Karena Hidup (Tak Selalu) Indah: Menyikapi 1001 Masalah

PicsArt_10-06-08.29.28

Judul: Karena Hidup (Tak Selalu) Indah
Penulis: Dr. Moch. Syarif Hidayatullah
Penerbit: Quanta (Elex Media Komputindo)
Cetakan Pertama: 2014
ISBN: 978-602-02-5410-4

Masalah. Dalam kehidupan kita takkan pernah lepas dari satu kata ini. Memang sudah resiko bahwa Allah akan selalu menguji umat-Nya. Dengan kata lain, Allah seringkali ingin meningkatkan derajat umat-Nya lewat setiap permasalahan. Karena Hidup (Tak Selalu) Indah, begitulah tajuk buku ini. Hidup memang tak melulu memberi kita kebahagiaan, memberi apa-apa yang kita harapkan.

Masalah merupakan kekuasaan Allah yang memaksa hamba-Nya supaya segera kembali ke jalan-Nya karena perintah-perintah tobat dan memohon ampun atas segala kesalahan – yang disampaikan Allah melalui kitab suci-Nya dan para pembawa misi-Nya – sering kita abaikan begitu saja. Kita sering secara tidak sadar merasa lebih hebat daripada Tuhan (hlm. 7)

Penulis membagi dalam empat pembahasan yang saling runut. Pada bagian pertama perkenalan mengenai apa itu masalah sesungguhnya. Bagaimana sikap ketika masalah itu datang, variasi dan cara dalam menyikapinya. Hingga setiap manusia bisa mengambil hikmah dari setiap masalah yang menimpanya.

Masalah tidak pernah memandang siapa kita dan apa status kita. Masalah hanya tahu kita ini makhluk bernyawa (juga beriman) yang patut diuji keimanannya. (hlm. 7)

Selanjutnya penulis akan memberikan 1001 tip dan trik dalam menyikapi permasalahan dengan bijak. Masing-masing tip dan trik ini dijabarkan dalam poin-poin dengan penjelasan detail. Yang secara garis besar bisa disimpulkan, bahwa apapun masalah yang datang, semua adalah kehendak Allah. Allah yang memberi masalah, maka Ia juga yang memberi solusinya. Maka hendaknya semua dikembalikan pada Allah, tak lepas dari Allah dan selalu berdo’a agar selalu diberi kekuatan.

Masalah yang kita alami selalu saja memberi pelajaran berharga bahwa Allah pasti jauh lebih kuat daripada kita. Allah itu Mahabesar, sedangkan kita titik terkecil (hlm. 82)

Di bagian ketiga, penulis memberi beberapa contoh teladan dalam menyikapi masalah. Yang mana teladan itu diambil dari zaman Nabi dan Rasulullah. Salah satunya cerita Nabi Ayyub yang diuji dengan penyakit selama 18 tahun. Ditinggal anak-anak hingga dijauhi semua orang. Namun ia memilih untuk tetap bersabar dan pasrah pada ketentuan Allah.

Bagian keempat dan menjadi pembahasan terakhir, yakni mengambil contoh sebaliknya. Mereka yang gagal dalam menyikapi permasalahan. Tentu kita tak asing dengan kisah Fir’aun. Karena ketamakan dan kesombongannya, ia dilaknat dan diazab oleh Allah dengan ditenggelamkannya di laut. Orang-orang yang gagal ini seringkali memiliki sifat tidak sabar, menentang perintah Allah dan berbuat instan agar masalah cepat selesai, padahal Allah sudah memiliki aturan-Nya. Apa-apa yang diperintahkan seharusnya dilaksanakan dan apa-apa yang dilarang hendaknya dijauhi.

Keempat pembahasan tersebut disertai juga dengan contoh nyata cerita yang berdasarkan pengalaman penulis juga tak lupa diselingi dengan beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits.

“Mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa [4]: 19)

Semoga Allah senantiasa melindungi kita, memberi kekuatan agar kita selalu bersabar dan menerima segala ketentuan-Nya.

Islamic Reading Challenge 2015

Nonfiction Reading Challenge 2015

Yuk, Baca Buku Non Fiksi 2015

TBRR Pile Reading Challenge 2015

Iklan

7 thoughts on “Karena Hidup (Tak Selalu) Indah: Menyikapi 1001 Masalah

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s