Bunda Sayang – 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak

Bunda Sayang.delinabooks

Judul: Bunda Sayang – 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak 
Penulis: Komunitas Institut Ibu Profesional 
Penerbit: Gazza Media
Cetakan I: Desember 2013
Jumlah Halaman: ix+183 hlm.
ISBN: 978-602-269-039-9

Satu Ibu yang baik, akan melahirkan satu keluarga yang baik. Satu generasi Ibu yang baik, maka akan datanglah penerus yang dijanjikan. – Tere Liye (hlm. iv)

Menjadi seorang dokter, guru, insinyur, psikolog, atau profesi lainnya barangkali dibutuhkan sekolah hingga kurang lebih 18 tahun untuk sekolah. 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, 4 tahun kuliah dan 2 tahun untuk mengambil sekolah profesi. Tapi menjadi seorang ibu, belum pernah ditemukan sekolahnya. Padahal ibu sering dikatakan menjadi tombak dalam kesuksesan keluarga termasuk anak-anaknya. Barangkali inilah yang menjadi fokus Ibu Septi Peni Wulandari, pendiri dari Komunitas Institut Ibu Profesional.

“Anakmu bukan milikmu, ia adalah milik jamannya, 
Kau boleh berikan rumah untuk raganya,
tapi tidak untuk jiwanya,
Karena jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
walaupun dalam impian” 
(Anak – Kahlil Gibran) (hlm. v)

Ya, seperti kutipan puisi Kahlil Gibran di atas, seorang anak adalah milik zamannya. Maka mendidiknya sesuai zaman pun menjadi keniscayaan. Buku Bunda Sayang Seri Ibu Profesional #1 ini memberikan 12 ilmu dasar mendidik anak. Seperti mengenal gaya belajar anak. Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Yang terbagi menjadi tipe visual (melihat), auditori (mendengar), dan kinestetik (bergerak/praktek). Sebagai orang tua tentunya harus bijak menghadapi hal ini. Anak yang gaya belajarnya dengan cara melihat, tidak bisa dipaksakan untuk disuruh mendengarkan ceramah. Begitupun jika si anak memiliki gaya belajar auditori, maka yang terpenting baginya adalah penjelasan yang ia dengarkan, dan seterusnya.

Selanjutnya, mengajarkan anak untuk cerdas dalam hal finansial sejak dini. Bisa dengan diajak berjualan misalnya. Dari situ si anak akan belajar bagaimana ia berusaha untuk mendapatkan sesuatu juga belajar mengatur keuangan. Serta masih ada 10 ilmu lainnya. Di antaranya: komunikasi prouktif, memandu kemandirian anak, melejitkan kecerdasan emosi dan spiritual, mendidik anak suka membaca dan menulis, saya suka matematika!, menjadikan anak adalah bintang, memacu kreativitas anak sejak dini, membangun karakter anak lewat dongeng, pendidikan seks yang tepat dan benar sejak dini juga membangun kebersamaan melalui teknologi.

jika kita mampu mengerti (dengan berkomunikasi produktif pada anak) dan mengenali perasaan emosi mereka terlebih dahulu maka mereka akan terbuka dan mendengarkan saran logis dari kita. (hlm. 16)

Kedua belas ilmu tersebut ditulis secara ringan oleh anggota-anggota Komunitas Institut Ibu Profesional. Yang semuanya diawali dengan cerita pribadi bersama anaknya, atau mengambil contoh dari orang tua dan anak lain. Untuk selanjutnya akan diberi ilmu dasar yang berhubungan dengan cerita-cerita tersebut. Semuanya ditulis dengan bahasa sehari-hari sehingga lebih mudah dimengerti.

Dalam suatu majelis Rasulullah SAW mengingatkan para sahabat-sahabatnya, “Hormatilah anak-anakmu dan didiklah mereka. Allah memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti kepadanya.” Salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana cara membantu anakku sehingga ia dapat berbakti kepadaku?” Nabi menjawab, “Menerima usahanya walaupun kecil, memaafkan kekeliruannya, tidak membebaninya dengan beban yang berat, dan tidak pula memakinya dengan makian yang melukai hatinya.” (HR. Abu Daud) (hlm. 51)

Rasulullah berkata, “Siapa yang memiliki anak, hendaklah ia bermain bersamanya dan menjadi sepertinya Siapa yang menggembirakan hati anaknya, maka ia bagaikan memerdekakan hamba sahaya. Siapa yang bergurau (bercanda) untuk menyenangkan hati anaknya, maka ia bagaikan menangis karena takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla'” (HR. AbuDaud dan At-Tirmidzi) (hlm. 58)

Sayangnya, terdapat banyak sekali kesalahan penulisan dalam buku ini. Seperti penempatan awalan di- yang tidak tepat, kesalahan atau kurang huruf, kurang spasi, salah tanda baca, kesalahan susunan kata, kata yang tidak baku, jadwal misalnya ditulis jadual. Membuat buku ini seperti tidak mendapat sentuhan editor. Padahal di di halaman depan tertulis nama editor. Semoga saja jika dicetak ulang, hal ini bisa diperbaiki.

“Jangan biarkan sesuatu berjalan tanpa ilmu, apabila itu terjadi maka tunggulah titik kehancurannya.” (hlm. v)

-Merawat, tidak membatasi
-Merangsang, tidak mendikte
-Responsive, tidak mengontrol
-Mendukung kemandirian, bukan menuntut,
-Memberi kebebasan, tidak mengabaikan.
(hlm. 144)

Di luar itu, buku ini cukup bisa jadi pegangan bagi orang tua maupun calon orang tua yang akan memiliki anak. Sebab pada dasarnya, kesuksesan seorang anak kelak dilihat dari bagaimana orang tua mendidik juga menciptakan lingkungan yang baik bagi anaknya.

Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar mengendalikan diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri
Jika anak dibesarkan dengan kelembutan,  maka ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan kasih dalam hidupnya…
(hlm. 155)

Iklan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s