Buku Bajakan? BIG NO!

Beberapa hari yang lalu di grup WhatsApp, seorang teman mengirimkan sebuah gambar yang memberi kabar ada sebuah akun instagram yang menjual buku-buku replika. Apa buku replika?

cnpf1hjucaasoaz-55e2f6f06e7a61af0fcffe32
credit: google

Belum usai rasa kesal pecinta buku terkait buku yang masih dikenai pajak, malah tersiar gambar ini. Memang akun tersebut saya juga baru tahu dan rasanya kurang ajar sekali. Tapi rasanya menjual buku bajakan sudah bukan barang baru lagi di Indonesia. Bedanya kali ini, berita cukup santer dan tersebar dimana-mana. Sampai-sampai beberapa penulis dan penerbit kembali mengkampanyekan agar tidak ada lagi buku bajakan. Dan mungkin karena sekarang lebih kekinian, dengan kata lain menggunakan akun instagram jadi lebih cepat tersebar.

Tarik nafas dulu deh, fyuh. Pecinta buku mana yang suka hal seperti ini. Kalaupun ada, rasanya patut dipertanyakan apakah ia benar pecinta buku atau tidak. Karena bicara pecinta buku, sudah otomatis dia suka membaca. Pastilah dia tahu kalau apapun terkait bajakan itu sama sekali tidak dibenarkan. Meskipun memang tak dipungkiri, persoalan ini di Indonesia masih jadi hal yang ‘lumrah’ dan hukum pun masih lemah.

Bagi saya pribadi untuk buku bajakan adalah BIG NO! Sejak kecil orang tua saya tidak pernah membelikan saya buku seperti itu. Bersyukurnya saya juga jauh dari tempat-tempat penjual buku bajakan. Ya sudah seumur hidup malah tidak pernah merasakan memegang buku bajakan itu seperti apa. Apalagi sekarang saya lebih memilih belanja online. Tentu saja di situs yang memang terpercaya. Murahnya mereka pun tidak terlalu jauh dari harga asli, sehingga tidak ada yang patut dicurigakan. Dan Alhamdulillah sampai sekarang belum pernah kena tipu buku bajakan 🙂

Baiklah kalau memang kita belum bisa berbuat banyak soal buku bajakan ini. Tapi sebagai pembaca buku, mulai dari diri sendiri adalah keniscayaan. Tetap membeli buku asli. Minimal untuk berusaha menghargai karya-karya penulis. Apalagi jika kita masih sering mengeluh penulis-penulis di Indonesia jumlahnya masih sedikit, nah bagaimana tidak sedikit kalau banyak penulis yang merasa karyanya tidak dihargai. Dengan membeli buku mereka yang asli, secara tidak langsung kita sudah mendukung penulis-penulis Indonesia untuk terus berkarya.

Buku bajakan? Katakan, BIG NO! #JanganBeliBukuBajakan 😉

Iklan

5 thoughts on “Buku Bajakan? BIG NO!

  1. Kemarin sempet heboh yah di twitter? Tahu yang beginian dari timelinenya mbak Ika Natassa. Terkejut sih. Nggak jarang ada OLshop yang jual buku bajakan (bahasa halusnya buku replika.. wkwk)
    Tapi, aku pikir selain di olshop, bazar buku yang nggak resmi juga sering ada buku bajakan. Terutama bukunya Raditya Dika sama DeeLestari.. -_-
    Big no bangett.. ssetuju! hahaha

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s