Self Driving: Mengubah Passenger Menjadi Driver

selfdriving.delinabooks

Judul: Self Driving
Penulis: Rhenald Kasali, PH. D.
Penerbit: Mizan
Cetakan ke-3: November 2014
ISBN: 978-979-433-851-3

“… dunia usaha menghendaki manusia-manusia berkarakter driver yang berkompetensi, namun juga cekatan, gesit, berinisiatif, dan kreatif. Namun, di berbagai kampus tanpa disadari yang terjadi justru pembentukan manusia-manusia passenger. Kaum muda cenderung pandai, namun output-nya adalah manusia-manusia penumpang yang sering saya temui di dalam angkot atau bus kota.” (hlm. xi)

Demikian sekilas kutipan Rhenald Kasali dalam kata pengantar buku Self Driving ini. Melihat realita bahwa banyaknya manusia atau kaum muda yang cenderung memiliki mental sebagai penumpang dibanding driver, beliau berinisiatif mengajak khususnya generasi muda untuk lebih berfikir ataupun menjadi sosok figur yang tidak hanya pandai di atas kertas, namun juga gesit, dan cepat bertindak.

Pada dasarnya kita semua adalah pemegang mandat

selfdriving (2)
hlm.3

kehidupan (hlm. 1). Setelah dewasa, kita dipercaya oleh Tuhan untuk memegang kehidupan ini sendiri. Maka analoginya kita adalah seorang pengendara yang akan berhadapan dengan berbagai rintangan dalam perjalanannya. Berbagai resiko akan kita hadapi sendiri baik itu tergores maupun benturan yang bisa saja menyebabkan kita ‘kecelakaan’. Dalam mandat inilah manusia bisa dibedakan, apakah ia menjadi seorang pengendara atau hanya seorang penumpang yang boleh saja mengantuk, tertidur terdiam, tak perlu tahu arah jalan bahkan tak perlu merawat kendaraannya sama sekali.

Kesalahan sistem pendidikan adalah salah satu alasan mengapa banyak generasi saat ini hanya bermental passenger. Hal ini dikarenakan model pendidikan yang terbiasa sekedar menghafal atau memindahkan isi teks buku ke dalam kertas ujian. Hasilnya, kebanyakan lulusan sarjana hanya mendapatkan selembar ijazah namun tetap sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal para pengusaha berharap pegawai tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan apalagi sekedar “pemegang ijazah”, melainkan juga memiliki keterampilan dalam memindahkan pikiran ke dalam tindakan nyata. Dan tindakan ini  hanya bisa didapat melalui latihan dan disimpan dalam muscle memory (myelin) (hlm. 49)

selfdriving (3)
hlm. 9

Passenger terbagi menjadi dua jenis. Bad and good passenger. Seorang dengan bad passenger bisa saja menjadi seorang driver. Hanya saja bukan karena kepiawaian mereka dalam menjalankan peran, melainkan karena mereka masih menyimpan rasa sakit akibat dendam, janji yang tak dipenuhi, harapan yang pupus, dan seterusnya. Yang kemudian rasa sakit itu akan mendorong mereka untuk membalas kepada siapa saja yang ditemui atau mencapai ambisi dengan segala cara untuk memperoleh pengakuan. Akibatnya seorang bad passenger akan menjadi bad driver.

Namun hal ini bisa diubah asalkan ada keinginan dalam diri. Yakni dengan membuang luka batin dan membersihkan rasa sakit serta berlatih untuk keluar dari zona nyaman. Dengan begitu, seorang bad passenger akan menjadi good passenger hingga bisa menjadi good driver. 

selfdriving (4)

Berubah artinya selalu dimulai dengan menerima realita, berdamai dengan diri sendiri, menerima semua dengan lapang dada, introspeksi diri. (hlm. 76)

Ada empat cara yang dijelaskan di halaman 239-240 untuk mengubah mindset passenger menjadi mindset driver, diantaranya:

  1. Ekspose diri pada tantangan-tantangan baru. Dalam bekerja di perusahaan, seorang pegawai bisa meminta atasannya untuk ditempatkan pada bidang-bidang baru ataupun meminta penempatan di luar pulau. Dengan begini kita akan menerima tantangan baru yang tidak hanya rutin dikuasai.
  2. Mintalah kritik dan masukan dari orang-orang kritis. Dengarkan setiap serangan mereka dan jangan anggap itu sebagai serangan terhadap pribadi Anda.
  3. Biasakanlah menghadapi hal-hal sulit yang mungkin tidak mau dikerjakan orang lain. Mintalah untuk diberikan target tinggi, naikkan batas target dan biarkan Anda belajar menghadapi segala kesulitan dan rasa frustasi.
  4. Datangilah orang-orang yang sukses dan bergurulah pada mereka. Taklukkan ego Anda. Jangan tiru mentah-mentah, tetapi belajarlah.

selfdriving (1)

Dalam buku ini juga dilengkapi berbagai kisah dan tulisan yang disediakan dalam boks, beberapa diantaranya ditulis oleh Rhenald Kasali sendiri dan pernah diterbitkan di media massa. Tulisan-tulisan tersebut sangat erat kaitannya dengan bahasan yang terdapat dalam Self Driving.

Dengan demikian, pada dasarnya setiap manusia bisa berubah. Hanya tinggal menumbuhkan keinginan dalam diri serta disiplin berlatih. Dan penulis yang juga merupakan penggagas Rumah Perubahan ini mengajak kita semua untuk mengubah diri dari seorang passenger menjadi seorang driver.

Jangan jadikan hidup Anda seperti bola kaca yang mudah pecah dan tak bisa bangkit kembali. Jadilah bola karet yang membal ketika jatuh ke bawah. (hlm. 168)

selfdriving (5)

Iklan

4 thoughts on “Self Driving: Mengubah Passenger Menjadi Driver

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s