Aku Memang Unik: Belajar Menerima

Photo0346

Judul: Aku Memang Unik
Penulis dan Ilustrasi: Herlina Kartaatmaja
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
ISBN: 978-602-249-914-5
Penyunting: Kartika Indah Pratiwi
Tata letak: Aluycia Suceng
Redesain: Helen Lie
Cetakan 1: 2015

Jika biasanya tinta cumi-cumi hitam, maka tidak bagi Kamou. Kamou memiliki tinta warna merah jambu! Perbedaan ini membuat teman-teman Kamou tidak menyukainya. Bahkan orang tuanya sendiri menyuruh Kamou untuk berobat. Sayang, tintanya tidak juga jadi berubah warna.

Saat anak-anak cumi lainnya bertanding untuk mencari tahu siapa yang mempunyai tinta paling hitam dan pekat, Kamou hanya berkata… Membosankan. (hlm. 8)

Ada lagi kisah si Kucing Merah yang tinggal di tengah Danau Biru. Hidup di danau, membuat si kucing jadi tidak berselera makan ikan karena sudah bosan. Sama seperti kucing lainnya, Kucing Merahpun tidak tahan terhadap air. Ia mencari cara agar bulunya tidak basah. Berhasilkan ia?

Ah jangan lupakan juga tentang si Biru. Sejak lahir, ia memiliki kelainan. Kulitnya berwarna biru. Teman-teman tidak ada yang mau bermain dengan Biru. Kasihan sekali si Biru ya.

-x-

Selain kisah-kisah di atas, masih ada tiga kisah lainnya yang tak kalah menarik. Ini adalah buku anak bergambar yang unik bagi saya. Bagaimana tidak, si penulislah yang mengilustrasikan sendiri bukunya. Ya, kabarnya setelah sekian lama menjadi iustrator, baru kali ini Mbak Herlina mau menulis cerita. Akhirnyaa hehe 😀 Congrats ya Mbak ^^

Photo0410

Photo0409

Photo0411

Konsep ilustrasinya juga lucu. Kalau saya melihatnya ada yang seperti memakai tinta air. Untuk anak-anak buku ini pasti menyenangkan. Full color dan punya cerita yang sangat sederhana. Di dalamnya, anak-anak akan belajar bagaimana menerima diri sendiri, orang lain dan keadaan di sekitarnya. Bagi para orang tua, rekomen nih bukunya. Bisa dibaca bareng sambil menggunakan suara-suara yang lucu juga agar anak tertarik hehe.

Menjadi manusia biru bukanlah perkara mudah. banyak orang memandang sebelah mata padanya atau mencurigainya, hanya karena dia berbeda. Yah, memang tidak semua orang bisa menerima sesuatu yang berbeda. (hlm. 132)

Trus, gimana ya akhir kisah si Kamou dengan tinta pinknya, Kucing Merah dengan empat tinggal dan bagaimana juga dengan Si Biru, adakah yang mau berteman dengannya?

100 Days of Asian Reads Challenge 2015

Iklan

3 thoughts on “Aku Memang Unik: Belajar Menerima

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s