Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat: Buku Motivasi Antimainstream

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat.delinabooks

Judul: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat
Penulis: Mark Manson
Penerbit: Grasindo (Gramedia Widiasarana Indonesia)
Cetakan I: Februari 2018
Alih Bahasa: F. Wicakso
ISBN: 978-602-452-698-6

Keluarga saya bilang saya adalah orang yang sangat cuek. Tidak peduli dengan orang lain. Sayangnya, penilaian itu salah. Tidak sepenuhnya salah sih, saya memang terlihat cuek dari luar. Tapi sesungguhnya dalamnya rapuh *halah. Tapi sebetulnya saya ini orang yang terlalu peduli. Hanya saja seringkali saya tidak mengerti cara menunjukkan kepedulian itu seperti apa. Perasaan takut salah lah, takut dibully lah, atau takut-takut lainnya membuat saya jadi tidak bisa berpikir cara peduli yang benarnya seperti apa.

Tertarik karena judulnya “Bodo Amat”

Jadi begitu tahu ada buku judulnya kok “bodo amat” saya langsung tertarik pengen punya. Alhamdulillah berhari-hari cuma bisa ngiler, akhirnya suami luluh juga beliin buku ini buat saya 😀 Ya, suami saya tahu bagaimana sesungguhnya saya. Sekali lagi, saya sebetulnya orang yang terlalu peduli. Saking pedulinya bahkan hal yang seharusnya sangat tidak penting pun saya pedulikan. Makanya saya sering dilanda stres sendiri hiks.

Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh; masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda. (hlm. 16)

Mark Manson ini seorang blogger sama kayak saya. Di biodata singkatnya, dia blogger ternama dengan 2 juta pembaca. Dan Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat adalah buku pertamanya. Tapi boleh bilang nggak, kalau buku pertamanya sudah membuat saya jatuh cinta pada tulisannya. Kata orang, versi aslinya lebih bagus. Tapi buat saya versi terjemahannya pun bagus ya iyalah karena saya nggak terlalu bisa bahasa inggris haha

Buku motivasi yang antimainstream

Buku ini bukan mengajarkan kita untuk cuek, bukan. Judulnya memang “bodo amat”. Tapi “bodo amat” di sini mengajarkan kita untuk bodo amat dengan urusan-urusan yang tidak terlalu penting. Yes, cocok banget nih buat saya.

Kunci untuk kehidupan yang baik bukan tentang memedulikan lebih banyak hal, tapi tentang memedulikan hal yang sederhana saja, hanya peduli tentang apa yang benar dan mendesak dan penting. (hlm. 6)

Selama ini kita atau saya aja deh, memikirkan terlalu banyak hal. Seolah kita ini orang yang sangat peduli. Padahal kita sedang menyakiti diri sendiri karena memedulikan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu terlalu dipikirkan.

Buku ini juga tentang motivasi, tapi bukan motivasi seperti yang buku-buku motivasi lainnya. Isinya nyeleneh. Jangan bahagia, jangan kenali diri, jangan berpikiran positif, jangan jadi istimewa, jangan jadi unik. Nah berlawanan dari biasanya kan.

Semakin sempit dan semakin langka suatu identitas yang Anda pilih, semua hal akan tampak semakin mengancam Anda. Untuk alasan itu, sedapat mungkin nyatakan diri Anda dengan cara yang paling sederhana dan paling biasa. (hlm. 163)

“Jangan mengharapkan suatu kehidupan yang bebas dari masalah,” kata panda. “Tidak ada hal seperti itu. Sebaliknya, berharaplah akan hidup yang penuh dengan masalah-masalah yang baik.” (hlm. 35)

Tapi coba baca dulu secara keseluruhan, maka buku ini akan memberi pencerahan yang luar biasa. Kita tidak lagi dikurung dengan hal-hal yang tidak terlalu penting. Dan kita akan menjadi orang yang peduli pada hal yang memang seharusnya dipedulikan.

Selain nyeleneh, bahasa yang digunakan buku ini pun beberapa cenderung kasar. Jadi wajar kalau buku ini diperuntukkan bagi usia 17 tahun ke atas.

Sayangnya, masih banyak kesalahan ketik yang terjadi. Semoga cetakan berikutnya bisa diperbaiki.

Pembahasan paling menarik tentang kematian

Yang saya semakin suka lagi, buku ini membahas sampai tentang kematian. Bagaimana cara kita menyikapi kematian. Masih takutkah kita dengan kematian yang padahal tidak bisa terelakkan. Sungguh membaca bab terakhir ini ngeri-ngeri sedap dan bikin merenung dalam. Ah, sudahlah pokoknya 5 bintang sempurna untuk buku ini!

“Kita semua akan mati, semuanya. Menakutkan bukan? Alasan itu saja seharusnya membuat kita saling mencintai, tetapi tidak. Kita diteror dan digilas oleh hal-hal yang remeh dalam hidup; ditelan oleh kehampaan.” (hlm. 241)

Jangan lupa baca ya, suwer bukunya bagus banget! 😀

Iklan

Satu respons untuk “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat: Buku Motivasi Antimainstream

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.