Apa Kabar Rindu?: Ketika Jodoh Dinanti dalam Taat

1488176967367

Judul: Apa Kabar Rindu?
Penulis: Sen @SenyumSyukur
Cetakan I: Februari 2017
Diterbitkan oleh: PSPD Press
ISBN: 978-602-60692-3-8

Perasaan adalah candu. Jika dituruti kian menjadi, semakin dimanja tak akan pernah dewasa. Mudah berganti seperti cuaca. Cinta di waktu pagi kadang menjadi musuh di saat senja. Begitu pula sebaliknya. Maka terlalu bodoh jika menjadikannya hakim utama apalagi sebagai tuhan. (hlm. 13)

Perkara jodoh memang tak pernah usai. Terlebih bagi sebagian orang yang begitu merasakan lamanya menanti kehadiran jodoh. Dulu pun saya pernah merasakannya. Menerka-nerka siapakah yang akan jadi jodoh seorang wanita penuh dosa ini? Apakah ia yang sudah lama saya kenal atau bukan? Apakah ia yang pernah saya damba untuk menjadi jodoh saya? Semuanya terasa samar dan menjadi berat. Lebih berat manakala saya pernah mengalami rasanya cinta dalam diam. Di saat kekaguman hanya bisa saya diamkan dalam hati. Saat rindu tidak jua bertemu ujungnya. Tapi Allah memang Maha Baik. Ia yang tahu kapan saat yang tepat untuk umat-Nya 🙂 22 Juli 2015, saya diizinkan menikah oleh seorang pria yang saya kagumi 🙂 Baca cerita lengkapnya di sini.

Maka begitu jualah buku ini. Apa Kabar Rindu? yang berisi bagaimana seharusnya menyikapi cinta sebelum menikah. Bukan dengan mengungkapkan cinta atau menjalin hubungan pacaran dan sejenisnya yang terdapat khalwat di dalamnya. Melainkan cinta yang harus dipendam jika memang belum siap memasuki mahligai pernikahan. Juga tentang bagaimana agar hati tak gundah manakala cinta dan rindu pada seseorang yang belum sah belum bisa diungkapkan.

Membiarkan hati terjebak sama saja dengan mengukir sajak-sajak kenangan dalam hati. Semakin lama terjebak, kenangan itu akan semakin sulit dihapus. (hlm. 16)

Kelihatannya memang berat. Apalagi ketika cinta dan rindu begitu membuncah. Tapi percayalah, ketika kita menaati perintah Allah untuk menjaga hati agar tidak jatuh pada zina, maka Allah-lah yang akan memberikan kita ketenangan hati sampai kita dipertemukan jodoh kelak.

Maka buku ini pun terdapat bab tentang Menghapus Rasa. Di bab ini kita akan diajak untuk tidak menyimpan rasa pada seseorang, karena itu akan menyakitkan manakala kenyataan yang terjadi berbeda dari yang kita harapkan.

Sungguh tidak ada cinta sejati tanpa pernikahan. Cinta sebelum halal hanyalah nafsu yang minta dimanjakan. (hlm. 119)

Ya, tidak ada cinta sejati tanpa pernikahan. Karena seperti itulah cinta seharusnya. Sebab pernikahan adalah bentuk komitmen dan tanggung jawab.

Bahasa yang digunakan buku ini tergolong puitis namun ringan. Sangat cocok bagi para single yang sedang menanti jodoh dalam ikhlas. Ada 5 bab, yang setiap babnya hanya berisi tulisan pendek namun berisi dan bisa membuat hati lebih tenang dalam menyikapi perasaan.

Apa Kabar Rindu?

Kenangan dan cinta memang sangat sulit dihapus, tapi ingatlah bahwa kau berdoa pada Allah Yang Menguasai hati setiap hamba. Bukankah cinta dan kenangan tempatnya di hati? Berdoalah! (hlm. 91)

GIVEAWAY!!!

Nah teman-teman, ada yang mau dapatkan buku ini? Ikuti giveawaynya di Instagram saya ya @adedelinaputri. Akan ada dua orang pemenang yang masing-masing berhak mendapatkan 1 buku ini secara GRATIS!! Psst, ada satu tulisan saya lho di dalamnya 😀

Iklan

One thought on “Apa Kabar Rindu?: Ketika Jodoh Dinanti dalam Taat

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s