Apa Niat Saya Membaca Buku?

Akhir-akhir ini entah kenapa saya mulai sedikit bosan dengan beberapa buku non fiksi. Apa ya? Karena menurut saya, buku-buku non fiksi yang menghampiri saya belakangan kok hanya semacam tulisan berdasar pendapat pribadi ya? Duh gimana ngejelasinnya ya, meuni susah 😀 Pokoknya saya merasa beda dengan buku-buku non fiksi yang sebelum-sebelumnya saya baca. Yang pesannya lebih nancep (baca: nendang) gitu. Kalau sekarang kebanyakan seperti, just a theory. Haa entahlah -_-

Tapi pagi kemarin ada yang menusuk dalam di dada saya. Saat di motor bincang-bincang dengan suami soal buku, tiba-tiba suami bilang, “baca buku itu bukan seberapa banyaknya, tapi seberapa besar isi buku itu sudah dipraktekkan.” Jleb! Jleb banget, dan saya langsung tak berkutik dan bungkam sama sekali. Kemudian mulai mikir o_o

Iya ya, apa semua buku yang saya baca sudah saya aplikasikan di kehidupan? Apa sih sebenarnya niat saya baca buku? Apa cuma sekedar untuk memenuhi blog buku demi kepentingan review? Tiga pertanyaan yang terus muter-muter di otak saya sampai detik ini. Duh asa ngerasa bersalah -_- Apalagi ada pepatah Arab,

Picture4
credit: http://ibnunaeem.blogspot.com/

Beda kalau dulu sebelum punya blog buku dan sebelum saya semakin maniak dengan buku, saya selalu pilih-pilih banget kalau mau beli buku. Penting nggak kira-kira buat saya, apakah saya butuh buku itu. Nah sekarang? Kadang orang bilang bagus aja, saya langsung kepingin -_- Ngeliat rating di Goodreads nya bagus langsung masukkin wishlist -_- Belum lagi hadiah-hadiah dari kuis, giveaway, penulis, penerbit yang akhirnya membuat buku-buku yang saya beli sendiri malah terbengkalai. Alhasil baca buku jadi terkesan buru-buru dan hanya untuk kepentingan review! Hiks sedih 😦

Balik lagi ke kata-kata suami. Mungkin ini teguran dari Allah pada saya lewat beliau. Dan saya mulai harus berbenah diri. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terbenak sendiri. Harusnya setelah ada blog buku kan bisa lebih baik. Hobi membaca saya juga jangan sampai jadi melenceng menjadi sekedar kepentingan review buku atau ikutan lomba. Tapi apapun bukunya, tetap harus saya pahami dalam-dalam. Apalagi buku non fiksi yang pesannya memang terang dan jelas. Yah, semoga saja. Semoga saja niat saya ke depannya benar-benar lurus untuk membaca. Aamiin

Iklan

9 thoughts on “Apa Niat Saya Membaca Buku?

  1. Salah satu alasan saya dulu saat memutuskan tidak lagi ikut ambil “tugas” review dari penerbit dan berusaha tidak menambah timbunan 😀

    Tulisan yang menarik

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s