Girls in the Dark: Dugaan-dugaan dalam Kegelapan

CYMERA_20150331_081858

Judul: Girls in the Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Nona Aubree
Proofreader: Dini Novita Sari
Design Cover: Kana Otsuki
Ilustrator: @teguhra
Penerbit: Haru
Cetakan Kedua: September, 2014
Jumlah Halamn: 279 hlm.
ISBN: 978-602-7742-31-4

Apa kalian tidak merasakan bahwa panca indra kita semakin terasah kalau kita berada di dalam kegelapan? (hlm. 10)

Enam anggota Klub Sastra berkumpul dalam acara rutinan Yami-nabe. Sebuah acara dimana para anggota klub membawa bahan makanan yang dirahasiakan dari orang lain dan memasukkannya dalam panci berisi air mendidih lalu memakannya dalam kegelapan. Sumikawa Sayuri, sahabat Shiraishi Itsumi sekaligus wakil Klub Sastra memimpin Yami-nabe setelah kematian Itsumi yang belum diketahui kejelasannya. Oleh karenanya, Sayuri sengaja menentukan tema kematian Itsumi untuk pembacaan naskah cerita pendek dalam Yami-nabe kali ini.

Nitani Mirei – kelas 1A penerima beasiswa, Kominame Akane – kelas 2B yang hobi memasak kudapan barat, Diana Detcheva – murid internasional dari Bulgaria, Koga Sonoko – kelas 3B yang bercita-cita menjadi dokter dan Takaoka Shiyo – kelas 2C satu-satunya anggota yang sudah menerbitkan novel berjudul Kami-kage Sou. Mereka berlima adalah anggota yang diundang khusus oleh Itsumi untuk bergabung dalam klub sastra.

Kelima anggota tersebut membawa naskah yang berisi analisa mereka tentang kematian Itsumi. Masing-masing mempunyai dugaan terkait pembunuh Itsumi setelah gosip yang beredar bahwa kematian Itsumi karena dibunuh salah satu di antara mereka. Lantas apa benar kematian Itsumi karena dibunuh atau Itsumi justru bunuh diri?

“… kau… pernah berpikir ingin membunuh seseorang?” (hlm. 54)

-x-

Gambaran Shiraishi Itsumi memang nyaris sempurna. Cantik, pintar, kaya serta memiliki karismatik kebaikan yang membuat iri orang di sekitarnya. Sebab itulah kelima anggota kagum dengannya.

Makanan yang terlalu enak itu tidak sempurna. Tanpa kemegahan, dengan kesedihan, ada kesepian, ada rasa, dan akhirnya layu dengan anggun. Elok, tapi tidak berlebihan, sesuatu yang biasa. Itulah kecantikan yang sebenarnya. (hlm. 70-71)

Lima naskah dari lima anggota yang berbeda dan menggunakan POV orang pertama membuat novel ini jadi menarik. Jarang rasanya ada novel dikemas seperti ini. Eh atau memang belum ada. Sudut yang berbeda, dengan cerita masing-masing namun tetap satu tema. Memang seperti kumpulan cerita pendek.

Misteri yang dibangun juga terasa horornya. Membuat kita sulit menduga siapa sebenarnya pembunuh Itsumi atau Itsumi memang bunuh diri.

Kutipan menarik:

Mendidik siswa dari segi akademis dan moral adalah tanggung jawab mutlak sebuah sekolah. (hlm. 157)

Apakah kehidupan akan jadi bermakna tanpa kita sendiri yang menjadi tokoh utamanya?
Pasti akan sangat membosankan kalau kisah itu dibuat bukan untuk kita meskipun jalan ceritanya bagus dan konfliknya mendalam. (hlm. 226)

Tapi satu pertanyaan saya, apa benar acara Yami-nabe itu memang ada? Ah tak terbayang, kalaupun ada rasanya saya tak mau ikut. Apa rasanya makan-makanan yang tidak kita ketahui semua bahannya, belum lagi anggota boleh membawa yang bukan bahan makanan. Sekalipun higienis, rasanya, aaah aneh!

Tantangan Membaca 2015 “Karya” Dini Novita Sari
Young Adult Reading Challenge 2015
100 Days of Asian Reads Challenge 2015
TBRR Pile Reading Challenge 2015

Iklan

12 thoughts on “Girls in the Dark: Dugaan-dugaan dalam Kegelapan

  1. Buku ini juga bikin aku rada kagum sih. Belum pernah baca cerita yang kayak gini soalnya. Bagiku overall buku ini oke, cuma kadang terjemahannya terlalu kaku. Penerbit Haru kayaknya harus belajar banyak dari Mizan Fantasi hoho

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s