Flashes of Life: Flash Fiction yang Membuatku Jatuh Cinta!

Flashes of Life.delinabooks

Judul: Flashes of Life
Penulis: Carolina Ratri, Winda Reds, Aimee KK, dkk
Penerbit: Stiletto Indie Book
Cetakan 1: Mei 2018
ISBN: 978-602-336-701-6

Kalau ditanya siapa blogger favorit, maka saya akan menjawabnya Carolina Ratri! Yaps, beliau adalah salah satu blogger favorit saya. Selain tulisan tentang bloggingnya yang sangat berisi, tulisan-tulisannya pun selalu enak dibaca. Selera penulis favorit saya memang nggak muluk-muluk. Kalau tulisannya enak dibaca dan dimengerti oleh saya, sekalipun itu menggunakan diksi misalnya, ya saya suka hehe. Makanya, waktu tahu Mbak Carra bikin buku flash fiction, ulala saya langsung tertarik!

Saya pernah baca beberapa flash fiction Mbak Carra di facebook. Eh dari beliau juga sih saya tahu Flash Fiction (FF) itu seperti apa. Dan ya, bagi orang dengan tipe penulis “nafas” pendek, bisa dibilang, saya jadi suka dengan FF. Tulisannya nggak lebih dari 1000 kata. Itu kan saya banget hehe. Jarang banget saya bisa nulis lebih dari 1000 kata haha.

Sinopsis Buku

Ibu tak perlu tahu. Seusai kubawa ia merayakan ulang tahunnya di kafe mahal besok malam, aku akan menghilang di balik kegelapan. (hlm. 13)

Oke, tentunya buku yang saya review ini juga nggak jauh-jauh dari FF. Flashes of Life. Terdiri dari 99 cerita yang ditulis oleh 30 orang. Wow banyak ya. Yoi! Tapi nggak akan berasa kok bacanya. Karena ya itu tadi, semua cerita di sini adalah flash fiction. Jadi ya pendek-pendek. Satu cerita, langsung selesai. Mirip cerpenlah, tapi lebih pendek lagi.

Flashes of Life ini dibuat dengan 9 bagian. Cerita tentang Anak dan Remaja, Jomlo *btw saya baru tahu kalau bahasa baku jomblo itu jomlo hehe.*, Jatuh Cinta, Menikah, Keluarga, Profesi, Ulang Tahun Perkawinan, Kakek Nenek, dan terakhir Kematian. Sesuai dengan blurb yang ada di belakang buku bahwa setiap manusia akan melewati tahapan dalam hidupnya. Dan ke semua judul itulah yang mewakili tahapan hidup kita.

Ending tidak terduga dan tips-tips menulis flash fiction

Yang saya sukai dari flash fiction adalah ending-ending yang tidak terduga atau disebut dengan twist. Karena twist itu seperti kita diajak nebak-nebak. Duga-duga. “Eh begini bukan sih maksudnya?” “Lah endingnya kok gini?” Ternyata ini memang jadi salah satu syarat untuk membuat flash fiction.

Akhiri cerita dengan Puntiran (Twist)
Beri sesuatu di luar prediksi atau akhir normal.
Akhir cerita tak harus berupa adegan horor, sadis, atau kelam. (hlm. 172)

Yap, jadi buku ini pun dilengkapi dengan tips-tips untuk menulis flash fiction. Sama dengan 9 bagian ceritanya, maka tipsnya juga ada 9. Apa saja itu? Silakan baca sendiri bukunya ya 😛

Di antara ending yang tidak terduga, ada juga sih yang masih mudah ditebak oleh saya endingnya bakal kayak gimana. Dan kebanyakan benar dong dugaan saya haha.

Cerita yang beragam

Cerita-ceritanya beragam. Ada yang lucu seperti di bab Jomlo dan Jatuh Cinta, ada yang suram seperti di bab Keluarga dan Kematian. Ada yang sedih seperti di bab Ulang Tahun Perkawinan. Dan ada yang Horor di bab Kematian. Semua berbaur menjadi satu buku ini. Saling mewarnai setiap cerita. Dan tentu saja ada beberapa pilihan cerita yang saya sukai.

Semua ditulis oleh penulis-penulis yang kebanyakan baru saya kenal. Sebagian ada yang saya tahu juga dari akun-akun media sosial mereka.

Pesan-pesan tersirat

Yang jelas, sebuah buku tak lengkap jika tak meninggalkan sebuah pesan. Pun di buku ini, banyak sekali pesan tersirat. Contohnya, jangan menilai seseorang dari luarnya saja seperti cerita Sang Letnan Dua. Yang masa kecilnya dipenuhi dengan bully, tapi dewasanya mampu menjadi seorang Letnan Dua. Atau di cerita Jasa Rahasia Ujang yang bercerita tentang seorang anak yang menjual gorengan yang diam-diam mengerjakan sesuatu yang tidak ibunya ketahui.

Well, tak banyak kata lagi untuk Flashes of Life. Saya menikmati setiap ceritanya. Hanya butuh dua hari untuk melahap buku ini. Dan saya sangat mendukung kalau ada buku-buku flash fiction lainnya. Karena sepertinya masih jarang sekali yang menerbitkan flash fiction. Padahal, meskipun ceritanya pendek, justru kalau dikumpulkan jadi satu tema begini, seru juga lho!

Eh BTW, kamu sudah kenal dengan flash fiction belum? Atau jangan-jangan sudah ada yang membaca buku ini? Aih sharing dong!

Iklan

Satu respons untuk “Flashes of Life: Flash Fiction yang Membuatku Jatuh Cinta!

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.