[Blogtour + Giveaway] Tuhan untuk Jemima: Pencarian Tuhan yang Panjang

PicsArt_1435409850986

Judul: Tuhan untuk Jemima
Penulis: Indah Hanaco
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1660-4

Kecelakaan yang menyebabkan kematian Ashlyn Damarys, membuat Jemima harus kehilangan kakak satu-satunya. Tak hanya Jemima, Raphael Damarys dan Feby Damarys pun merasakan kehilangan anaknya yang sangat mendalam. Seolah belum bisa menerima, kedua orang tua Jemima hanyut dalam kesedihan dan membuat Jemima merasa tersisihkan dari keluarganya sendiri. Jemima bimbang. Terlebih ia lahir dari orang tua yang berbeda agama. Hal ini membuat hatinya semakin kosong.

“Hidup memang seperti itu. enggak bisa diprediksi dan penuh kejutan. Mirip buku yang plotnya berliku. Kadang kejutannya sama sekali bukan hal yang menyenangkan,” (hlm. 200)

Di sisi lain, Kenneth Nigel Kincaid adalah seorang aktivis lingkungan hidup yang tergabung dalam organisasi bernama Sea World Conservancy. Dimana organisasi ini berfokus pada penyelamatan ikan-ikan yang terancam punah di lautan (hlm. 5). Seperti paus dan tuna sirip biru. Kecintaan Kenneth pada dunia ini, serta menganggap Tuhan tak pernah adil karena membiarkan orang-orang yang tak bertanggung jawab mengambil ikan-ikan itu, membuat Kenneth memilih menjadi seorang atheis.

“… Ikan atau bukan, mereka berhak hidup bebas dan enggak diburu,” (hlm. 9)

Kekosongan hatinya, membuat Jemima menerima tawaran tantenya, Nick untuk berlibur di Selandia Baru. Di sana, Jemima dan Nick bertemu dengan Kenneth, Stu dan Remy. Mereka berlima menghabiskan liburan bersama. Lalu akankah Jemima menemukan penyebab kekosongan hatinya? Tuhan mana yang ia pilih? Ataukah Kenneth tetap pada pendiriannya tanpa Tuhan?

-x-

Konflik beda agama memang selalu jadi permasalahan yang tak pernah ada habisnya. Terlebih jika sudah masuk dalam ranah pernikahan. Biasanya anak akan diperbolehkan memilih sendiri jalan hidupnya. Tuhan untuk Jemima hanyalah salah satu gambarannya. Terlahir dari orang tua yang beda agama, membuat Jemima justru bimbang. Tapi pencarian Tuhan memang tidak bisa main-main. Seperti Jemima, butuh waktu dan ‘penyadaran-penyadaran’ tentang makna kehidupan sesungguhnya.

Hal lain yang paling menarik bagi saya adalah cerita tentang penyelamatan paus-paus yang dilakukan organisasi SWC. Tabiat manusia yang tak pernah puas dan haus akan uang, membuat ikan-ikan yang tak berdosa itu diburu seenaknya. Jikapun kenyataannya ada, entah pemburu-pemburu itu masih ada hati atau tidak.

Kutipan menarik:

Mereka adalah salah satu penyeimbang ekosistem di dunia ini. Tapi, di lain pihak penurunan jumlah paus sangat signifikan. Jika tidak ada yang mencegah perburuan hewan ni, tidak lama lagi paus hanya akan menjadi kenangan. (hlm. 15)

“Manusia biasanya akan terlalu cerwet untuk mengajukan pertanyaan. Mendebat apa yang dirasa tidak cocok dengan pendapat mereka. Tapi Tuhan yang Mahatahu itu tidak pernah bersikap sok tahu. Tuhan selalu menjadi pendengar sempurna saat orang berdoa, kan?” (hlm. 83)

“Tapi jika kamu melepaskan sesuatu dengan mudah, itu artinya kamu memang enggak benar-benar menginginkannya.” (hlm. 128)

Ini pertama kalinya saya membaca karya Indah Hanaco. Dan Tuhan untuk Jemima cukup segar untuk dinikmati. Dengan sudut pandang orang ketiga, kata-kata yang dipilih Mbak Indah tergolong ringan untuk dibaca. Mengalir dan tidak membosankan.

—-

IMG-20150618-WA0001

GIVEAWAY TIME!!!

Sudah pada tahu pasti saya akan bagi-bagi apa. Iyaps. Satu buah novel Tuhan untuk Jemima. Syaratnya:

  1. Follow blog ini (bisa via email)
  2. Follow twitter @adedelinaputri dan @Indah_Hanaco
  3. Share dan mention giveaway ini di Twitter, sertakan hashtag #GATuhanUntukJemima
  4. Beri komentar tentang review Tuhan untuk Jemima di blog ini.
  5. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar:

Seandainya kamu turut serta dalam aktivitas penyelamatan hewan-hewan laut, apa saja yang akan kamu lakukan?

  1. Sertakan Nama, Email, Akun Twitter dan Link Share dalam jawaban.

GA ini dibuka sampai tanggal 7 Juli 2015. Dan pengumuman tanggal 8 Juli 2015 di blog ini dan twitter saya. Semoga beruntung! 😀

Iklan

18 thoughts on “[Blogtour + Giveaway] Tuhan untuk Jemima: Pencarian Tuhan yang Panjang

  1. Nama : Lois Ninawati
    Twitter : @_loisninawati
    Email : ninawatilois@gmail.com

    Reviewnya keren! Makin penasaran dengan cerita selengkapnya >^<

    Jawaban: aku bakalan bawa maklhuk hidup laut yang sudah mau punah ke 'penangkaran' trus dikembang biakkan lagi sampe jumlahnya gak sedikit lagi. 😀

  2. Nama : Siti Nuryanti
    Twitter : https://twitter.com/NelyRyanti
    Email : sitinuryanti@yahoo.com

    Reviewnya membuatku makin penasaran baca buku ini. saya suka baca buku religi, tapi jarang yang bergenre seperti ini dikaitkan dengan aktivitas lingkungan. Ini GA ke-2 yang saya ikutin untuk mendapatkan bukunya mba indah, smg kali ini rejeki saya 🙂

    Jawaban : Seandainya saya turut serta dalam aktivitas penyelamatan hewan-hewan laut, saya akan memberikan edukasi ke masyarakat sekitar dan juga wisatawan agar memelihara dan tidak membawa hewan-hewan yang berada di laut ke daratan atau mengkonsumsinya, khususnya hewan-hewan yang jumlahnya sudah mulai banyak berkurang. Dan bagi nelayan, agar mencari ikan dengan cara yang benar, tidak dengan menggunakan obat-obatan yang dapat membuat hewan-hewan laut lainya ikut mati

  3. Nama : Vinda Nafilah
    Twitter : @vindafilazara
    Email : vindanafila19@gmail.com
    Link share : https://mobile.twitter.com/vindafilazara/status/617475551528251392

    Review-nya Ade selalu enak dibaca, ringan tapi ngena 🙂 jadi mulai faham maksud penulis, dan bikin makin penasaran isi keseluruhannya. Btw, saya suka novel yg berbau islamic, jika di modif dengan saintic, saya rasa bikin makin nantang tuh ceritanya ^^

    Jawaban :
    Bismillahirrahmanirrahim. Dalam usaha penyelamatan hewan” laut Indonesia, saya selaku pemuda yang merupakan aset bangsa akan melakukan beberapa hal, dimulai yg pertama yakni bergabung atau bahkan membentuk komunitas pecinta laut. Tidak hanya sekedar ajang bergengsi, namun komunitas ini bertugas membantu pemerintah untuk menjaga dan melestarikan ekosistem laut yang hampir punah.
    Sebelumnya, kita tinjau apa yg menjadi penyebab punahnya ekosistem laut tersebut. Pembuangan limbah misalnya, komunitas pecinta laut bertugas mengawasi perkembangan pengelolaan lingkungan perusahaan agar tidak sembarangan membuang limbah ke laut. Jika tidak sesuai regulasinya, maka pemudalah yang bersuara.
    Selain itu bisa juga dengan penanaman bakau untuk mencegah abrasi laut, transplantasi karang, hingga penangkaran hewan” laut yg hampir punah.
    Disisi lain, dalam menerapkan konsep blue economy,penyuluhan bisa diberikan tidak hanya u/ meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir pantai, namun juga untuk kelestarian sumberdaya alam.

    Dari hal terkecil kita bisa mewujudkan hasil yang besar 🙂 Salam Pemuda Indonesia ! 😀
    *hehe, maaf ya panjang kali lebar, keasikan nih ^^

    • Aku suka dengan cara menulis reviewnya, jelas, nggak berbelit-belit sehingga pembaca mudah memahami isinya dan yang paling penting nggak spoiler. Pemberian poin negative dan positifnya kurang banyak nih sehingga pembaca kurang tahu kelebihan dan kekurangan dari novel tersebut, apalagi rating novelnya juga tidak ada. Sarannya nih, dikasih rating biar pembaca tahu penilaian kakak untuk cerita yang disuguhkan dalam novel. Menceritakan tentang dua orang yang mencari Tuhan dan tidak ber-Tuhan. Menarik! Tema yang belum pernah saya baca dan tentunya membuat saya penasaran akan suguhan alur ceritanya.

      Seandainya kamu turut serta dalam aktivis penyelamatan hewan-hewan laut, apa saja yang akan kamu lakukan?

      Yang pertama tentunya bergabung dengan komunitas-komunitas penyelamat hewan laut seperti Jakarta Animal Aid Network (JAAN) kemudian menyelamatkan hewan-hewan laut yang hampir punah, kalau bisa terjun langsung ke lapangan untuk menyelamatkan hewan-hewan tersebut. Membawa mereka ke ‘penangkaran’ agar mereka bisa berkembang biak dengan baik tanpa adanya ancaman para pemburu hewan laut. Tentunya ‘penangkaran’ yang akan mereka tempati juga mempunyai kualitas yang sama dengan habitat aslinya agar mereka merasa nyaman bukannya malah merasa stress.

      Yang kedua, mulai mengadakan pembinaan kepada para nelayan dan masyarakat sekitar pantai mengenai dampak perburuan hewan-hewan laut juga cara-cara melestarikannya. Dan itu bukan langkah yang mudah untuk menyadarkan mereka karena sudah menjadi tradisi bahwa salah satu penyakit masyarakat adalah sikap malasnya. Tidak terlalu peduli dan akan lupa, lalu mulai memburu hewan-hewan laut lagi, inilah salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh para aktivis. Tentunya pembinaan yang akan saya lakukan tidak hanya satu-dua kali saja, tapi sampai mereka benar-benar sadar, sedikit-demi sedikit saja agar mereka tidak merasa terbebani.

      Dan dari yang saya tahu, menjadi aktivis bukanlah hal yang mudah karena akan banyak batu sandungan yang meneror para aktivis, seperti pengusaha yang mengeruk untung sangat banyak dan mereka pasti akan berusaha menghentikan upaya-upaya para aktivis untuk menyelamatkan hewan-hewan laut.

      Nama : Rina Eko Wati
      Email : rinaeko87@gmail.com
      Twitter : @HikariMio
      Link Share : https://mobile.twitter.com/HikariMio/status/617796795398266880?p=v

  4. Nama: Gestha Reffy
    Twitter: @AltGST
    Link: https://twitter.com/AltGST/status/617637425771249665

    Review-nya bagus Kak. Keliatan banget kalo yang review di blog ini adalah pembaca yang baik dan selalu larut dalam kisah sang novel. Cuma review di blog ini tidak dijelaskan tentang minus yang dimiliki novel Tuhan Untuk Jemima ini. Tapi overall, keren kak. Quotes yang dipilih pun oke punya 🙂

    Seandainya saya turut serta menjadi aktivis lingkungan hidup alias penyelamat hewan-hewan laut yang saya lakukan pasti adalah mempergunakan separuh hidup saya untuk berkecimpung mengurusi kelangsungan hidup hewan-hewan yang ada di laut beserta ekosistemnya. Saya akan melakukan sejumlah observasi tentang hewan-hewan laut, mencari riset, dan penyebab mengapa kepunahan hewan-hewan laut bisa terjadi, dan bagaimana cara pencegahannya. Setelah mendapat informasi yang cukup saya akan menggeliat kampanye hingga pengawalan isu, serta memberikan informasi kepada masyarakat sekitar dan pihak pemerintah tentang betapa pentingnya kita sebagai mahluk hidup yang berakal untuk menjaga kelangsungan lingkungan, dan mahluk hidup lainnya, (dalam hal ini hewan-hewan yang ada di laut). Mengajak mereka untuk Bersama-sama memecahkan permasalahan, melakukan kegiatan yang dapat menghindarkan hewan-hewan laut dari kepunahan. Dan khususnya bagi para nelayan penangkap ikan di laut saya ingin membagi sedikit ilmu yang saya miliki sebagai aktivis yaitu bagaimana kita bekerja di laut dengan baik namun tetap tidak sampai menganggu ekosistem di laut apalagi sampai mengakibatkan kepunahan bagi sang hewan laut. Saya akan terus menekankan bahwa menjaga biota laut adalah hal penting !
    Selain itu saya akan melakukan usaha pelestarian dengan cara mencari terobosan baru untuk membuat sebuah penemuan yang dapat membantu hewan laut dari kepunahan, misalnya melakukan penangkaran bagi hewan laut yang sudah agak langka,menyediakan kebutuhan bagi hewan laut, dan membuat taman laut agar hewan-hewan laut beserta biota yang lain tetap terjaga.
    Terimakasih^^

  5. Aku suka dengan cara menulis reviewnya, jelas, nggak berbelit-belit sehingga pembaca mudah memahami isinya dan yang paling penting nggak spoiler. Pemberian poin negative dan positifnya kurang banyak nih sehingga pembaca kurang tahu kelebihan dan kekurangan dari novel tersebut, apalagi rating novelnya juga tidak ada. Sarannya nih, dikasih rating biar pembaca tahu penilaian kakak untuk cerita yang disuguhkan dalam novel. Menceritakan tentang dua orang yang mencari Tuhan dan tidak ber-Tuhan. Menarik! Tema yang belum pernah saya baca dan tentunya membuat saya penasaran akan suguhan alur ceritanya.

    Seandainya kamu turut serta dalam aktivis penyelamatan hewan-hewan laut, apa saja yang akan kamu lakukan?

    Yang pertama tentunya bergabung dengan komunitas-komunitas penyelamat hewan laut seperti Jakarta Animal Aid Network (JAAN) kemudian menyelamatkan hewan-hewan laut yang hampir punah, kalau bisa terjun langsung ke lapangan untuk menyelamatkan hewan-hewan tersebut. Membawa mereka ke ‘penangkaran’ agar mereka bisa berkembang biak dengan baik tanpa adanya ancaman para pemburu hewan laut. Tentunya ‘penangkaran’ yang akan mereka tempati juga mempunyai kualitas yang sama dengan habitat aslinya agar mereka merasa nyaman bukannya malah merasa stress.

    Yang kedua, mulai mengadakan pembinaan kepada para nelayan dan masyarakat sekitar pantai mengenai dampak perburuan hewan-hewan laut juga cara-cara melestarikannya. Dan itu bukan langkah yang mudah untuk menyadarkan mereka karena sudah menjadi tradisi bahwa salah satu penyakit masyarakat adalah sikap malasnya. Tidak terlalu peduli dan akan lupa, lalu mulai memburu hewan-hewan laut lagi, inilah salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh para aktivis. Tentunya pembinaan yang akan saya lakukan tidak hanya satu-dua kali saja, tapi sampai mereka benar-benar sadar, sedikit-demi sedikit saja agar mereka tidak merasa terbebani.

    Dan dari yang saya tahu, menjadi aktivis bukanlah hal yang mudah karena akan banyak batu sandungan yang meneror para aktivis, seperti pengusaha yang mengeruk untung sangat banyak dan mereka pasti akan berusaha menghentikan upaya-upaya para aktivis untuk menyelamatkan hewan-hewan laut.

    Nama : Rina Eko Wati
    Email : rinaeko87@gmail.com
    Twitter : @HikariMio
    Link Share : https://mobile.twitter.com/HikariMio/status/617796795398266880?p=v

  6. Nama : Agatha Vonilia
    Email : agathavonilia@gmail.com
    Twitter : @Agatha_AVM
    Link share : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/617859892892729344

    Review kak delina sangat bagus sekali. Mudah dipahami dan bahasanya lugas sekali. Kutipan-kutipan menariknya juga sangat membantu membuat pembaca jadi penasaran akan isi novelnya. Tapi, aku masih kurang jelas kak tentang kelebihan dan kekurangan dari novel tersebut. Entah ya, mungkin butuh penjelasan lebih tentang itu. Kedua, kakak belum kasih poin ke novel tersebut. Berapa sih penilaian kakak tentang novel tersebut. Jadi, pembaca bisa tahu seberapa menarikkah novel ini bagi kakak dan dapat menjadi tolok ukur juga bagi pembaca.

    Seandainya kamu turut serta dalam aktivis penyelamatan hewan-hewan laut, apa saja yang akan kamu lakukan?

    Kalau aku baru saja bergabung dengan suatu aktivis kelautan, di sana pasti akan diberikan pendidikan atau semacam training terlebih dahulu. Bagaimana cara mendekati masyarakat dan mempelajari hewan-hewan apa saja yang harus dilindungi. Misalnya, saja terumbu karang. Hewan ini juga termasuk hewan yang dilindungi karena jumlahnya semakin berkurang. Aku, sebagai aktivis penyelamatan hewan laut tentu saja berkewajiban menyelamatkan kepunahan terumbu karang. Tetapi, tidak semudah itu karena penduduk sekitar akan menganggap terumbu karang sebagai sumber penghasilan hidup mereka. Pendekatan secara psikologis ke masyarakat sekitar perlu dilakukan. Mungkin ada cara yang lebih baik daripada menangkap terumbu karang. Salah satu cara menjadikan terumbu karang sebagai objek wisata para wisatawan lokal maupun mancanegara. Nah ,,, Pendapatan penduduk akan semakin bertambah tanpa harus membunuh binatang tersebut. Jadi, seiring melakukan perawatan terumbu karang akan semakin memikat para wisatawan dan pendapatan bagi penduduk sekitar juga bertambah. Tidak ada yang dirugikan. Memanfaatkan wisata alam sekaligus menyelamatkan terumbu karang dari kepunahan.

    Jika masyarakat dapat melihat sisi positif dari seluruh hewan-hewan laut tersebut dan tidak melakukan tindakan illegal karena dibutakan oleh uang, maka baik manusia maupun hewan pasti akan hidup berirama serta tidak ada kepunahan hewan apapun.

    Mungkin persepsi inilah yang harus ditanamkan dalam setiap pribadi manusia.

  7. Nama : Nadia Puspaningtyas Ashari
    Twitter : @nadia48nafla
    E-mail : nadia.puspaningtyas@yahoo.com
    Link share : https://twitter.com/Nadia48nafla/status/617602658895949824

    Awal smpai akhir baca reviewnya, langsung buat aku ikutan GA Novel ini ^^.
    Aku suka reviewnya + kutipan2nya yg menarik.

    Mungkin krn baru baca awalnya aja, aku beranggapan isinya cuma konfik keluarga doang tapi waktu baca selanjutnya ternyata ada hal yang bikin aku tertarik, tentunya soal orang tua Jemima yang beda agama dan organisasi penyelamatan hewan-hewan laut.

    Jika aku turut serta dalam aktivitas penyelamatan hewan-hewan laut terutama di Indonesia, aku akan mengadakan pembinaan ttg pelestarian lingkungan hidup hewan laut bagi masyarakat terutama para nelayan yg tinggal di pesisir pantai. Karena masih banyak nelayan yg menangkap ikan dg bahan2 yg berbahaya bg kelangsungan ekosistem laut. Walaupun sbnrnya mrk tau itu merusak lingkungan tp mrk tetap nekat dg berbagai alasan. Bahkan hewan2 laut yg sprti ikan paus, ikan hiu, ikan pari diburu scr besar hanya utk diambil dagingnya / siripnya lalu dijual. Miris sekali 😦 .

    Mka pembinaan dilakukan smpai mrk mau utk berhnti dn menggunakan alat yg tidak membahayakan lingkungan.
    Untuk anak-anak akan diberi pengetahuan ttg pelestarian ling. laut & pelatihan menanam dn mengembangkan terumbu karang yg rusak2.

    Aduh, panjangnya komentar ku hehe ^^
    utk yg terakhir, Semoga bisa dpt GA Novel ini *hope*

  8. Question:
    Seandainya kamu turut serta dalam aktivitas penyelamatan hewan-hewan laut, apa saja yang akan kamu lakukan?

    Answer:
    Sederhana. Saya akan ikut menjaga ekosistem rumput laut dengan memberi sosialisasi kepada masyarakat agar limbah tidak dibuang ke sungai & saluran air setempat. Jika kita bisa menjaga luas wilayah rumput laut, kita bisa memerlambat pemanasan global sekaligus mengembalikan potensi perikanan dunia.

    Nama: Dian Maya
    Twitter: @dianbookshelf
    Link share: https://twitter.com/dianbookshelf/status/617913499373584385

  9. Nama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia
    Link Share : https://twitter.com/afikayulia/status/617940665557651456

    Jawaban :
    Aku suka baca riviewnya dari awal blogtour ini diadakan begitupula dengan covernya yang manis. Dan aku ingin tahu bagaimana perjalanan lika-liku yang dihadapi tokoh dalam novel ini.

    Jika diberi kesempatan, saya akan mengajak teman seorganisasi saya untuk ikut serta membantu pemerintah dalam upaya penyelamatan baik itu hewan maupun tumbuhan, khususnya disini hewan laut.
    Upaya yang kita lakukan adalah menerapkan Peraturan Undang-undang yang sudah diatur sebagaimana mestinya, mencegah adanya limbah yang mencemari perairan laut, menjaga ekosistem terumbu karang, mencegah adanya penangkapan ikan dengan bahan peledak yang dapat merusak ekosistem bawah laut, kebisingan dilaut dapat berpengaruh terhadap paus dan mamalia laut kesulitan menemukan pasangan dan mencari makan. Laut yang bising juga berpotensi menjauhkan paus dari habitat utamanya. Banyak paus dan mamalia laut yang terdampar diberbagai belahan dunia, mungkin itu akibat dari kebisingan tersebut. Untuk mengurangi kebisingan dilaut dapat dilakukan mengurangi kebisingan dari eksplorasi dan pengeboran industri minyak dilaut lepas serta pelayaran komersial, membatasi perairan-perairan habitat paus dari kegiatan yang menimbulkan polusi udara. Upaya yang lainnya yaitu memberikan penyuluhan kepada penduduk yang tinggal dipesisir pantai/laut untuk turut serta dalam menjaga kelestarian laut dan makhluk hidupnya.

  10. Reviewnya mudah dipahami dan menarik.

    Anggaplah jika aku seorang aktivis, pertama aku akan mengajak teman-teman komunitas untuk bermusyawarah supaya bisa menghasilkan kesimpulan yang disepakati bersama. Dan aku akan menggandeng sukarelawan supaya lebih kuat.
    Yang kedua, aku akan memberikan pengetahuan/pengarahan tentang biota laut kepada warga yang tinggal disekitar pantai. Aku ajak para nelayan untuk menangkap ikan dengan prosedur yang baik dan tidak merusak ekosistem laut. Aku tahu, memang sulit bagi kami untuk mengajak pada kebaikan. Ini bukan semata untuk mencari nama bagi seorang aktivis. Tapi untuk menjaga hewan-hewan laut yang jumlahnya semakin sedikit supaya tidak punah.
    Yang ketiga, aku akan mulai dari terumbu karang. Karena terumbu karang merupakan salah satu potensi sumber daya laut yang sangat penting di Indonesia. Sumber daya terumbu karang merupakan salah satu sumber pendapatan utama dan bagian dari hidup nelayan. Secara fisik karang melindungi pantai dari degradasi dan abrasi. Masyarakat setempat memegang peran penting di dalam kegiatan konservasi dan pengelolaan kawasan terumbu karang. Mereka hidup di dekat kawasan terumbu karang dan mata pencahariannya sebagian besar tergantung pada sumber daya di sekitarnya. Pemanfaatan sumber daya terumbu karang dengan cara yang dapat membahayakan ekosistem terumbu karang akan merugikan masyarakat setempat.
    Yang keempat, aku akan menempatkan hewan-hewan yang mengalami perkembangbiakan yang membutuhkan waktu lama ke dalam penangkaran.
    Yang kelima, bekerjasama dengan pabrik yang membuang limbah ke laut, supaya bisa mengolah limbahnya hingga benar-benar tidak berdampak pencemaran air.
    Yang keenam, bekerja sama dengan warga setempat untuk melaporkan jika ada illegal fishing. Karena itu sangat merugikan negara dan warga setempat.
    Yang ketujuh, berdoa kepada Sang Pencipta Alam, semoga dapat melancarkan niat baik kami semua untuk tetap menjaga dan melestarikan apa yang telah Tuhan ciptakan.

    Nama :Dini Auliana Putri
    Twitter :https://twitter.com/Dini_AP28
    Email :dinieembemz@yahoo.co.id
    Link share :https://twitter.com/Dini_AP28/status/617887258708803584

  11. Nama: Irmawati
    Email: irmawati0337@gmail.com
    Akun twitter: @irmaa_waati
    Link Share: https://mobile.twitter.com/irmaa_waati/status/618395169956700160?p=v

    Pertanyaan: Seandainya kamu turut serta dalam aktivis penyelamatan hewan-hewan laut, apa saja yang akan kamu lakukan?

    Jawaban: Aku akan mengajak teman-temanku, para aktivis hewan lainnya, masyarakat hingga pemerintah untuk turut serta mengambil bagian dalam upaya menyelamatkan hewan-hewan laut. Mulai dari ikan-ikan kecil, ikan besar, dan tentunya hewan-hewan laut yang mendekati kepunahan. Upaya-upaya yang akan kami lakukan yaitu:
    * Membersihkan sampah-sampah yang masih menumpuk ataupun mengotori laut itu sendiri, serta selalu menjaga kebersihan untuk kedepannya. Untuk limbah sampahnya, akan kami usahakan menjadi barang berguna dengan cara mendaur ulang.
    * Selalu mengontrol keamanan laut, jika ada para nelayan asing ataupun orang-orang yang mempunyai niat mengambil ikan menggunakan bahan peledak, segera dihukum, atau setidaknya diberi teguran atau sanksi untuk tidak boleh mengambil ikan lagi.
    * Menjaga kelestarian terumbu karang, karena disadari atau tidak, ini sangat membantu kelangsungan hidup hewan-hewan didalam laut.
    * Untuk hewan yang hampir punah, sebisa mungkin diberi pelayanan ekstra agar bisa memperpanjang usia hidup mereka.
    * Untuk hewan laut yang biasa di konsumsi, seperti ikan, udang, cumi-cumi, kepiting dan lain-lainnya, jangan diambil ketika masih sangat kecil. Lebih baik diambil yang sudah layak konsumsi.

    Untuk peran pemerintah, kami harap mereka bisa memfasilitasi setiap kebutuhan untuk mendukung upaya penyelamatan ini, juga mempertegas UU agar tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam melakukan penangkapan ikan pakai bahan peledak ataupun yang sengaja memburu hewan laut untuk kepentingan pribadi semata.

    Peran masyarakat, sudah jelas, mereka harus bekerja sama dalam melindungi hewan-hewan dari kepunahan yang sudah di sosialisasikan dan di praktikkan oleh para aktivis. ^_^

  12. Nama: Nurul Hikmatul Fatimah
    Email: nhikmatulfatimah@yahoo.com
    Akun Twitter: @nuhifalala
    Link Share: https://mobile.twitter.com/Nuhifalala/status/617538973083131904?p=v

    Seandainya kamu turut serta dalam aktivitas penyelamatan hewan-hewan laut, apa saja yang akan kamu lakukan?

    Jawaban:

    Kita tahu bahwa sebagian besar permukaan bumi terdiri dari wilayah perairan dan Indonesia adalah negara kepulauan besar yang biota lautnya sangat berlimpah. Bahkan, Raja Ampat diakui para ilmuwan sebagai pusat keanekaragaman terumbu karang dunia. Sayangnya, saat ini kondisi ekosistem laut Indonesia terutama hewan laut sudah sangat mengkhawatirkan. Hewan laut Indonesia secara perlahan mulai menyusut dan kemudian punah. Selain itu, pada tahun 2012 ada sebuah riset dunia yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara pembunuh hiu terbesar di dunia. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, dan kita sebagai generasi muda dituntut untuk berperan aktif dalam usaha menyelamatkan hewan-hewan laut tersebut.

    Hal yang harus dilakukan tentu tidak hanya sebatas melalukan penyuluhan-penyuluhan tentang betapa mengkhawatirkannya kondisi ekosistem laut kita saat ini, tapi kita harus mampu mengumpulkan generasi muda Indonesia yang masih sangat peduli pada lingkungan. Kita harus menerapkan prinsip talkless do more, karena kita tahu kepekaan masyarakat akan lingkungan sudah semakin berkurang dewasa ini.

    Di samping menjaga dan membuat penangkaran hewan-hewan laut yang jumlahnya semakin terbatas, kita juga harus memperhatikan dan sebisa mungkin memperbaiki tempat hidup hewan-hewan laut, karena percuma saja jika kita melindungi hewan-hewannya jika akhirnya mereka tetap mati karena tempat hidupnya yang menghilang. Kita harus bisa bekerja sama dengan petugas berwenang dan mengusulkan kepada pemerintah untuk menegaskan regulasi tentang penggunaan bom untuk penangkapan ikan yang sangat berpotensi merusak rumah hewan-hewan laut. Selain itu, dibutuhkan juga regulasi tentang penggunaan jala raksasa yang mampu mengeruk ribuan hewan laut dari berbagai jenis, karena pada kenyataannya tak sedikit hewan laut yang dilindungi seperti hiu, yang ikut terkeruk dan berakhir di tempat penjualan. Indonesia memang negara yang kaya akan biota laut, tapi jika terus-menerus dieksploitasi bukan tak mungkin jika suatu saat Indonesia akan kehilangan seluruh komponen lautnya, bukan?

    Kita harus ingat bahwa hewan laut adalah makhluk yang mempunyai hak hidup, juga berperan sebagai penyeimbang ekosistem. Dan tugas manusia adalah menjaganya serta memanfaatkannya secara bijak, agar ekosistem tetap seimbang dan kehidupan hewan laut tetap berkembang.

    Terima kasih 🙂

  13. Nama: Muhammad Arsyad
    Email: Muhammad.arsyad.yahya@gmail.com
    Twitter: @arsyad_yahya
    Link Share: https://twitter.com/arsyad_yahya/status/618325956160155648

    Review Tuhan Untuk Jemima yang ditulis oleh Ade Delina Putri memberikan gambaran umum yang cukup baik tentang novel tersebut. Terutama tentak konflik mendasar yang membangun cerita. Namun Ade Delina tidak menjelaskan secara eksplisit tentang perwatakan setiap tokoh terutama karakter Jemima menurut versinya, bagaimana penggambaran tokoknya oleh penulis itu sendiri, apakah mudah bagi pembaca atau tidak, dan apakah karakter selain Jemima memilih karakter yang unik yang tidak ditemukan di novel lain. Penggambaran karakter yang kuat dan alur yang menarik dari sebuah review akan meningkatkan keinginan pembaca untuk memiliki suatu novel.

    Bagaimana bila saya terjun menjadi seperti Sosok Kenneth Nigel Kincaid yang menjadi aktivis lingkungan hidup yang menjadi aktivis penyelamatan paus dan hiu atau hewan-hewan laut pada umumnya? Saya akan kembali ke hal paling mendasar yakni menyelamatkan ekosistem penyangganya terlebih dulu. Yakni menyelamatan mangrove (hutan bakau) dan terumbu karang. Kedua habitat ini adalah penyangga terpenting dalam kehidupan di pantai dan di laut. Sebab menjadi pondasi dalam berlangsungnya rantai makanan dan jarring-jaring makanan. Bila kedua ini baik maka yang lain akan baik. Penanaman, perluasan kawasan mangrove, perbaikan mangrove yang rusak adalah langkah teknis yang harus dilakukan. Sedangkan untuk terumbu karang adalah dengan melakukan tanam karang, memberikan penjagaan dari pencurian karang dari oknum tertentu, membentuk regulasi ketat tentang perlindungan terumbu karang.

    Setelah kedua hal paling fundamental tersebut dilakukan, langkah selanjutnya adalah penyelamatan organism yang lebih makro misalnya ikan, gurita, ubur-ubur, hingga paus. Memberikan penyuluhan kepada seluruh lapisan masyarakat terutama warga pesisir pantai tentang pentingnya menjaga ekosistem ikan, melakukan penangkapan ikan secara wajar dan dengan metode penangkapan yang tepat, serta menggalakkan budaya Sasi seperti yang dilakukan masyarakat Maluku yakni moratorium penangkapan ikan selama selang waktu tertentu. Yang terpenting adalah menanamkan pemahaman kepada setiap generasi bahwa menjaga ekosistem laut adalah kewajiban kita bersama demi menjaga keberlangsungan ekologis di laut dan di darat.

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s