Salon Kepribadian: Jangan Nyebelin Ya!

PicsArt_1426054897365

Judul: Salon Kepribadian (Jangan Jadi Muslimah Nyebelin)
Penulis: Asma Nadia
Penerbit: Asma Nadia Publishing House
Cetakan Pertama: Maret, 2013
ISBN: 978-602-9055-15-3
Jumlah Halaman: xvi+312 hlm.

TARIK NAPAS dalam-dalam, DUDUK sejenak, dan mulailah MEMERIKSA diri secara cermat. Jika perlu, dengan KACA PEMBESAR 🙂 (hlm. xii)

Dari sekian buku bunda Asma Nadia yang lain, entah mengapa buku inilah yang paling menancap dalam di hati saya. Selain judulnya yang memang mengguggah, isinya juga benar-benar menjadi teguran untuk diri sendiri. Kira-kira saya seperti itu tidak ya? Menjadi muslimah yang menyebalkan dengan kepribadian atau tingkah yang mungkin tidak saya sadari? Untung saja buku ini dikemas dalam bahasa yang luwes, jadi lebih enak untuk dibaca 😀

Nyebelin di sini maksudnya, kalau in any way, kamu mengganggu kenyamanan orang lain. Apakah hati, pikiran, rasa atau bahkan pancaindra. (hlm. 6)

Yang Remeh yang Mengganggu

Apa saja? Keringat, bau mulut, rambut, tangan, dan aneka bau-bauan yang lain mungkin kita tidak merasakannya. Tapi tanpa sadar, justru orang di sekitarlah yang terkena dampaknya. Mungkin saja teman atau orang di sekitar kita segan untuk menegur karena tidak enak dengan kita, tapi kalau kita tahu mereka diam-diam tidak nyaman, duh tidak enak juga kan 😦 Tips-tips untuk menjaga kebersihan diri ditulis dalam bab pertama ini. Memang, segala sesuatunya haruslah mengutamakan faktor internal terlebih dahulu.

Daripada berharap sedunia memaklumi dan mau mengerti bau-bauanmu, akan lebih gampang kalau kamu mengubah diri. (hlm. 9)

Nggak Indah di Mata? Duh, Jangan, Deh!

Cara kamu berpakaian akan mencerminkan dirimu. Serius! Sekalipun kita berjilbab, pakaian nggak cuma mencerminkan identitas keislaman, tapi pilihan corak, warna, model, aksesori, bahkan kerapian, akan mengungkap kepribadianmu. (hlm. 40)

Masa sih maunya dibilang muslimah, eh tapi kok penampilannya berantakan? 🙂 Bukan niat bertabarruj, melainkan menjaga penampilan agar tetap enak dilihat. Mulai dari belajar merawat wajah, memperhatikan pakaian agar rapi dan tidak terlalu ketat, menepatkan penampilan dimana pun.

Muslimah Nyelekit?

Nah ini sih penyakit yang sering menjangkiti wanita, yang terkadang suka menggosip, atau bicara asal ceplos 😦 Padahal bahaya banget. Selain dosa, kita bisa menyakiti orang lain dengan kata-kata kita.

Before you speak, ask yourself,
is it kind,
is it necessary,
is it true,
does it improve on the silence? (hlm. 63)

Seperti kata hadits, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Your Attitude, Gals!

A posstive attitude may not solve all your problems, but it will annoy enough people to make it worth the effort – Herm Albright (hlm. 103)

Dari sekian hal-hal yang menyebalkan di atas, mungkin sikap inilah yang paling tinggi tingkatnya. Sering ikut campur, lelet, mudah mengeluh, menjadi miss judge, itu hanyalah sebagian dari sikap muslimah yang menyebalkan. Sayang kan kalau kecantikan fisik, tidak diseimbangkan dengan kecantikan rohani atau pribadi diri.

Momen Ibadah yang Jadi Meresahkan

Saya pernah ditegur oleh seorang teman karena menaruh kaus kaki sembarangan saat ingin sholat. Iya ya, padahal itu kan mushola umum. Kok saya seenaknya saja, belum lagi kalau kaus kakinya menimbulkan aroma yang tak sedap, hiks 😦 Hal-hal sekecil ini yang mungkin kita lalaikan. Dorong mendorong saat wudhu, mukena mushola yang tidak dirapikan lagi, bahkan dzikir dan doapun bisa jadi masalah. Jika mushola sedang penuh, ada baiknya kita tidak berdoa atau berdzikir lama-lama. Kasihan dong yang lain sedang antri 🙂

Bersih dalam ibadah, menempatkan diri saat sedang bertausiyah adalah hal lain yang juga patut diperhatikan. Semoga tidak menjadikan kita manusia yang egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Hmm bukankah kita sejatinya makhluk sosial? 🙂

Kita nggak pernah tahu siapa butuh siapa di masa depan. Bisa jadi teman yang sebel banget-banget sama kamu, ternyata nanti malah jadi manajer personalia tempat kamu ngelamar kerja! Oh My God banget, kan? (hlm. 289)

Bagaimana? Makjleb ya pembahasannya. Di setiap pembahasan itu dilengkapi juga dengan ilustrasi-ilustrasi. Tak hanya itu, kita akan disuguhkan tips-tips agar kita tidak menjadi muslimah yang ‘menyebalkan’. Yuk, muslimah lebih memperhatikan diri dan sikap kita. Setidaknya demi kebaikan diri sendiri juga kan 🙂

Islamic Reading Challenge 2015

Nonfiction Reading Challenge 2015

Yuk, Baca Buku Non fiksi 2015

100 Days Asian Reading Challenge 2015

Iklan

9 thoughts on “Salon Kepribadian: Jangan Nyebelin Ya!

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s