Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan: Mulianya Perempuan dalam Islam

Photo0272

Judul: Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan
Penulis: Prof. Dr. Hamka
Penerbit: Gema Insani
Jumlah Halaman: 136 halaman
Cetakan Kedua: Desember 2014
ISBN: 978-602-250-236-4

George Bernard Shaw pernah mengatakan, “Di saat perempuan bersuami disaat itu pula semua harta miliknya, menurut Undang-undang Inggris, menjadi milih suaminya.”

Disebutkan pula bahwa perempuan Perancis baru memiliki hak suara dalam pemilihan umum Kotapraja sejak tahun 1965, setelah Menteri Kehakiman mengadakan amandemen terhadap Undang-undang Sipil Perancis.

Atas dasar latar belakang itulah maka dunia barat mengusung gerakan feminisme. Yang sangat disayangkan jika gerakan tersebut justru menyerang Islam dengan alasan Islam menindas perempuan. Padahal jauh berabad-abad yang lalu Allah telah mengatur Islam untuk memuliakan perempuan.

“Orang baik di antara kamu ialah orang yang baik terhadap ahlinya; dan aku sendiri adalah baik terhadap ahliku. Perempuan adalah orang yang mulia dan tidaklah menghinakan perempuan, melainkan orang yang hina jua.” (HR Ibnu Majah “Al-Bazzar”,dll) (hlm. 24)

Pada dasarnya manusia adalah satu. Sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nisaa

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu, yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan, bertakwalah kepada Allah, yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya, Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (An-Nisaa’:1)

Oleh karena asalnya satu, maka terasalah bahwa yang satu tetap memerlukan yang lain. Dan dengan dasar takwa pada Allah, terpeliharalah hidup dan selamatlah pertemuan di antara kedua bagian yang telah terpisah tersebut.

Berbeda pada zaman Jahiliyah. Dimana ketika lahir seorang anak perempuan, maka orang tuanya merasa hina dan perlu menguburnya hidup-hidup. Maka diutuslah oleh Allah, Rasulullah SAW untuk menyampaikan wahyu dalam surah At-Takwiir. Yang dalam ayat ke 8 dan 9 berkata:

dan apabila bayi-bayi perempuan dikubur hidup-hidup ditanya. Karena dosa apakah dia dibunuh?

Padahal siapa yang melahirkan laki-laki ke dunia yang membenci anak prempuannya tersebut? Bukankah perempuan juga?

Allah adalah Maha Pengatur sebaik-baiknya. Dan Rasulullah sebaik-baik utusan-Nya yang memberikan teladan sempurna. Di antaranya anjuran untuk memuliakan seorang ibu yang telah melahirkan kita.

Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. (Luqmaan: 14) (hlm. 45)

Di luar itu: ibu yang menyusui, saudara perempuan dari ibu, anak perempuan, saudara perempuan juga harus kita hormati dan sayangi.

Maka salah jika dikatakan Islam menindas perempuan. Sebab telah banyak bukti bahwa Islam mengatur kedudukan perempuan sedemikian mulia dan harus dihormati. Ia yang lebih mulia dari bidadari.

Perempuan dunia akan masuk ke dalam surga karena amalnya, shalatnya, salihahnya, kesetiaannya kepada suami, dan pengorbanannya untuk anak-anaknya. Sementara, bidadari mendapat tempat tersebut dengan tidak mengetahui betapa tinggi nilai tempat yang didiami tersebut karena tidak didapat dengan jerih payah dan perjuangan. (hlm. 81)

Buku yang ditulis Buya Hamka ini meski tergolong tipis tapi cukup lengkap mencakup semuanya. Hingga masalah pembagian warisan yang sudah diatur dalam Islam, hingga hak-hak istimewa perempuan.

Islamic Reading Challenge 2015

Nonfiction Reading Challenge 2015

Yuk, Baca Buku Non Fiksi 2015

TBRR Pile Reading Challenge

100 Days of Asian Reads Challenge

Iklan

10 thoughts on “Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan: Mulianya Perempuan dalam Islam

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s