Love Catcher: Hidup, Cinta, dan Keluarga

Love Catcher.delinabooks

Judul: Love Catcher
Penulis: Riawani Elyta
Penerbit: Gagas Media
Cetakan Pertama: 2017
Jumlah Halaman: vi+314 hlm.
ISBN: 979-780-908-9

Tidak ada yang abadi di dunia ini. Tidak juga kesetiaan. (hlm. 149)

Ujian sebelum pernikahan itu bukan mitos, bagi beberapa orang memang benar terjadi. Di situlah kesetiaan diuji. Akankah kita bisa bertahan, atau justru menyerah.

Demikianlah yang dialami Azizi dan Gaby. Menjalani hubungan yang singkat, tidak membuat Zee, begitu panggilan sayang Gaby untuk Azizi, khawatir untuk melanjutkannya ke jenjang pernikahan. Sayangnya, keraguan justru muncul dari Gaby. Bukan tidak sayang, tapi wacana yang tak terduga dan dilematis tentang keluarganyalah yang menghalangi impian Gaby untuk menikah dengan Zee.

Zee harus pindah tugas kerja ke Anambas, tempat yang jauh dan terpelosok. Ghea, adiknya tidak pernah pulang.  Traumatis sang Mama karena pernah ditinggalkan Papanya. Dan kakaknya, Gary yang terus menjadi petualang entah kemana. Itu semua membuat Gaby, meragukan dirinya bisa menikah.

Maka, akankah Gaby bisa memutuskan? Bagaimana dengan Zee yang sangat yakin dengan Gaby untuk menjadi pendamping hidupnya? Bisakah keluarganya menerima Gaby untuk menikah dengan Zee?

-x-

Sudah sejak awal saya dibuat geregetan dengan novel ini. Mulai dari prolog yang penuh teka-teki dan setiap bagian yang rasanya ingin terus dilanjutkan. Begitu terus sampai akhir.

Cokelat membuat manis cerita di dalamnya

Jika ada hal lain yang menghalangi rencana kita, maka itu hanyalah kematian, atau karena kita memang tidak jodoh. (hlm. 15)

Belum lagi dengan latar novel yang sungguh manis, karena diliputi cerita tentang cokelat. Gaby yang membangun kafe cokelat itu bernama Chocolieta. Dan itulah yang menjadi setting utama dalam novel ini. Tapi jangan kayak saya ya, beberapa kali harus ngiler membayangkan jenis-jenis makanan yang terbuat dari cokelat yang disebutkan, yang rasanya seperti sangat menggugah selera. Maklum, saya salah satu penggemar cokelat haha.

Saya rasa sepadan juga disandingkan dengan cokelat. Karena kalau saya bilang, kisah dalam Love Catcher ini cukup pedih hiks. Ya terbayang dong ya, dua sejoli mau nikah, eh tiba-tiba saja ada halangan yang tidak pernah terduga sebelumnya. Tapi karena banyak cerita cokelatnya, jadi pedihnya cukup tertolong dengan manisnya cerita cokelat itu :p

Kekurangan novel

“… siapa yang bisa menjamin, bahwa semakin banyak yang kita ketahui, hubungan kita akan langgeng dan berakhir dengan pernikahan?” (hlm. 33)

Oia kafe Chocolieta ini berada di Bandung. Tapi sayang, setting Bandungnya sendiri kurang kuat. Paling hanya ada beberapa bahasa Sunda saja yang mencirikan kota Bandung.

Saya sendiri mengerti karena memang orang tua saya juga asli Sunda. Tapi bagi orang yang sama sekali bukan Sundanese, mungkin harus kecewa karena tidak ada penjelasan atau catatan kaki yang menjelaskan artinya. Tidak terlalu masalah sih, karena menurut saya ceritanya tetap bisa dicerna dengan baik kok. Soal setting Bandung juga bisa dimengerti karena memang novel ini bukan fokus ke setting Bandungnya.

Soal kekurangan, ini sebetulnya bukan kekurangan fatal juga sih. Tapi mungkin sudut pandang saya aja. Ada beberapa kali inkonsistensi bahasa baku di narasi. Seperti ada kata ‘kalo, nggak’. Tapi sepertinya sengaja. Mungkin karena saya merasa nggak biasa aja kali ya dengan kata tidak baku di narasi novel serius seperti ini 😄 Sedangkan di dialog ada kata ‘Namun’. Nah ini juga nggak biasa. Jarang-jarang dalam percakapan sehari-hari pakai kata ‘namun’. Karena biasanya pakai kata ‘tapi’ 😀

Lalu di halaman 294 ada inkonsistensi kata ‘lo dan kamu’ dalam satu kalimat.

“Gue nggak mengira kalau kamu benar-benar serius ingin menikah dengan Zee.” (hlm. 294)

Dan ‘gue dan aku’ di hlm. 295 juga dalam satu kalimat. Kalau ini memang agak kurang enak didengar.

“Gue janji, kali ini aku harus bisa menemukan Ghea.” (hlm. 295)

Love Catcher, tentang memahami hidup, cinta, dan keluarga

Kalau kamu sendiri masih ragu, bagaimana mungkin kamu bisa meyakinkan orang lain? (hlm. 219)

Secara keseluruhan, Love Catcher punya kisah yang memberi kita pemahaman yang baik tentang hidup, cinta, dan keluarga. Itu terbukti dari banyaknya kutipan-kutipan indah yang bertebaran. Inilah yang membuat saya selalu suka dengan gaya menulis Mbak Riawani. Dan itu pula yang membuat saya cukup suka dengan novel ini karena tidak menyajikan cerita yang kosong tanpa makna, tapi di dalamnya kita juga bisa belajar dari kisah yang ada di dalam novel seperti Love Catcher yang bisa dipelajari dari kehidupan Gaby.

Bahwa cinta itu nggak pernah memaksakan kehendaknya, sama juga seperti air, cinta pun memiliki muaranya, yaitu keikhlasan. (hlm. 159)

Well, terima kasih Mbak Riawani Elyta atas kesempatan untuk membaca novel ini. Dua kali membaca novel Mbak Riawani, saya merasa sama sekali tidak rugi 😊 Dear Bodyguard yang mengajarkan tentang percaya pada Tuhan.  Dan Love Catcher yang mengajarkan tentang hidup, cinta, dan keluarga 😊

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.