika bahwa Gun adalah manusia dingin yang tidak peduli padanya.

Terlalu banyak cara Tika meraih hati Gun. Tapi Gun tetap saja dingin. Bagaimana sikap Sarah dan Jo sebagai sahabat Tika?

Konflik yang cukup bikin sebal sejak awal. Aku geregetan sekali dengan Tikaaa. Dan Gun, hei, kamu kok datar banget sih? Pokoknya kita akan dibuat gemash di setiap bagian ceritanya.

Belum lagi dengan konflik orang-orang di sekitar Tika yang tidak kalah membuat seru novel ini. Ya pantaslah kalau judulnya Too Cold to Handle. Karena memang terlalu dingin *eh.

Kita perlu sejenak berhenti

Terlepas dari kekurangan typo tadi, novel ini bisa dibilang tidak memiliki kekurangan lain. Meskipun ceritanya bikin sebal-sebal tapi juga manis. Tapi cerita sangat mengalir sampai selesai.

give your self break. Hidup ini bukan melulu soal target.” (hlm. 211)

Ya kalau boleh kusimpulkan, mungkin yang ingin disampaikan dalam novel ini adalah bahwa terkadang kita perlu untuk berhenti, beristirahat sejenak dari segala macam obsesi kita. Target itu tidak salah. Tapi ketika kita terlalu mengejarnya, justru kita tidak akan siap untuk kecewa. Tapi jika kita pasrah, maka semesta akan bekerja dengan caranya sendiri 🙂

Iklan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s