Who Will Cry When You Die?

who will cry when you die

Judul: Who Will Cry When You Die
Penulis: Robin Sharma
Penerjemah: Airin Nisa
Penerbit: Kaifa
Jumlah Halaman: 220 hlm.
ISBN: 978-602-7870-62-8
Cetakan I: Oktober 2014

“Nak, ketika kau lahir, kau menangis, sementara dunia berbahagia. Jalani hidupmu dengan sedemikian rupa sehingga ketika kau mati, dunia menangis sementara engkau berbahagia.” (hlm. 13)

Judulnya cukup menohok, When Will Cry When You Die? Iya, siapa ya yang akan menangis kalau saya meninggal nanti? Apakah saya cukup berharga di mata dunia *halah*, apakah saya cukup berharga di mata orang-orang terdekat saya? Ataukah ada atau tiadanya saya malah tidak berpengaruh *hiks sedih banget šŸ˜¦ Itu sebabnya, tanpa ragu, saya langsung kepinginĀ beli buku ini.

Kita semua ada di sini untuk maksud yang unik, semacam tujuan mulia yang mengizinkan kita untuk melihat dengan jelas otensi terbesar kita sebagai manusia, sementara pada waktu yang sama, kita membuat kehidupan di sekeliling leih berharga. (hlm. 14-15)

Ternyata apa yang saya dapatkan sepadan dengan hasilnya. Meski tidak begitu sesuai dengan ekspektasi saya. Karena saya kira isinya semacam kisah hidup seseorang yang diselingi hikmah-hikmah, tapi rupanya isi buku ini lebih kepada nasihat-nasihat bijak tentang kehidupan. Well, meski begitu isi buku ini sangat bisa diaplikasikan, JIKA KITA MAU.

Kalau kalian suka dengan Mario Teguh, barangkali Robin Sharma ini tidak beda jauh. Beliau pun fokus pada bidang pengembangan diri dan kepemimpinan. Dan dalam setiap nasihat pengembangan diri, sebenarnya kalimat-kalimatnya sangat sederhana. Tapi hal yang justru kelihatannya mudah, pada kenyataannyaĀ seringkali diabaikan. Sederhananya, kita lebih sering terfokus pada kesulitan dibanding kemudahan yang sebenarnya ada di depan mata.

Untuk menjalani hidup yang lebih bahagia dan memuaskan, ketika kita menghadapi situasi sulit, kita harus terus mengubah-ubah sudut pandang dan terus bertanya kepada diri sendiri, “Apakah ada cara yang lebih terbuka dan bijaksana untuk melihat situasi yang tampaknya negatif ini?” (hlm. 19)

“Aku telah memahami bahwa tolok ukur kesuksesan bukanlah posisi yang telah dicapai dalam hidup, melainkan rintangan yang dia lewati saat berusaha mencapai kesuksesan.” (hlm. 27)

jauh dalam lubuk hati, kita tahu sebagian besar hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. (hlm. 36)

Maka begitulah isi buku ini. Belajar tentang kebijaksanaan, cara menikmati hidup, fokus pada kebaikan, dan hal-hal yang positif lainnya.

kegembiraan terbesar di dunia sering kali adalah hal-hal paling sederhana dalam hidup. (hlm. 44)

Kau tidak akan memiliki kebijaksanaan dan pengetahuan yang kau punya sekarang, jika bukan karena kemunduran yang telah kau hadapi, kesalahan yang telah kau buat, dan penderitaan yang telah kau alami.”

Ingatlah bahwa di seberang ketakutan terdapat kebebasan. (hlm. 58)

Ketika kau mulai “menggunakan kacamata” seseorang yang sedang berbicara dan mencoba melihat dunia dari perspektifnya, kau akan terhubung dengannya secara mendalam dan membangun hubungan saling percaya yang akan bertahan lama. (hlm. 76)

“Genggam hidupmu di tanganmu sendiri dan apa yang akan terjadi? Hal buruk tak ada yang dapat disalahkan.” (hlm. 159)

Buku ini sangat mudah dinikmati, karena tidak ada pembagian bab, jadi bisa dibacaĀ  secara acak. Judul yang menjadi favorit saya pun cukup banyak. Di antaranya Kembangkan Filosofi Kejujuran, Tiru Seorang Anak, Bangun Lebih Awal, Gunakan Kacamata Orang Lain, dan sepuluh judul lainnya hehe. Oh ya, total semua judul buku ini ada 101 judul. Memang banyak, tapi satu judul hanya memakan 1 sampai 2 lembar saja. Karenanya tidak akan membosankan untuk dibaca.

Well, saya rasa kita butuh banyak buku seperti ini. Buku yang memberi pemahaman-pemahaman sederhana dalam kehidupan. KarenaĀ hidup memang hanya sekali, karenanya, memanfaatkannya secara bijak adalah suatu keniscayaan šŸ™‚

tujuan hidup adalah hidup dengan tujuan (hlm. 215)

Iklan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s