Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri

Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri.delinabooks

Judul: Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri
Penulis: Bernard Batubara
Penerbit: Gagas Media
Cetakan Kedua: 2015
Jumah Halaman: vi + 294 hlm.
ISBN: 979-780-771-1

Ini tentang seorang perempuan bernama Hamidah. Dalam cerita lelaki itu, kecantikan perempuan tersebut begitu berbahaya hingga bisa mengacaukan seisi alam raya dan memorak-porandakan semesta (hlm. 3). Awalnya Hamidah mempunyai paras yang buruk rupa, namun pertemuannya dengan kunang-kunang yang merupakan ibunya, telah mengubah wajahnya menjadi cantik. Setelah berubah dan menikah dengan seorang lelaki, Hamidah justru tidak diperbolehkan keluar rumah. Ia semakin bersedih karena merasa kesepian. Dan meminta ibunya untuk mengembalikan wajahnya seperti semula.

“Tinggallah di rumah saja, Hamidah, bintang-bintang di langit dan rembulan purnama tak menginginkanmu keluar rumah, mereka cemburu dengan parasmu yang eloknya mengalahkan kesempurnan pesona dewi-dewi nirwana. Jika kau keluar juga, kau akan meletakkan hidupmu dalam bahaya!” (hlm. 10)

Bagi Tompel, Ariyani adalah segalanya. Ariyani menyayangi Tompel. Itu sebabnya Tompel juga menyayangi Ariyani.

Ariyani adalah awan… Ariyani adalah bintang… Ariyani adalah kupu-kupu… Ariyani adalah angin… Ariyani adalah bulan… Ariyani adalah daun-daun… Ariyani adalah pelangi… Ariyani adalah… (hlm. 80)

Setiap saat ia menghitung siswa yang ada di dalam kelas. Kadang 37, 36 atau kadang jadi 38 dengan ibu guru. Kalau hanya ada 36, itu berarti Ariyani tidak ada. Sampai Tompel melihat dan mendengar sesuatu terjadi pada Ariyani. Tentang kata pohon dan matahari juga kabar ibunya yang membuat kepalanya seperti disambar petir.

Pertemuannya dengan seorang wanita bernama Rahayu, membuat Bril berubah pikiran untuk menjadi seorang manusia. Ia begitu mencintai Rahayu. Itu sebabnya Bril menginginkan untuk menjadi manusia seutuhnya agar bisa terus bersama Rahayu. Dan yang dikatakan ayahnya, satu-satunya cara untuk menjadi manusia adalah dengan bunuh diri.

Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri.

Untuk hal itu, aku setuju. (hlm. 252)

-x-

Tiga sinopsis di atas adalah tiga cerita yang paling saya suka dari 12 cerita lain dalam buku Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri ini. Bukan berarti saya tidak menyukai cerita lainnya, hanya saja ketiga cerita di atas meninggalkan kesan yang dalam bagi saya.

Ah ya, ini adalah buku Bernard Batubara pertama yang saya baca. Apa yang membuat saya begitu tertarik barangkali dari tebaran review yang menggiurkan saat blogtour buku ini diadakan di beberapa blog. Sempat saya mengikuti beberapa kuisnya, sayang, belum beruntung. Maka saat ada kesempatan memenangkan sebuah lomba resensi, saya memutuskan untuk memasukkan buku ini dalam keranjang belanja.

Dan apa yang saya dapatkan? Saya sama sekali tidak kecewa! Bahkan sangat menyukai buku ini dan dengan senang hati memberinya lima bintang. Bagi saya, ini adalah kumpulan cerita pendek yang begitu nyastra namun dibalut dengan bahasa yang sama sekali tidak berat. Ya, Bara berhasil membuat saya jatuh cinta dengan cerita-ceritanya dan menyelesaikan buku ini dengan cukup cepat.

Banyak kata-kata filosofis dan cerita berbau magis dalam buku ini. Tentang benda-benda mati yang seolah hidup, kata yang tabu namun dikiaskan dengan sebuah kata yang tidak biasa, dan asal usul tentang sebuah tempat yang barangkali cukup lucu untuk disimak. Kalau kau penasaran, silakan nikmati sendiri. Apalagi cover buku ini juga cukup manis dengan hmm, warna kesukaan saya hehe.

Kutipan-kutipan menarik:

“Tak perlu cantik untuk hidup dengan baik, Hamidah.” (hlm. 5)

kehidupan selalu bisa dinikmati dengan cara yang lebih baik. Seburuk apa pun nasib menimpamu, harapan tak pernah lenyap. (hlm. 44)

Kau juga, harus jadi tokoh utama dalam hidupmu, jangan sampai cuma jadi figuran atau pelengkap. Di mana pun, kapan pun, kau harus jadi penting. (hlm. 130)

“… Hidup pada akhirnya akan menyisakan ruang yang hanya muat untuk dirimu sendiri.” (hlm. 219)

setiap manusia itu indah, setiap manusia memiliki sisi baik dan murah hati, bahkan koruptor paling busuk dan pembunuh paling sadis sekalipun, punya sisi-sisi baik dalam dirinya. (hlm. 253)

saat orang-orang meragukanmu, kau harus tunjukkan kepada mereka bahwa mereka keliru. (hlm. 278)

“tentu saja hanya orang-orang bodoh dan ceroboh yang mau bunuh diri demi cinta. Lebih-lebih, demi cinta kepada manusia.” (hlm. 282)

Pada akhirnya, seperti ungkapan Dee, “Cinta yang Bara ungkap di buku ini bukan lagi sebatas manis dan perih, melainkan juga sisi gelap.” Ya, buku ini bukan tentang cerita cinta yang manis, namun sisi gelap yang barangkali bisa membuat pelakunya untuk bunuh diri. Tentu saja meski pada kenyataannya, jangan sampai hal itu terjadi.

Iklan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s