The Miracle of Enzyme: Enzim dan Gaya Hidup Sehat

1425879141724

Judul: The Miracle of Enzyme
Judul Asli: The Enzyme Factor
Penulis: Hiromi Shinya, MD
Penerjemah : Winny Prasetyawati
Penyunting : Budhyastuti R.H.
Proofreader : M. Eka Mustamar
Halaman : 312 halaman
Penerbit: Qanita
Cetakan 13: Mei, 2014
ISBN: 978-602-9225-45-7

Buku yang mampu membuka paradigma baru tentang kesehatan! Tahukah jika asal muasal kesehatan kita ialah berawal dari satu kata? Enzim. Ya, ialah Dr. Hiromi Sinya seorang ahli endoskopi yang pertama kali mampu menyingkirkan polip tanpa harus membedah perut. Pengalaman memeriksa beratus-ratus ribu pasien membuat beliau meyakini bahwa tubuh manusia pada dasarnya mampu menyembuhkan dirinya sendiri.

Enzim adalah sebuah istilah generik untuk katalis protein yang dibentuk di dalam sel makhluk hidup. (hlm. 34)

Menurutnya, obat dan pembedahan hanya membuat pasien menjadi lebih sakit. Energi emosi yang positiflah yang sebenarnya menstimulasi DNA untuk memproduksi limpahan enzim pangkal tubuh yakni sang enzim ajaib yang bereaksi sebagai bio-katalis untuk memperbaiki sel-sel kita.

Enzim ikut ambil bagian dalam seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan, seperti sintesis dan penguraian, transportasi, eksresi, detoksifikasi, penyediaan energi, dan regenerasi sel. (hlm. 34)

Ingatlah bahwa hidup yang bahagia dan penuh arti adalah cara alami menuju kesehatan manusia. Antusiasme dengan senang hati, dan bukan kepatuhan sempurna terhadap suatu rezim diet, adalah kunci agar keajaiban enzim berhasil bagi Anda. (hlm. 30)

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat enzim pangkal ini. Dokter yang menjadi Kepala Endoskopi Bedah di Beth Israel Medical Center, New York inipun menjabarkannya dengan lengkap. Diantaranya:

1. Menu Makanan yang Baik

  • Makan-makanan yang mengandung banyak enzim: 85-90% makanan nabati, 10-15% protein hewani yang tidak lebih dari 85-115 gram per hari.
  • Hindari produk-produk susu seperti susu sapi, keju, yoghurt, produk-produk susu lainnya. Sebab susu yang dijual di toko-toko kini telah teroksidasi melalui proses pengolahannya. Hal ini bisa menghilangkan unsur baik susu yaitu laktoferin yang dikenal memiliki efek antioksidan, anti-peradangan, antivirus dan pengatur imunitas tubuh.
  • Berhenti makan 4-5 jam sebelum tidur, kunyah setiap suap 30-50 kali, makan buah dan minum jus 30-60 menit sebelum waktu makan.

2. Air yang Baik

  • Orang dewasa sebaiknya minum setidaknya 6-10 gelas air setiap hari.
  • Minum 1-3 gelas air setelah bangun tidur pagi hari.
  • Minum 2-3 gelas air sekitar 1 jam sebelum setiap waktu makan.

3. Pembuangan yang Teratur

  • Jangan gunakan obat pencahar. Sebab obat-obatan pada dasarnya ialah racun. Semakin usus distimulasi oleh obat-obatan, semakin banyak dibutuhkan stimulasi yang lebih kuat. Dengan kata lain, obat justru menimbulkan ketergantungan.
  • Daripada menggunakan obat, ada baiknya melakukan enema kopi. Yakni membersihkan usus besar dengan air yang mengandung kopi, ditambah mineral dan ekstrak yang menghasilkan laktobasilus, melalui dubur.

4. Olahraga Secukupnya

Olahraga yang sesuai dengan usia dan kondisi fisik serta tidak berlebihan agar tidak melepaskan radikal bebas dan membahayakan tubuh.

5. Istirahat yang Cukup

Pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam dan dapatkan 6-8 jam tidur tanpa terputus.

Jangan makan atau minum 4-5 jam sebelum pergi tidur. Jika lapar atau haus, sepotong  buah boleh dimakan 1 jam sebelum tidur karena buah cepat dicerna.

6. Pernapasan dan Meditasi

Bermeditasilah, berpikir positif, tarik napas dalam-dalam dari perut 4-5 kali per jam, kenakan pakaian longgar dan tidak menyesakkan napas.

7. Kebahagiaan dan Cinta

Luangkan waktu untuk menghargai, tertawalah, menyanyilah, menarilah dan hiduplah dengan penuh gairah dan hadapi hidup, pekerjaan dan orang-orang yang Anda cintai dengan sepenuh hati.

Sesuai kata pengantar Dahlan Iskan dalam buku ini, yang menggembirakan adalah Prof. Hiromi menganjurkan agar setiap orang harus makan makanan yang enak.

Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah. (hlm. 13)

Kutipan-kutipan yang mungkin bisa jadi renungan:

Penyakit bukanlah kutukan Tuhan, melainkan akumulasi kebiasaan makan kita selama bertahun-tahun. (hlm. 16)

Kami seharusnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk memahami kesehatan daripada memerangi penyakit. (hlm. 27)

Harap diingat bahwa obat yang sangat efektif, yang menghilangkan rasa sakit dengan cepat, jauh lebih berbahaya bagi tubuh daripada banyak obat-obatan lain. (hlm. 82)

Daripada hanya menerima informasi yang diberikan seseorang kepada Anda, kebenarannya juga perlu dipastikan dengan menguji informasi itu pada tubuh Anda sendiri. (hlm. 113)

Anda dilahirkan dengan faktor-faktor keturunan tertentu, tetapi kebiasaan dapat diubah dengan kekuatan usaha. (hlm. 176)

Jika menyerah secara mental, tubuh Anda akan menua dengan lebih cepat. Janganlah pernah menyerah. (hlm. 222)

Kita harus ingat bahwa tubuh kita menderita penyakit karena mengizinkan tubuh kita menjadi sarang bagi bakteri dan virus tersebut. (hlm. 223)

Kita harus memerhatikan garis kehidupan yang telah ditulis oleh alam bagi manusia, berusaha membangkitkan kemampuan dalam diri kita untuk menyembuhkan diri sendiri, dan bergeser pada mempromosikan kesehatan ketimbang berusaha untuk menekan penyakit secara paksa. (hlm. 227)

Penting bagi dokter untuk mendengarkan pasien dan mengganggap serius apa yang dikatakan oleh para pasien. (hlm. 232)

Hidup sehat memang mahal, tetapi masih jauh lebih murah daripada jatuh sakit. (hlm. 250)

Betapapun sehatnya tubuh Anda, jika Anda hidup kesepian, selalu terfokus pada hal-hal yang negatif dan mengasihani diri sendiri, perlahan enzim dalam tubuh Anda akan kehilangan kekuatannya. (hlm. 254)

Penyakit-penyakit sesungguhnya berakar dari kurangnya pengetahuan atau kurangnya pengendalian diri. (hlm. 263)

Penjabaran resensi ini tidaklah cukup. Anda harus memahami satu per satu penjelasannya dengan membaca buku ini sendiri. Akhir kata, Dr. Hiromi Shinya menegaskan bahwa sesungguhnya segala penyakit yang muncul ialah akibat kebiasaan sehari-hari kita. Maka:

Konsumsilah makanan yang baik, kuasai gaya hidup yang baik, minumlah air yang baik, istirahatlah yang cukup, berolahragalah secukupnya, serta jalani minat yang memotivasi Anda, dan tanpa ragu lagi tubuh Anda akan memberi reaksi yang positif.

Dimuat di Koran Jakarta, 17 Maret 2015

TBRR Pile Reading Challenge 2015

Nonfiction Reading Challenge 2015

Yuk, Baca Buku Non Fiksi 2015

100 Days of Asian Reads Challenge 2015

Iklan

15 thoughts on “The Miracle of Enzyme: Enzim dan Gaya Hidup Sehat

  1. saya sudah pernah baca buku ini dan saya juga sudah membuat reviewnya.. saya suka reviewnya.. simple!! saya masih gagal dalam menjalankan program diet enzim yang ditawarkan buku tersebut.. soalnya, tiap malem (ga juga sih, random), saya masih suka ngemil (cuma 1 ato 2 sih, hehe)..

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s