Rumah Tangga: Kisah Cinta Sederhana

C360_2015-06-23-20-00-24-835

Judul: Rumah Tangga
Penulis: Fahd Pahdepie
Penerbit: PandaMedia (Imprint dari GagasMedia)
Cetakan Pertama: 2015
Jumlah Halaman: x+286 hlm.
ISBN: 979-780-813-0

Jika beberapa tahun lalu kita disuguhkan sebuah buku best seller dan sinetron tentang catatan hati seorang istri, barangkali Rumah Tangga adalah sebuah catatan hati seorang suami. Yang berisi sekumpulan kisah-kisah sederhana penulis, Fahd Pahdepie dengan sang istri Rizqa Abidin. Kisah cinta yang sangat dekat dengan keseharian.

Meski usia pernikahan mereka baru beranjak lima tahun, namun justru kisah keseharian seperti inilah yang nyatanya mampu memberikan pelajaran berharga bagi siapapun pembacanya. Baik yang sudah menikah maupun belum menikah.

… bahwa setiap orang selalu membutuhkan cermin. Cermin yang tidak berbohong dengan menyajikan kisah cinta yang terlalu luar biasa dari sosok yang terlalu jauh untuk digapai. (hlm. vi)

Sayangnya, masih terdapat beberapa kesalahan penulisan. Tapi tak apa, saya hanya bisa berkata, buku ini terlampau manis. Dan saya menyukai setiap rangkaian yang dituliskan di dalamnya. Meski beberapa kisah, sebelumnya sudah saya baca lewat fanpage Fahd Pahdepie. Kejujuran hati seorang suami hingga kata-kata yang mungkin tidak sempat terucap langsung. Tidak cukup sampai situ, Fahd juga menuliskan kisah tentang cinta kasih orang tua, anak pada orang tuanya juga kakak pada adiknya. Semuanya dibalut dalam cerita-cerita yang juga barangkali bisa disebut sebuah surat.

Kutipan menarik:

Dalam perjalanan, kita akan menyadari bahwa selalu ada tujuan untuk semua hal yang pernah kita lihat, semua peristiwa yang pernah kita alami, semua orang yang pernah kita temui, semua penyesalan, kebahagiaan, dan kesedihan. Beberapa hal berguna untuk menguji seberapa kuat kita menghadapi semuanya, tetapi semuanya bertujuan untuk mengeluarkan semua yang terbaik dari dalam diri kita. (hlm. 31)

“Benar seorang suami adalah pemimpin bagi istrinya, bagi keluarganya, tetapi sebaik-baiknya pemimpin adalah yang mengayomi dan melayani.” (hlm. 39)

Bekerja atau tidak, seorang ibu selalu mulia. (hlm. 75)

Bersama laki-laki yang hebat, selalu ada perempuan luar biasa. Mereka tumbuh bersama dan saling memberi makna. (hlm. 78)

Cinta tak punya batas untuk terus saling mengerti dan memahami. Kasih sayang adalah pembebasan sekaligus perlindungan. (hlm. 86)

Sebab suami yang merendahkan istrinya adalah laki-laki yang mengoyak-ngoyak pakaiannya sendiri. sementara, istri yang tak setia dan tak berbakti kepada suaminya adalah perempuan yang menelanjangi kemuliaan sekaligus harga dirinya sendiri! (hlm. 208)

Sampainya buku ini di tangan saya, juga barangkali bukanlah sebuah kebetulan. Toh, memang tidak ada yang namanya kebetulan kan? Semua sudah diatur oleh-Nya. Sekecil apapun hal itu. Allah SWT ingin saya belajar dari kisah-kisah di dalamnya. Allah ingin menunjukkan suatu yang berharga lewat buku ini. sebelum kelak, saya benar menempuh biduk yang bernama “Rumah Tangga.”

“Kelak, jangan bercita-cita membelikan rumah untuk istrimu, bercita-citalah untuk tinggal bersama dan hidup berbahagia dengannya, selama-lamanya.”

“Jangan berdoa ingin membelikan kendaraan mewah untuk anak-anakmu, berdoalah agar kalian bisa pergi bersama-sama, bertamasya, atau berbelanja dengan bahagia. Jangan bermimpi ingin memberangkatkan orangtuamu naik haji, bekerjalah sungguh-sungguh, lalu berangkatlah kalian bersama-sama untuk berbahagia bisa bersujud di rumah Tuhan sebagai keluarga.”

“Jangan berharap ingin masuk surga agar kelak bisa berbahagia, masukilah surgamu hari ini dengan bersyukur dan berbahagia. Mudah-mudahan itu sederhana.”

Semoga kelak, saya juga memiliki kisah-kisah rumah tangga yang sederhana namun penuh cinta di dalamnya. Aamiin.

“Inilah roller coaster sesungguhnya. Kadang, kita harus teriak kencang ketakutan, kadang harus bahagia melepas segala beban. Di atas semua ketakutan itu, kita tahu, semua akan baik-baik saja.” (hlm. 250)

Iklan

4 thoughts on “Rumah Tangga: Kisah Cinta Sederhana

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s