Ketika Mas Gagah Pergi: Cerpen-cerpen Sarat Hikmah

Ketika Mas Gagah Pergi.delinabooks

Judul: Ketika Mas Gagah Pergi
Penulis: Helvy Tiana Rosa
Penerbit: Asma Nadia Publishing House
Cetakan Kesepuluh: Mei 2015
Jumlah Halaman: xiv+258 hlm. 
ISBN: 978-602-96725-3-4

Gita, seorang gadis tomboy yang masih SMA menjadi tidak suka pada kakaknya yang ia panggil Mas Gagah. Mas Gagah sontak saja berubah. Kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja ganteng! (hlm. 1) itu 180 derajat berbeda setelah bertemu seorang kiai hebat di Madura. Mas Gagah yang sebelumnya supel dengan semua teman-teman Gita, berpakaian necis dan memiliki selera musik rock mendadak menjadi alim.

Gita tidak menyukai semua perubahan itu. Sebab menurutnya, Mas Gagah berubah drastis dan tidak seasyik dulu. Mas Gagah jadi lebih menjaga pandangan dari teman-teman perempuan Gita, selalu berpakaian koko dan sholat tepat waktu di mesjid juga merubah selera musiknya menjadi lantunan Al-Qur’an dan nasyid.

Namun Mas Gagah tetap tabah dan sabar menghadapi adiknya. Sampai Mas Gagah sering mengajak Gita untuk ikut mengaji dan mengunjungi anak-anak jalanan yang dipeliharanya, hati Gita mulai tersentuh. Bukan saja karena ia mau belajar menerima perubahan kakakknya, tapi Gita juga tidak mau kehilangan sosok kakak yang sudah sangat dekat dengannya selama ini.

Pertemuannya dengan Nadia Hayuningtyas, kakak dari Tika teman dekat Gita, juga membuat Gita berubah perlahan. Ia mulai belajar memahami arti jilbab.

“… berjilbab memang bukanlah satu-satunya indikator ketakwaan, namun berjilbab merupakan realisasi amal dari keimanan seorang muslimah. Jadi lakukanlah semampunya. Tak perlu ada pernyataan-pernyataan negatif seperti “Kalau aku hati dulu yang dijilbabin”. Hati kan urusan Allah, tugas kita beramal saja dengan ikhlas.” (hlm. 17-18)

Saat Gita mulai mantap dan ingin memberikan kejutan pada Mas Gagah bahwa ia sudah berjilbab, justru tidak kunjung kehadirannya. Gita dan keluarganya mulai cemas. Sampai akhirnya mereka mendapat kabar bahwa Mas Gagah terjebak dalam kerusuhan dan niat ingin menenangkan masa, justru membuat nyawa Mas Gagah tidak tertolong lagi. Gita menyesal, kini semuanya sudah terlambat.

Satu tahun kemudian, setelah Mas Gagah pergi, Gita bertemu dengan seorang pria yang selalu berpakaian kotak-kotak. Ia selalu saja memberikan ceramah/tausiyah di kendaraan-kendaraan yang dinaikinya. Gita heran dan penasaran, siapa lelaki itu? Mengapa selalu mengingatkannya pada sosok Mas Gagah?

-x-

Ketika Mas Gagah pergi adalah satu novelet dari 13 cerita pendek lainnya dalam buku ini. Kabarnya, KMGP ini awalnya merupakan cerpen yang dimuat di Annida pada tahun 1993 dan cukup fenomenal kehadirannya karena kisahnya yang menyentuh.

Dan benar saja, KMGP bukan hanya menyentuh, namun cocok untuk dijadikan bacaan remaja masa kini karena sangat mendidik. Berkat menjadi fenomenal dan menyentuh ini, maka tak heran jika sejak awal dikabarkan akan difilmkan, banyak orang yang mendukung. Bahkan film ini dibuat atas inisiatif sendiri dan patungan dari yang disebut Sahabat-sahabat Mas Gagah. Dan berkat dukungan inilah film ini berhasil tayang 21 Januari nanti. Penyuka cerpen ini pasti sudah tidak sabar 🙂

Kembali ke buku ini, 13 cerpen lainnya yang terdapat di dalamnya juga tak kalah menyentuh. Sebut saja salah satu cerpen yang berjudul Selamanya Cinta yang bercerita tentang Dini. Dini memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Dita. Kakaknya tersebut sudah tidak mampu lagi menanggung ibunya yang sudah berumur 76 tahun dan mulai pikun serta sakit-sakitan. Sampai akhirnya Dita dan suaminya Tio, membawa ibu ke panti jompo tanpa sepengetahuan Dini. Terang saja Dini sedih, sekalipun ia anak angkat, Dini tahu bahwa ibunya selalu menyayanginya. Karenanya, Dini berusaha mencari tahu dimana ibu dititipkan. Ia juga ingin merawat ibunya di sisa hidupnya.

Cerita lainnya adalah Lelaki Berhati Cahaya. Cerpen ini mengisahkan sesosok laki-laki yang selalu dikucilkan di lingkungannya hanya karena fisiknya berbeda. Ia bernama Amir. Tapi tidak dengan Tomi, Tomi adalah satu-satunya sahabat Amir yang setia. Tomi tidak pernah menilai Amir dari fisiknya semata.

“Saya kagum sekali padanya, Pak. Anaknya baik sekali. Selalu ingin menolong. Ruhaniyahnya..subhanallah. Bapak akan senang berjumpa dengannya. Cuma…wajahnya, pak. Wajahnya seperti…ah, astagfirullah! Saya tak berhak menilai wajahnya! Saya juga tak tahu hatinya seperti apa…tapi pancaran hati alias perbuatannya…luar biasa. Penuh cahaya.” (hlm. 144-145)

Ya, itulah satu novelet dan dua cerita pendek yang bisa dijabarkan. Helvy Tiana Rosa bukan saja menyajikan cerita-cerita yang sederhana. Namun setiap ceritanya memiliki sentuhannya masing-masing. Lagi-lagi, buku ini sangat cocok untuk bahan bacaan remaja masa kini. Tidak hanya nilai islam yang ditawarkan, namun juga nilai-nilai akhlak dalam sehari-hari yang sarat hikmah dan bisa dijadikan teladan.

Iklan

One thought on “Ketika Mas Gagah Pergi: Cerpen-cerpen Sarat Hikmah

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s