Selingkuh: Bukan Jalan Terbaik

Photo0185

Judul: Selingkuh (Adulterio)

Penulis: Paulo Coelho

Penebrit: Gramedia Pustaka Utama

Alih Bahasa: Rosi L. Simamora

Cetakan Pertama: 2014

ISBN: 978-602-03-1207-1

Jumlah Halaman: 320 hlm.

Bisa dibeli di: Toko Buku Scoop

Aku sama sekali tidak berminat menjadi bahagia. Aku memilih hidup dengan penuh gairah, yang tentu saja berbahaya karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. (hlm. 10)

Kehidupan yang menurut orang nyaris sempurna. Memiliki suami hebat yang memiliki perusahaan investasi berskala besar serta dua orang anak yang turut melengkapi. Tapi tidak dengan yang dirasakan Linda. Wanita dengan usia pertengahan tiga puluh yang merasa hidupnya justru menjenuhkan.

Hari ini aku adalah wanita yang terkoyak antara ketakutan bahwa segala sesuatu mungkin berubah, dan ketakutan yang sama besarnya bahwa segala sesuatu akan terus sama selama sisa hari-hariku. (hlm. 13)

Pekerjaannya sebagai jurnalis, membawa Linda pada pertemuan dengan mantan kekasihnya saat SMA, Jacob Konig. Ketidak sengajaan yang justru memberi kenikmatan baru bagi Linda. Ia tak pernah merasa bersalah meski tahu bahwa Jacob sudah memiliki istri dan ia memiliki suami dan anak.

Suatu ketika Jacob berkata tidak ingin menemuinya lagi. Merasa dicampakkan, Linda dendam. Ia menjebak istri Jacob dengan tuduhan-tuduhan agar Jacob meninggalkan istrinya.

Aku adalah harimau yang tersudut tanpa tempat untuk lari; satu-satunya pilihan yang tersisa adalah menyerang (hlm. 119)

-x-

Finally, saya bisa baca buku Paulo Coelho. Setelah selama ini hanya melihat kutipan-kutipan tulisannya yang bertebaran di media sosial. Sayangnya buku ini bisa dibilang bukan ‘saya banget’. Saya tidak suka dengan buku-buku yang membahas seks terlalu fulgar. Meski memang garis bawah buku ini ketidakpuasan Linda datang dari salah satunya soal seks. Tapi di luar itu, saya akui bahwa tidak salah mengakui bahwa penulis yang satu ini adalah salah satu favorit karena kutipan-kutipannya sarat makna kehidupan.

Pernikahan tidak selamanya sempurna. Barangkali kalimat inilah yang selalu terdengar dari mereka yang sudah menjalankannya. Seperti yang pernah saya baca, dibutuhkan inisiatif untuk membangun pernikahan agar tidak hambar. Linda, sang tokoh utama merasa kejenuhan yang datang dari rutinitas yang sama setiap harinya. Hubungan dengan suaminyapun kian hambar. Hingga dosa membawanya pada kenikmatan baru.

Cinta bukan hanya perasaan; cinta adalah seni. Dan layaknya seni apa pun, cinta tidak hanya membutuhkan inspirasi, melainkan juga banyak kerja keras. (hlm. 230)

Ada satu hal yang membuat saya bertanya, “Apakah memang wajar jika terbesit rasa ingin membunuh suami sendiri?” Sungguh rasanya terlampau ekstrem. Semoga saja tidak. Di luar itu, buku ini cukup bagus dinikmati oleh pasangan yang sudah menikah. Barangkali kisah Linda akan membuka pandangan baru bahwa selingkuh selamanya memang tak pernah dibenarkan.

Kutipan menarik:

Pilihlah informasi yang kaudengarkan. Letakkan penyaring di mata dan telingamu dan hanya izinkan masuk hal-hal yang tidak akan membuatmu terpukul, karena kita memiliki kehidupan sehari-hari kita untuk melakukannya. (hlm.68)

Kau tidak memilih hidupmu, hiduplah yang memilih dirimu. Tidak ada gunanya bertanya mengapa kehidupan menahan suatu kebahagiaan atau kesedihan, kau hanya bisa menerimanya dan melanjutkan hidupmu. (hlm. 103)

Semakin jelas kita dapat melihat dinding-dinding kehidupan kita, maka semakin baik. (hlm. 117)

Ketika kita menyangkal takdir karena telah membawa kita menuju kebahagiaan, yang kita inginkan hanya keamanan. (hlm. 127)

Mencintai berarti mengubah perbudakan menjadi kebebasan. (hlm. 156)

Akan tiba waktunya ketika kekalahan tak terelakkan, tetapi setidaknya kita bertarung sampai akhir. Kita sudah memiliki semua yang kita butuhkan. (hlm. 181)

“… melupakan adalah pendekatan keliru. Anda harus menghadapi setiap masalah. (hlm. 186)

“Semua orang mengalami hari-hari ketika mereka berkata: ‘Yah kehidupanku tidak seperti yang kuharapkan.’ Tetapi jika kehidupan bertanya padamu apa yang telah kaulakukan baginya, apa yang akan kaukatakan padanya?” (hlm. 261)

 TBRR Pile Reading Challenge

Review KoBu Scoop

Mengetahui online book shop ini bukan pertama kali. Toko yang sudah cukup terkenal dengan tawaran-tawaran buku murahnya. Meski testimoni-testimoni kurang baik yang saya lihat, namun setelah mencoba tawaran dari BBI nyatanya saya puas. Tak butuh waktu lama, tiga hari setelah saya pesan buku ini sudah sampai. Padahal hari itu bertepatan dengan hari libur Imlek. Tak hanya itu, saya juga mendapat angpao yakni voucher potongan sebesar Rp 50.000 dan sticker yang akan memberi keuntungan jika saya tempel dimanapun. Memang, baiknya tidak cepat terpengaruh omongan orang sebelum merasakannya sendiri. Mungkin lain kali saya akan mencoba beli buku lainnya di Toko Buku Scoop 😀

Iklan

5 thoughts on “Selingkuh: Bukan Jalan Terbaik

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s