Gantung: Horor dan Dewasa

Gantung.delinabooks

Judul: Gantung
Penulis: Nadia Khan
Penerjemah: Juwita Purnamasari, Selsa Chintya
Penerbit: Haru
Cetakan Pertama: Juni 2016
|Jumlah Halaman: 320 hlm.
ISBN: 978 – 602 – 7742 – 93 – 2

Masalah utama manusia yang bisa berkomunikasi dengan alam gaib adalah kadang-kadang dia tidak fokus pada yang bukan gaib. (hlm. 200)

Dulu saya bisa sombong kalau suka dengan genre horor, tapi entahlah setelah nonton Conjuring kok ya jadi sebel gitu sama horor -_- Alhasil sejak itu udah bener-bener nggak mau menobatkan diri untuk suka lagi dengan horor. Mungkin itu yang dinamakan cinta jadi benci *eh.

Ya, novel kali ini yang akan saya review nggak jauh-jauh dari tema horor. Nggak beda dengan film, kalau baca buku atau tulisan horor pun dapet banget merindingnya. Walaupun tetap tergantung siapa yang nulis juga sih. Cuma Gantung ini sukseslah bikin saya jadi lirik kiri kanan kalau bacanya pas malem-malem -_-

Sinopsis

Jadi Gantung bercerita tentang empat orang sahabat laki-laki. Gibbs, Ray, KJ, dan Troll yang bersekolah di Sekolah Menengah Cemerlang Gemilang Terbilang, atau singkatnya SMA elite di Malaysia. Empat orang ini punya satu peraturan yang harus mereka sepakati, yaitu tidak ada yang boleh memiliki pacar tetap, karena itu bisa menghancurkan persahabatan mereka. Mereka boleh bersenang-senang. Dengan satu catatan, gadis itu harus dibagi berempat.

Kalau mereka melanggar, maka resikonya adalah kematian.

Horor dan dewasa

Ah, sudah terbayang dong ya, dari sinopsis singkatnya aja udah bawa-bawa kematian. So pasti ini memang horor. Tapi saya bilang dulu ya, kalau Gantung adalah novel dewasa! Ya 21++ lah. Soalnya walaupun ceritanya di sekolah bahkan hidup di asrama (yang kayaknya ada orang islamnya juga soalnya ada ustadznya), novel ini cukup banyak adegan dewasanya huhu. Aneh juga sih kenapa masih SMA kok ya enak banget melakukan seks bebas -___- Saya kira Malaysia itu menjunjung tinggi agama lho. Nggak tahu lagi kalau di dunia nyatanya memang tidak seperti yang tertulis di novel ini.

Oke balik lagi. Yang jelas nggak kebayang banget buat saya punya sekolah yang suasananya mencekam sekali. Setiap hari harus dibayang-bayangi soal kematian-kematian masa lalu. Tapi jujur saya terganggu dengan dan agak jijik membayangkan kalau peraturan 4 orang sahabat tadi yang ‘membagi-bagikan’ gadis yang ingin mereka senangi. Belum lagi ada adegan soal gay dan lesbian pula halaaah.

“Nggak ada siapa pun yang pantas disalahkan ketika ada orang yang bunuh diri.” (hlm. 243)

Bahasa Malaysia yang terdengar lucu di orang Indonesia

Ini pertama kalinya saya baca novel Malaysia. Meskipun sudah tahu bahasa Malaysia itu ada yang lucu di mata kita orang Indonesia, pas baca novel ini ya tetap berasa lucunya dengan beberapa bahasa atau istilah 😀 Dan seperti biasa, yang saya suka dari Penerbit Haru adalah catatan kakinya. Di dalam Gantung pun masih terdapat beberapa bahasa Malaysia, jadi catatan kaki itu berfungsi menjelaskan arti bahasa atau istilahnya.

Sudah gitu agak lucunya di novel ini banyak kalimat bercetak miring yang maksudnya perkataan di dalam hati gitu. Jarang banget kan biasanya novel detail ngejabarin soal ‘ngedumel’ dalam hati 😄

Hmm kayaknya cukup segitu aja. Kalau kamu sudah dewasa dan suka horor, nggak ada salahnya baca novel ini. Tapi saran saya jangan malam-malam. Supaya tidak kebawa mimpi 🙂

Iklan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s