Underwater: Trauma yang Mendalam

Underwater

Judul: Underwater
Penulis: Marisa Reichardt
Penerjemah: Mery Riansyah
Penerbit: Spring
Cetakan Pertama: Maret 2017
Jumlah Halaman: 330 hlm.
ISBN: 978-602-60433-4-1

Seperti yang pernah saya posting sebelumnya, kalau saya dapat kesempatan untuk membaca 150 halaman pertama buku Underwater dari Penerbit Spring. Nah, beberapa waktu lalu sudah dikirimkan buku cetaknya *yeay*. Saya emang nggak sabar banget nungguin gimana kisah Morgan selanjutnya.

Tak ada gunanya hidup hanya dengan mencemaskan mati. Ada perbedaan antara menyiapkan diri dan menjadi takut. Jangan pernah berhenti menikmati hidup hanya karena kau takut. (hlm. 71)

Saya ulang ya. Underwater ini bercerita tentang seorang gadis SMA yang bernama Morgan Grant yang tidak pernah keluar dari apartemennya. Dia punya trauma yang mendalam dengan tanggal Lima Belas Oktober. Karena trauma itulah dia tidak pernah keluar dari rumahnya, bahkan sekolahnya pun hanya dilakukan via online.

Morgan sebenarnya tinggal dengan ibu dan adiknya. Setiap ibunya bekerja dan adiknya sekolah, maka tinggallah Morgan sendiri di rumah. Setiap hari Selasa dia akan menerima kedatangan Brenda, yakni psikolog yang membantunya agar Morgan memiliki kemajuan untuk mengatasi rasa traumanya.

Di tengah-tengah itu, hadirlah tetangga baru, seorang pria bernama Evan Kokua yang perlahan membawa perubahan pada Morgan. Perlahan Morgan mulai berani untuk keluar dari pintu apartemen, menulis surat, dan turun beberapa undakan tangga apartemennya.

Lantas, apa kehadiran Evan akan membuat Morgan benar-benar berubah dan hilang dari rasa traumanya? Atau justru karena memperparah rasa traumanya karena Evan mengingatkannya pada masa lalu-masa lalunya? Silakan baca sendiri ya 🙂

-x-

Bagi beberapa orang, sebuah kejadian yang menimbulkan rasa trauma memang bisa sembuh dengan sendirinya. Mungkin karena mereka secara sadar bahwa kejadian itu hanyalah masa lalu dan bukan untuk membuat diri berhenti. Tapi bagi sebagian yang lain, kejadian bisa menimbulkan rasa trauma dan membuatnya tidak mau kembali lagi mengingatnya, bahkan bisa jadi kejadiannya seperti Morgan yang sampai tidak mau keluar rumah. Ya, sedikit saya bisa paham. Karena saya sendiri punya trauma yang mendalam dengan mengendarai motor sendiri. Itu karena dulu saya pernah jatuh saat belajar motor *halah okeskip.

“… menulis membuatmu merasa
lebih baik. Teruslah menulis. Mencurahkan perasaan dalam kata￾kata barangkali dapat menolongmu memprosesnya.” (hlm. 81)

Makanya barangkali saya bisa memahami orang-orang seperti Morgan memang butuh pertolongan. Lebih tepatnya ditolong oleh orang-orang yang bisa bersahabat dan tidak menghakimi dirinya. Hmm.

Oke, sebelum saya semakin sotoy, saya akui saya cukup suka dengan novel Underwater. Karena secara tidak langsung saya bisa belajar dari Morgan. Yang awalnya saya kurang simpati dengan dia dan merasa bahwa dia hanya berlebihan, tapi semakin diselami dan mengingat trauma saya tadi, rasanya wajar saja. Karena kekuatan setiap orang memang berbeda kan. Ya, maksudnya kekuatan hati untuk menerima sebuah kejadian.

Menuangkan kepedihan dan rasa frustrasi ke halaman kertas akan
sangat membantu. Saat menuliskannya, kau dapat berpikir aku sedang melepaskan ini.” (hlm. 134)

Lima Belas Oktober yang membuatnya merasa bersalah. Lantas menjadi trauma yang cukup mendalam. Memang sebuah kenyataan bahwa tidak semua orang bisa dengan mudah memaafkan dirinya sendiri. Toh memang kebanyakan begitu. Kita lebih mudah memaafkan orang lain dibanding diri sendiri.

Ya, tapi pada akhirnya hidup harus terus berjalan. Apakah seseorang yang mengalami trauma mau melanjutkan hidupnya atau tidak, ya itu hanya ada di tangannya. Kalaupun banyak orang yang berusaha menolong dirinya, semuanya tetap dikembalikan lagi ke dirinya sendiri. Karena sesungguhnya hanya ia yang bisa menolong dirinya sendiri 🙂

So, ini bacaan yang cocok bagi kamu yang mungkin juga punya rasa trauma 🙂

“Hatimu memerlukan kenyamanan dan penghiburan. Berikan. Jangan menjadi korban, tapi jadilah penyintas.” (hlm. 162)

Iklan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s