Ngeblog dengan Hati: Tentang Menulis dan Berbagi

Ngeblog dengan Hati.delinabooks

Judul: Ngeblog dengan Hati
Penulis: Ndoro Kakung
Penerbit: Gagas Media
Cetakan Pertama: 2009
Jumlah Halaman: xx+144 hlm. 
ISBN: 979-780-339-2

Blog, buat saya, adalah media untuk berlatih mencari ide, menulis, juga berbagi apa saja, termasuk ilmu. (hlm. xii)

Begitulah cuplikan penulis tentang aktivitas ngeblog. Dari sekian beragam ilmu tentang blogging atau yang lebih dikenal dengan SEO, di buku ini sang penulis, Ndoro Kakung justru mengambil pandangan lain. Ngeblog selain menjadi kesenangan pribadi, pada dasarnya adalah tentang menulis dan berbagi. Oleh karenanya tajuk buku ini Ngeblog dengan Hati. Ketika hati sudah terlibat, aktivitas apapun terasa lebih ringan.

Mengisi blog sama dengan melatih kepekaan semua indera kita, fungsi dasar alat tubuh kita. (hlm. xiii)

Terbagi atas empat pembahasan yang diawali dengan pengenalan tentang Blog dan Blogger. Bukan tentang bagaimana cara ngeblog, melainkan lebih kepada pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan blogger pemula. Beberapa di antaranya hal-hal yang harus dihindari blogger pemula, cara tentang membuat sebuah postingan yang bisa membuat tertarik banyak pengunjung, tentang memakai nama asli atau alias, hingga ketika semangat ngeblog menurun karena depresi.

Selain itu, membangun interaksi lewat kolom komentar di blog juga merupakan hal yang tak kalah penting. Hal ini bertujuan agar tulisan atau tujuan yang dimaksud bisa tercapai lewat komentar-komentar pengunjung tersebut.

Sisi positifnya, blog adalah cara terbaik untuk beratraksi, mendidik, dan berbagi. (hlm. 6)

Memberi komentar itu juga melatih otak kita berpikir. Kita akan terbiasa membaca, merenungkan, dan meresapkan pendapat orang lain. (hlm. 13)

Pada akhirnya, ngeblog itu bukan hanya percakapan dengan diri sendiri, tempat membuang sampah pribadi. Blog itu ruang komunikasi dan interaksi. (hlm. 13)

Pembahasan kedua adalah tentang Etika dan Hukum. Barangkali blogger bukanlah seorang jurnalis yang memang memiliki kaidah-kaidah yang harus dipatuhi. Namun karena sudah masuk ranah digital,  maka blogger pun hendaknya juga mempunyai kode etik. Dengan adanya kode etik yang disepakati bersama, kelompok blogger bisa mengatur dirinya sendiri jika timbul masalah atau sengketa. (hlm. 63)

Menjadi smart blogger itu berarti mendayagunakan seluruh sumber daya yang kita miliki secara efektif dan efisien, tapi tetap menyandarkan diri pada hati nurani. (hlm. 21)

Selanjutnya mungkin ini yang ditunggu-tunggu. Apakah ngeblog bisa menghasilkan uang dan ketenaran? Jawabannya bisa. Salah satu cara yang paling praktis dan diminati para blogger ialah lewat Google Adsense. Adsense adalah program periklanan daring Google (hlm. 106). Tapi tentu saja uang dan ketenaran ini tidak terjadi secara instan. Butuh kesabaran dan usaha yang kontinyu.

Seorang blogger beroleh rezeki bukan dari blognya, melainkan mendapat peluang ekonomi dari kegiatan merawat blog… (hlm. 120)

Sampai sini, meski pembahasan-pembahasannya singkat, buku ini bisa menjadi acuan para blogger. Baik yang pemula maupun sudah berpengalaman. Ndoro Kakung sendiri sebagai penulis sudah memakan asam garam tentang ngeblog sejak tahun 2004. Apalagi beliau juga memiliki latar belakang sebagai jurnalis pada tahun 1990.

Yang saya sukai, lagi-lagi ngeblog pada dasarnya bukan perkara menghasilkan uang atau sebuah ketenaran, melainkan tentang menulis dengan niat berbagi dengan melibatkan hati. Kalaupun pada akhirnya aktivitas ngeblog bisa menghasilkan, menurut Ndoro Kakung, itu karena adanya kesempatan dari kesabaran kita dalam merawat blog 🙂

Seiring dengan berjalannya waktu, hanya blogger yang benar-benar tekun, passionate, dan konsisten yang akan bertahan dan diterima. (hlm. 38)

“… ketika sampean mulai membangun sebuah blog, sebetulnya sampean sedang membangun komunitas orang-orang yang memiliki satu keinginan dan pemikiran. Sampean memiliki apa yang mereka butuhkan dan mereka membutuhkan sesuatu yang sampean punyai. Sampean memberi, mereka menerima, dan sebaliknya. …” (hlm. 86)

Nge-blog itu pada mulanya adalah soal niat dan minat. Lalu keinginan berbagi. Dan akhirnya kesempatan. (hlm. 141)

Iklan

2 thoughts on “Ngeblog dengan Hati: Tentang Menulis dan Berbagi

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s