Underwater (Review 150 Hlm. Pertama)

Judul: Underwater
Penulis: Marisa Reichardt
Penerjemah: Mery Riansyah
Penerbit: Spring
Cetakan Pertama: Maret 2017
Jumlah Halaman: 330 hlm. 
ISBN: 978-602-60433-4-1

Kalau pembaca blog ini sering main ke blog saya, pasti tahu kalau ada satu penerbit yang cukup sering saya review bukunya. Yap, Haru. Penerbit Harulah yang mengenalkan saya pada bacaan-bacaan Korea. Padahal sebelumnya saya hanya tahu dunia Korea lewat drama atau film. Dan setelah membaca buku Haru, ternyata asyik juga untuk menikmati fiksinya lewat buku.

Jadi atas alasan itulah saya bergabung dengan Duta Haru Surabaya. Yaa bisa dibilang kami adalah penggemar buku-buku terbitan Haru. Makanya waktu ada tawaran, tanpa pikir panjang, saya langsung mau (banget) gabung 😀

Nah buku Underwater ini adalah salah satu bagian dari kegiatan kami. Jadi kami semua mendapat kesempatan untuk membaca 150 halaman pertama Underwater sebelum buku ini diterbitkan nantinya. Bukan dari Haru sih, tapi lininya yaitu penerbit Spring.

Oke, Underwater bercerita tentang seorang gadis bernama Morgan Grant yang tidak pernah keluar dari pintu apartemennya. Morgan punya semacam trauma dengan tanggal Lima Belas Oktober. Ya, ia hanya melakukan segala sesuatunya di dalam apartemen termasuk sekolahnya yang hanya dilakukan secara online.

Morgan tinggal bersama ibu dan adiknya. Setiap minggunya, ada Brenda yang datang menemani setiap hari Selasa. Brenda adalah seorang psikolog. Ia akan berbicara apa saja pada Morgan dan memastikan bahwa gadis itu memiliki kemajuan setiap harinya.

Dan kehadiran Evan perlahan membawa perubahan pada Morgan. Morgan mulai berani untuk keluar dari pintu apartemen, menulis surat, dan turun beberapa undakan tangga apartemennya. Barangkali karena Evan mengingatkannya pada masa lalu-masa lalunya. Evan bisa menjadi bantuan yang dia butuhkan untuk kembali terhubung dengan dunia luar.

Tak ada gunanya hidup hanya dengan mencemaskan mati. Ada perbedaan antara menyiapkan diri dan menjadi takut. Jangan pernah berhenti menikmati hidup hanya karena kau takut. (hlm. 71)

“… menulis membuatmu merasa
lebih baik. Teruslah menulis. Mencurahkan perasaan dalam kata￾kata barangkali dapat menolongmu memprosesnya.” (hlm. 81)

Menuangkan kepedihan dan rasa frustrasi ke halaman kertas akan
sangat membantu. Saat menuliskannya, kau dapat berpikir aku sedang melepaskan ini.” (hlm. 134)

Dari 150 halaman pertama ini sejujurnya saya belum mendapat banyak informasi. Tapi secara garis besar barangkali ada di kata kunci Lima Belas Oktober. Ah, saya jadi tidak sabar menunggu bukunya benar-benar terbit dan kemudian melanjutkan membacanya.

So, saya akan sangat menunggu kehadiran Underwater dan menikmati secara lengkap cerita Morgan Grant (bersama Evan *eh) 😀

Iklan

One thought on “Underwater (Review 150 Hlm. Pertama)

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s