Buku yang Paling Ingin Kubaca Tahun Ini

Rasanya udah lama juga ya saya nggak bikin wishlist buku. Terakhir bikin itu tahun 2015 hiks. Sebenernya bukan nggak punya wishlist juga sih, karena saya selalu punya dan biasanya cuma saya tulis di note pribadi aja hehe. Mungkin karena malas mindahinnya ke blog aja kali ya -_- Dan lagian wishlist saya biasanya nggak kira-kira. Apalagi kalau ada buku bagus atau dari penulis favorit yang terbit, udah deh rasanya pengen dibeli semua -_-

Tapi setelah menikah, saya mulai jarang bikin wishlist. Sadar juga sih karena timbunan masih bejibun dan banyak yang belum kebaca hiks. Akhirnya lebih selektif lagi buat beli buku. Kalau nggak terasa penting ya mending nanti-nanti aja. Ya untungnya aja ada suami juga yang jadi pengontrol saya buat beli buku. Jadi suka minta pertimbangan beliau sebelum beli. Lebih tepatnya sih minta izin kali ya. Kalau boleh, ya beli. Kalau nggak boleh berarti suami tahu kalau itu belum penting buat saya.

Tapi tapi, untuk buku yang ini saya nggak minta izin deh hiks. Soalnya saya kepingin bangeeet bukunya. Lebih lagi karena saya penasaran dengan penulis yang sudah sangat terkenal ini. Buku apa sih? Siapa sih penulisnya? Nih:

via andipublisher.com

Yap, Alberthiene Endah! Ini adalah novel terbarunya. Kenapa saya kepingin? Selain karena sudah lama penasaran dengan tulisan-tulisan beliau , buku ini juga bukan biografi. Maklum, beliau memang spesialis menulis buku-buku biografi, dan saya agak kurang suka dengan buku biografi hehe. Jadi meskipun ini juga based on true story, tapi ini lebih ke novel aja. Jadi menurut saya nggak terlalu kaku aja hehe. Plus pas baca blurbnya kayaknya menarik.

Gondo berada di lorong hening. Ia tak melihat ujung, tak juga melihat kebuntuan. Yang ia lihat hanyalah dinding yang menghimpit. Mengepungnya dan memberi pesan yang sangat jelas: geraknya terbatas. Ia memang masih bisa berjalan. Menapaki harapan. Melangkah lurus menyusuri lorong yang tak pernah ia tahu ujungnya. Akan tetapi ia tak bisa mengambil arah yang berbeda. Tak bisa berkelit. Tak bisa memutar. Berjalan saja ke depan, bersekutu dengan harapan. Satu-satunya yang ia yakini masih ada, kepercayaan bahwa Tuhan sedang mendengarnya.

Itu yang ia rasakan ketika menatap perempuan yang paling dicintainya, Lili. Istrinya bukan lagi berupa perempuan dengan senyum penuh dan mata yang berkerjab indah. Lili tertidur. Atau lebih tepatnya tak sadarkan diri. Selang-selang medis menancap di tubuhnya. Peralatan kedokteran menghasilkan satu-satunya bunyi di ruang ICU. Selebihnya hanya bunyi napas perempuan itu. Amoniak telah meracuni tubuhnya dan mencabiknya dengan kekuatan yang tak terlihat. Seluruh organ tubuh dibuat tak berdaya. Kekuatan otak dilumat. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga perempuan indah yang begitu hidup itu kemudian lunglai. Tak menyentuh lagi dunia. Tidak tatapannya. Tidak kesadarannya. Ia telah sangat berjarak dengan dunia. Dokter mengatakan, istrinya koma.

Gondo kini mematung. Ia dihadapkan pada kenyataan, waktunya bukan lagi sesuatu yang powerful. Waktu yang ia miliki untuk merentangkan harapan begitu lemah. Bahkan ia tak bisa banyak berbuat di tengah waktu yang sempit itu. Ia hanya bisa berharap. Dokter mengatakan sesuatu yang sangat pahit. Kemungkinan hidup istrinya tinggal beberapa persen saja. Amoniak dengan keji terus meluluhlantakkan semua oragn karena fungsi hati yang telah lumpuh. Di dalam waktu yang sempit itu satu-satunya senjata yang bisa ia kerahkan hanyalah…harapan.

_ http://andipublisher.com/produk-0417006330-cahaya-di-penjuru-hati-pre-order-tanggal.html _

Dan saya sudah Pre Order! Yey! Kabarnya yang ikut PO bakal dapet celengan unik berbentuk rumah dari kayu + TTD penulisnya. Yuhhhu asyik! Makin nggak sabar nunggu bukunya dateng.

Maaf kan daku ya Akangmas suami, nggak izin dulu huhu. Biarlah nanti akang tahu kalau bukunya udah dateng aja hehe.

Buku yang Diinginkan dari Giveaway

via Goodreads

Kenapa saya kepingin buku itu? Karena saya tertarik dengan blurbnya:

Akan tetapi, binatang nampaknya lebih beruntung dibanding manusia. Dunia dan nilai mereka sudah niscaya dari awal sampai akhir. Sedang dunia manusia, suka menjebak diri dengan kebebasan yang dimilikinya atau yang ia peroleh dari Tuhannya. Manusia merasa bebas untuk memilih, termasuk memilih bunuh diri atau melenyapkan standar-standarnya terhadap nilai kemanusiaan.

Esai-esai yang ditulis oleh Emha Ainun Nadjib dalam buku ini, merefleksikan betapa panjang pertanyaannya atas hidup. Emha tak hanya melihat pola interaksi antara manusia dengan Tuhan yang semakin mengabur, tetapi juga semakin tersingkirnya manusia dari strata-strata sosial yang mereka bentuk sendiri.

_ Goodreads _

Dari blurbnya sudah terlihat jelas gaya Cak Nun. Yaa seperti kita tahu kalau Cak Nun memiliki gaya khas setiap penyampaiannya dalam bercerita tentang kehidupan. So, kalau saya berhasil mendapatkan buku ini, maka bisa jadi perenungan yang dalam bagi saya pribadi, atau bisa jadi bahan diskusi dengan suami. Karena pas banget suami juga suka dengan gaya khas Cak Nun 😀 Lagi pula, ratingnya di Goodreads cukup tinggi hehe. Jadi saya percaya kalau buku ini memang bagus 🙂

Semoga saja saya mendapatkan buku ini ya. Aamiin 😀

Iklan

2 thoughts on “Buku yang Paling Ingin Kubaca Tahun Ini

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s