Mamma Mia! Just Married: Pernikahan Tidak Selamanya Bahagia

Mamma Mia! Just Married iJakarta.delinabooks

Judul: Mamma Mia! Just Married
Penulis: Indah Hanaco
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-0010-8
Baca via iJakarta

Kalau kamu menganggap bahwa menikah itu bisa menyelesaikan masalah, atau setelah menikah menjadi bahagia selamanya, mungkin kamu harus baca buku ini dulu. Buku yang akan memberikan gambaran padamu bahwa menikah itu tidak selamanya enak. Ya, tidak selamanya bahagia. Tapi juga penuh dengan riak dan duri yang mungkin harus kamu nikmati *ehm, maksudnya harus kamu lewati.

Setelah Mamma Mia! Survivor yang bulan lalu saya baca, saya jadi tertarik buat cari-cari seri Mamma Mia! lainnya di iJakarta. Dan bener aja ternyata ada! Saya merasa nggak salah banget. Karena nyatanya saya masih suka dengan gaya tulisan Mbak Indah Hanaco 😍 Di buku ini pun beliau masih bisa menuliskan semua kisahnya dengan sangat enak dibaca. Saya bisa merasakan kebahagiaan dan kesedihan di setiap kisahnya. Dan membuat pembaca menjiwai seperti ini menurut saya nggak mudah sih.

Sinopsis Buku

“Semua ledakan paling mengerikan ada pada tahun pertama. Bertahanlah, semua akan baik-baik saja.” (hlm. 11)

Ada 10 kisah yang ditulis dalam buku Mamma Mia! Just Married. Kita nggak akan menemukan kisah yang bahagia saat baru-baru menikah. Tapi kita akan disuguhi dengan cerita-cerita yang mengejutkan bahwa ujian pernikahan itu justru dimulai dari satu tahun pertama pernikahan. Dan justru inilah ujian terberatnya!

Misalnya saja, kisah Nina yang ‘kaget’ dengan kebiasaan Attar setelah menikah dan berujung pertengkaran sengit. Kisah Sabrina yang cemburu dengan ibu suaminya, Andaru. Kisah Ina yang tidak bisa menerima kebiasaan tidak terpuji Allan. Atau kisah Gita yang berusaha mengubah Edo agar lebih memperhatikan dirinya, apalagi mereka baru menikah. Ah, rasanya semua kisah punya feelnya sendiri-sendiri. Dan itu akan membuat kita menjadi bersyukur. Serta sadar bahwa memang begitulah pernikahan. Ada kebahagiaan dan kesedihan yang berjalan beriringan.

Dengan rasa saling menyayangi, beberapa pasangan dalam buku ini mampu melewati semua ujian itu. Mereka belajar menepis ego demi kepentingan bersama hingga bisa bertahan dalam pernikahannya. Atau beberapa kisah harus berjuang untuk bertahan hidup dengan memilih jalan yang terbaik.

Pernikahan tidak selamanya bahagia

Bagi saya sendiri yang sudah menikah, saya tidak kaget membaca semua ceritanya. Bahkan ada cerita yang saya pernah sekali mengalaminya. Seperti ribut dengan suami hanya karena masalah sepele. Ya mungkin menurut orang sepele. Tapi percayalah, ketika mengalaminya, itu bagai hantaman yang menyedihkan. Dan setelah berhasil melewatinya, saya dan suami justru bisa menertawakan masa lalu kami yang mungkin terkesan konyol itu. Hmm menikah memang tak pernah berhenti belajar mengenal pasangan. Sampai akhir hayat pun kita selalu dihadapkan dengan kejutan-kejutan baru dari pasangan kita sendiri.

Memahami orang lain memang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Memahami orang lain adalah proses belajar seumur hidup. (hlm. 15)

Menikah itu penuh dengan ujian. Apalagi di tahun-tahun pertama. Masa-masa awal perkenalan dengan pasangan. Jangan kira hanya ada indahnya. Tapi juga ada kemarahan, kesedihan, linangan air mata. Kalau kita tidak kuat iman, mungkin kita menyerah di tengah jalan. Maka dari itu dibutuhkan tujuan sebelum menikah. Agar kita tahu batas yang kita sendiri bisa melewatinya. Dan supaya kita tidak mudah putus asa bila ujian itu datang menghampiri.

Baca: Kita Tidak Sempurna, Maka Pasangan Kita juga Tidak Sempurna

Ah pokoknya saya suka sekali buku ini. Jadi, nggak salah kan, kalau saya mau memberi 4 bintang untuk buku ini? 🙂

Menjadi pasangan suami-istri memang tidak mudah. Tak ada pasangan yang ideal. Yang ada hanyalah pasangan yang tidak pernah berhenti belajar dari kesalahan dan memperbaikinya. (hlm. 38)

 

Iklan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s