Coupl(ov)e: Bukan Sahabat Jadi Cinta

Banner_BacaBareng2015-300x187

1428459594388

Judul: Coupl(ov)e
Penulis: Rhein Fathia
Penerbit: Bentang (PT. Bentang Pustaka)
Cetakan Pertama: Februari, 2013
Jumlah Halaman: xii+388 hlm
ISBN: 978-602-7888-12-8

“Atau, kalau sampai umur tiga puluh tahun dan masih sama-sama single, aku ngelamar kamu aja.” (hlm. 3)

Celetukkan asal Raka saat SMA rupanya menjadi nyata. Kini Halya, sahabatnya sejak SMA resmi menyandang predikat sebagai istri sahnya. Sahabat jadi cinta? Bukan. Mereka bukan menikah berdasar cinta. Bahkan masing-masing masih membawa kenangan masa lalu bersama cerita cintanya. Raka dengan cinta pertamanya, Rina. Dan Halya dengan kekasih yang hampir melamarnya, Gilang.

Mungkin pada akhirnya pernikahan tidak hanya sekedar bercinta. Rasa nyaman, itu yang terpenting. (hlm. 47)

Langgengnya persahabatan mereka sama sekali tak pernah menumbuhkan benih cinta. Mereka hanya saling sayang dan mengerti satu sama lain. Sehingga membuat jalan pernikahan mereka menjadi begitu rumit. Rina yang hadir lagi dalam kehidupan Raka dan masih menempati posisi di hatinya. Serta Halya yang tidak bisa melupakan Gilang. Di sisi lain, mereka saling cemburu.

Karena, pada akhirnya, cinta bukan lagi tentang uang, kedudukan, seks, fisik, atau apa pun. Selama kamu nyaman, as long as you feel that ‘click’ with him, just go on… Enjoy your journey…(hlm. 189)

-x-

Novel yang tidak bisa membuat saya tidur sebelum menyelesaikannya. Mengapa Rhein apik sekali membuat pembacanya penasaran tingkat tinggi. Kisah Raka dan Halya yang kadang membuat saya gemas sendiri, geregetan sampe pengen ikutan dalam cerita *lho?*

Dengan alur campuran, Coupl(ov)e menyajikan cerita yang (mungkin cukup) klise namun dikemas dengan tidak biasa. Lagi-lagi ini bukan tentang sahabat menjadi cinta. Namun justru pernikahanlah yang menjadi awal kisah persahabatan mereka. Jalan persahabatan selama belasan tahun yang justru menjadi lebih rumit ketika mereka menikah. Masing-masing masih membawa masa lalu dan kenangannya. Serta rasa patah hatinya *upz*

Patah hati ternyata melelahkan dan menguras energi. Ada hati yang terluka di sana, ada virus benci yang merasuki, ada prasangka-prasangka buruk yang selalu menghantui. But time will heals, Dia hanya butuh banyak waktu untuk menelan semua perasaan negatif dan mengambil pelajaran darinya. (hlm. 111)

Dengan adanya tahun dalam setiap kejadian cerita, memudahkan pembaca untuk memahami alurnya. Kisah awal Raka dan Halya berkenalan, masa-masa mereka kuliah dan menemukan cinta pertama hingga kenangan tak terlupakan yang mereka bawa dalam pernikahan. Hadirnya Gamma dan Puput sebagai sahabat mereka juga menambah serunya cerita. Mereka yang membuat saya geregetan, Raka dan Halya yang masih mengutamakan ego mereka, dengan kehadiran Gamma dan Puput justru membantu mereka untuk berpikir logis.

Cinta yang menggebu itu hanya bertahan selama dua tahun dalam pernikahan. Selebihnya, tanggung jawab dan komitmen. (hlm. 237)

“Dalam pernikahan, dibutuhkan cinta dan iman. Dua hal itu yang akan menjadi stimulus agar rumah tangga tidak retak,” (hlm. 304)

Banyak sekali bertebaran kutipan menarik:

When there is outer beauty, one’s mind is happy. When there is inner beauty, one’s soul is happy. Only when there is a balance between both of them, there can be harmony. (hlm. 113)

Setiap manusia harus bisa jadi pengendali kereta kehidupannya. Tak peduli sehebat apa perang dan permasalahan yang dihadapi, kita tidak boleh bergantung dan disetir orang lain. (161)

Ada kalanya cinta adalah sebentuk ikhlas untuk melepaskan dan bukan mempertahankan atau menggenggam setengah mati. (hlm. 331)

Antara mencintai dan ego keinginan untuk memiliki itu berbeda. (hlm. 342)

Ketika seseorang jatuh cinta, otak kanannya akan amat sangat sibuk. Hal ini mengakibatkan otak kiri, yang biasa memproduksi kata-kata, tidak bisa menyampaikan pesan ke otak kanan dengan baik. (hlm. 363)

I really like this novel! Kabarnya novel ini sebelumnya ditulis dalam sebuah blog, namun sayang sekali saat itu saya tidak mengikuti. Karena minat dan permintaan pembaca yang banyak, maka dibungkuslah jadi sebuah novel. Benarlah kata banyak orang, ceritanya memang sungguh manis. Kalau dibuat film, saya mau nontooon!! 😀

“Kamu tahu kenapa orang yang menikah selalu mendapat udapan selamat menempuh hidup baru?
“Karena mereka harus meninggalkan sebagian orang-orang yang pernah mereka sayangi pada masa lalu,” (hlm. 365)

100 Days of Asian Reads Challenge 2015

TBRR Pile Reading Challenge 2015

Iklan

7 thoughts on “Coupl(ov)e: Bukan Sahabat Jadi Cinta

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s