Gerbang Dialog Danur: Pelajaran dari Tak Kasat Mata

img_20161022_065500

Judul: Gerbang Dialog Danur
Penulis: Risa Saraswati
Penerbit: Bukune
Jumlah Halaman: xii+224 hlm.
Cetakan I: 2015

ISBN: 602-220-150-0

Jangan heran jika tak sengaja mendapatiku sedang berbicara, atau tertawa ketika tidak ada siapa pun yang sedang terlihat bersamaku. Aku tidak sendirian seperti yang terlihat. Coba picingkan sedikit mata kalian, dan lihat aku sedang berbicara dengan siapa. (hlm. vii)

Persahabatannya dengan Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janshen dimulai saat Risa berusia 8 tahun. Saat ia harus hidup terpisah jauh dari orang tua, adiknya, dan harus tinggal di Bandung bersama nenek dan sepupu-sepupunya. Risa memang penyendiri kala itu. Itulah yang mempertemukan ia dengan kelima sahabatnya.

Sayang, kelima sahabatnya itu tidak nyata. Mereka adalah makhluk tak kasat mata yang seringkali kita sebut hantu. Ya, hantu 🙂 Mereka adalah korban dari pembantaian Nippon pada masa penjajahan Belanda.

Karenanya, sering Risa terlihat berbicara, tertawa, berlarian sendirian. Padahal ia hanya sedang bercengkrama bersama kelima sahabatnya. Hingga suatu ketika, saat usia Risa sudah menginjak 13 tahun, ia harus rela kehilangan sahabat-sahabatnya. Karena mereka marah bahwa Risa tidak menepati janjinya untuk hidup bersama mereka selamanya.

Namun, inilah yang terjadi. Setelah 3 kali percobaan bunuh diriku tidak berhasil, lama-lama aku mulai merasa takut pada takdir yang sebenarnya tak bisa kukendalikan sendiri. Aku jadi sadar, bahwa hidupku bukan hanya milikku seorang. (hlm. 69)

-x-

Cukup bergidik membaca buku ini. Apalagi di malam hari yang hanya berdua dengan anak. Nekat? Mengingat saya sudah lama meninggalkan genre horor karena ketakutan dengan salah satu film Barat -_- Tapi berbeda ketika kembali membaca genre horor di buku ini. Ceritanya memang seru, membuat penasaran terus menerus, karena mungkin penulisannya yang juga bagus.

Kau tahu kan apa itu danur? Itu adalah air berbau busuk yang keluar dari mayat yang mulai membusuk. (hlm 195)

Saya pikir cerita ini fiktif, tapi ternyata semua cerita adalah pengalaman nyata Risa yang bertemu dengan makhluk-makluk tak kasat mata itu. Dimulai dengan cerita tentang pembantaian-pembantaian kelima sahabat Risa yang sangat sadis. Tentang pertemuan-pertemuan Risa dengan hantu-hantu lain yang digambarkan sangat menyeramkan.

Saat menyala, kini jelas sudah kulihat di depanku berdiri seorang perempuan tanpa busana, yang seluruh tubuhnya hitam nyaris tak berbentuk. Tubuhnya seperti habis terbakar. (hlm 199)

Tapi dibalik itu, ada pelajaran-pelajaran yang bisa diambil dari setiap cerita hantu yang datang pada Risa. Salah satunya cerita dari Kasih yang bunuh diri. Hingga ia mati pun, jerat tali yang membunuhnya masih mengikat lehernya dan terus kesakitan. Sampai ia meminta bantuan pada Risa, namun sayang, Risa tidak bisa melepaskan jeratan tali itu. Inilah yang membuat kita akan menyadari, bahwa kematian dengan cara bunuh diri sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah. Kita bahkan tahu Tuhan benci perbuatan itu.

Masih banyak cerita-cerita lainnya yang juga akan memberi kita pelajaran berharga. Terlepas dari apakah cerita tentang hantu-hantu itu memang benar ada atau tidak. Tapi cerita Risa memberi banyak pelajaran bahwa hidup seharusnya memang disyukuri. Kita masih diberikan orang-orang yang sayang pada kita. Hidup yang seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Agar saat kita mati, kita tidak meninggalkan kesia-siaan 🙂

Dia masih memberiku kesempatan untuk menjalaninya sesuai keinginanku. Jika aku jatuh terperosok hingga tak mampu lagi bangkit, itu semua salahku, bukan salah Tuhan. (hlm. 220)

Untuk menambah kesan horor, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi-ilustasi yang menyeramkan. Saran saya, baca buku ini di siang hari, jika kamu tidak mau bergidik dan ketakutan sendirian 🙂

Iklan

4 thoughts on “Gerbang Dialog Danur: Pelajaran dari Tak Kasat Mata

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s