Aku Anak yang Berani: Pentingnya Pendidikan Seksual pada Anak

aku-anak-yang-berani-ijak

Judul: Aku Anak yang Berani
Penulis: Watiek Ideo
Ilustrasi: Lenny Wen, dkk
Penerbit: Kompas Gramedia
Tahun terbit: 2014
Baca versi ebook di iJak

Selamat malam readers!

Oke, ini pertama kalinya saya posting di tahun 2017 setelah bulan Januari kemarin benar-benar tidak ada posting sama sekali, hiks. Padahal saya sudah berjanji akan menerapkan one month min. one posts. Tapi bulan kemarin minat baca memang sedang menurun. Jadilah beberapa buku tidak selesai saya baca karena tidak ada yang benar-benar menarik hati -_- So, maafkan saya ya huhu *okesekiancurhatnya.

Barangkali kita sudah tahu kalau minggu ini sedang ramai pembahasan sebuah buku anak bertema pendidikan seksual yang dirasa kurang pantas dan menuai komentar negatif dari beberapa kalangan orang tua. Sayangnya komentar-komentar bernada negatif itu hanya disimpulkan dari halaman buku yang dishare sepotong. Padahal kalau mau dibaca secara keseluruhan, kita bisa paham bahwa buku itu memang perlu bimbingan orang tua dan bukan hanya dibaca oleh anak saja. Terlepas dari seorang pakar parenting yang menyatakan buku itu memang belum tepat secara penulisannya, tapi yah syukurlah kabar dari penerbit dan penulis buku itu kini sudah ditarik.

Sayangnya, efek buku tadi juga berimbas pada buku bertema serupa yang lebih dulu terbit, yakni buku Aku Anak yang Berani yang ditulis Watiek Ideo. Kabar dari Mbak Watiek, buku ini juga ditarik dari toko buku karena pihak toko buku khawatir kalau orang juga akan menuai protes karena buku ini disinyalir memiliki kemiripan dengan buku yang menuai komen negatif tadi.

Saya sendiri percaya bahwa buku Aku Anak yang Berani, Watiek Ideo aman meski belum membacanya. Terbukti karena sudah ada rekomendasi dari KPAI dan MUI yang disebutkan, serta komentar-komentar positif dari orang tua yang sudah membacanya. Saya pun berusaha mencari buku ini. Sudah beli di toko buku online sih, tapi belum datang. Jadilah sementara saya pinjam di iJak dulu hehe (nggak sabar ceritanya :D)

So, kesan apa yang saya dapatkan setelah membacanya? Nyatanya memang aman kok. Sampul bukunya sudah jelas ditulis BO (Bimbingan Orang tua). Meskipun sama-sama perlu bimbingan orang tua, dari segi isi tidak ada kata-kata yang vulgar dan gambarnya pun lebih ramah anak, jadi orang tua lebih mudah menjelaskannya.

screenshot_2017-02-26-19-20-48-319_mam-reader-ijakarta

Seperti cerita pertama. Kenapa Berbeda? menceritakan tentang seorang anak perempuan yang bertanya pada mamanya mengapa bentuk kemaluannya berbeda dengan adiknya. Bisa lihat penjelasannya di bawah ini.

screenshot_2017-02-26-20-04-43-973_mam-reader-ijakarta

Dan cerita-cerita lainnya pun diceritakan dengan bahasa sederhana yang lebih mudah dipahami anak.

Di setiap akhir cerita, buku ini juga memuat tips-tips untuk orang tua bagaimana ketika anak mulai bertanya, atau hal-hal apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan anak untuk menjaga dirinya.

screenshot_2017-02-26-19-21-10-189_mam-reader-ijakarta

Well, pada akhirnya kedua buku ini memberi pelajaran khususnya bagi kita para orang tua, bahwa pendidikan seksual untuk anak bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan, dan justru menjadi hal yang sangat penting untuk mengedukasi anak soal seksualitas sejak dini. Karena biar bagaimana pun, orang tualah yang harus mengajarkan anak pertama kalinya. Agar anak lebih dulu punya pegangan dan lebih bisa melindungi dirinya.

Iklan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s