Angels of Morning Star Club: Hidup Harus Terus Berjalan

PicsArt_1424742864919

Judul: Angels of Morning Star Club
Penulis: Lim Se Hyuk
Penerjemah: Dimitri Dairi
Penyunting: Novianita
Proofreader: Dini Novita Sari
Design Cover: COKROID
Penerbit: Haru
Cetakan Pertama: Maret, 2015
Jumlah Halaman: 370 hlm.
ISBN: 978-602-7742-5-1

Lim Hwi Chan, seorang pria 27 tahun yang bekerja sebagai penjaga toko 24 jam terpaksa dipenjara selama tiga tahun atas perilaku yang tidak pernah dilakukannya. Ia dituduh melakukan perampokan khusus di sebuah apartemen yang ditempati seorang gadis. Sejak saat itu kehidupan Hwi Chan jadi menyedihkan. Meski sudah keluar dari penjara, ia selalu dipandang curiga oleh orang-orang di sekitarnya termasuk kakaknya sendiri.

“Apakah mantan narapidana itu bukan manusia? Apa mantan narapidana itu sudah pasti orang yang jahat? Pantas saja orang-orang yang mantan narapidana seperti saya ini selalu ingin pergi menghilang dari dunia ini karena dianggap buruk oleh semua orang.” (hlm. 51)

Morning Star Club begitulah nama perkumpulan mantan narapidana yang membuat semua pandangan Hwi Chan berubah. Ia merasa punya teman dan tak lagi dipandang sebelah mata.

Photo0215[1]

Perkumpulan yang semula diketuai oleh Sun Hyeok dengan anggota Park Sun Cheol, Kang Chil Su dan Lim Hwi Chan memiliki misi melakukan kegiatan sosial demi menebus kesalahan masa lalu. Seiring waktu, klub ini semakin berkembang dengan banyaknya anggota baru setelah disiarkan lewat sebuah acara televisi. Lim Hwi Chan juga bertemu dengan seorang gadis yang ditemuinya saat melakukan kegiatan sosial, Su Jeong.

Morning Star adalah agar kita semua mampu bersinar seperti bintang fajar dan menjadi orang yang berguna. (hlm. 256)

Seiring perkembangan tersebut, terkuaklah cerita-cerita masa lalu dari masing-masing anggota mantan narapidana termasuk Lim Hwi Chan.

-x-

Bintang empat untuk novel ini. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil khususnya saya sendiri. Masa lalu tetaplah masa lalu. Ia hanya menjadi bagian dari kehidupan. Dengan sudut pandang pertama, kita akan dibawa untuk merasakan apa yang dirasakan Lim Hwi Chan. Bagaimana rasanya dituduh atas kesalahan yang sama sekali tak pernah dilakukan? Lalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang hanya karena seorang mantan narapidana? Seperti kutipan di atas. Apakah mantan narapidana itu bukan manusia? Setiap manusia pasti melakukan kesalahan bukan?

Banyak orang yang menjadi penjahat hanya karena kekeliruan kecil saja. (hlm. 32)

Cover novel ini juga didesain unik dan tidak seperti soft cover pada umumnya. Hmm mungkin inilah novel Haru yang paling saya suka. Jika Korean Novel biasa mengangkat tema cinta, namun kali ini sang penulis Lim Se Hyuk mencoba menghadirkan tema seorang loser. Seperti diketahui, Lim Hwi Chan tokoh utama dalam novel ini nyaris putus asa ketika orang-orang di sekitarnya selalu menatap curiga padanya hanya karena ia mantan narapidana.

“Kala itu bertepatan dengan populernya kata ‘loser’ di masyarakat. Kata itu tidak sama dengan kekalahan yang digunakan dalam pertandingan. Namun, menjelaskan keadaan seseorang yang inferior dari segi fisik, materi, dan kehidupan sosial. Saat itu juga aku ingin berdiri dan membela kaum-kaum inferior ini.” Begitulah kata penulis yang berlatar belakang sastra yang bekerja sebagai penulis berita.

Ah ya, dari novel ini kita juga diajak untuk melakukan kegiatan sosial. Untuk membahagiakan diri sendiri atau untuk melupakan masalah, ternyata bisa dilakukan dengan berbagi pada orang lain. Terlebih bagi yang memang membutuhkan. Benar-benar pelajaran berharga ^_^

Kutipan menarik:

Selagi masih muda, kau nggak boleh membiarkan waktumu berlalu sia-sia.” (hlm. 105)

“Yang namanya laki-laki, harus berani melangkah.” (hlm. 105)

“Lakukanlah hal yang tidak akan membuatmu menyesal.” (hlm. 105)

Menjawab panggilan dari orang yang memanggil kita adalah etika sopan santun paling dasar. (hlm. 138)

“Jangan kehilangan harapan. Semangat saja, Dengan semangat, nanti pasti akan datang hari yang cerah.” (hlm. 145)

“Para pelaku tidak kejahatan melakukan kejahatan bukan karena mereka diciptakan jahat dari awalnya. Mereka hanyalah orang-orang yang merasa diasingkan dan tidak mampu menahan keinginannya untuk terlihat hebat di hadapan orang lain. Hal ini bukan disebabkan oleh masalah sosial semata. Bisa juga disebabkan oleh diri sendiri yang tidak mau melangkah terlebih dahulu untuk mencoba bersosialisasi. Tanpa Anda sadari, adakalanya kita akan mendapatkan pertolongan jika kita mencoba menghampirinya terlebih dahulu,” (hlm. 191)

“Yang namanya manusia itu sangat penting untuk bertemu dan memilih bergaul dengan siapa. Semua orang yang berhasil pasti memiliki cerita dibalik kesuksesannya. Orang itu pasti bergaul dengan orang sukses, melihat, belajar, dan mendapatkan bantuan dari orang sukses itu. Memilih siapa yang layak untuk ditemani… itu adalah teknik menuju sukses.” (hlm. 311)

Terakhir, kutipan bagus dari penulis

Tak peduli langit runtuh, dunia seakan tidak peduli dan jalan hidup sesulit apapun, harus bisa berpegang erat dan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya dan percaya bahwa semuanya dapat diatasi.

Semangat!! 😀

Tantangan Membaca Buku-buku “Karya” Dini Novita Sari

Iklan

3 thoughts on “Angels of Morning Star Club: Hidup Harus Terus Berjalan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s