Single Ville: Antara Romance dan Suspense

Capture

Judul: Single Ville

Penulis: Choi Yun Kyo

Penerbit: Haru

Penerjemah: Krisnadiari

Penyunting: Kp Januwarsi

Proofreader: Dini Novita Sari

Ilustrator Isi: Angelina Setiani, Frendy Putra

ISBN: 978-602-7742-43-7

Jumlah Halaman: 308 hlm

“Ini adalah Single Ville. Komunitas nyata tempat para lajang berkumpul dan tinggal. …” (hlm. 12)

Enam orang telah terpilih untuk menjadi penghuni Single Ville setelah melalui berbagai persaingan dengan tingkat 1:1000.

“Para penghuni Single Ville dilarang keras berpacaran. Jika Anda tertangkap basah melanggar peraturan tersebut, saat itu juga Anda harus keluar dari tempat ini.” (hlm. 16)

“Saya berharap Anda sekalian dapat menikmati kehidupan lajang yang sudah Anda impikan selama ini sepuasnya. Untuk itu ada peraturan terakhir yang harus Anda sekalian patuhi secara kooperatif.” (hlm. 16)

Begitulah peraturan cottage ini. Setiap penghuni dilarang berpacaran. Itu sebabnya cottage ini diberi nama yang sesuai, Single Ville. Namun bukan kehidupan yang tenang mereka dapatkan. Justru berbagai konflik rumit yang terjadi.

Dimulai dari Choi Yun Seong (penghuni rumah nomor dua), seorang penulis yang mendambakan ketenangan dalam kesendiriannya justru kerap terganggu dengan penghuni rumah nomor tiga yang mengaku Im So Yeong. Jeong Geon Woo (penghuni nomor empat), diam-diam mengetahui bahwa Im So Yeong bukanlah dia, sebab ia tahu siapa Im So Yeong yang sebenarnya.

Go Seong Min yang mantan detektif juga tak tenang dengan kasus terakhirnya yang belum terpecahkan. Serta Jeong Hyeok yang dilema karena hubungan dengan kekasihnya. Lantas, apa langkah Jeong Mi In selaku pemilik cottage menghadapi situasi ini? Bagaimana kisah akhir setiap penghuninya?

-x-

Awalnya, novel ini mungkin terasa membingungkan. Sebab cukup banyak tokoh yang terlibat di dalamnya. Pergantian cerita dari tokoh ke tokoh lainpun harus diperhatikan dengan baik *jangan kayak saya ya kudu bolak-balik halaman lagi -_-* agar scene selanjutnya bisa dipahami. Tapi, penggambaran tokoh di awal cukup membantu untuk membayangkan masing-masing karakternya.

Perkiraan saya bahwa novel ini tebal juga salah. Novel ini hanya 308 halaman. Dengan halaman yang sedikit ini menurut saya jadi terbatas ruang untuk penyelesaian konflik dengan banyaknya tokoh. Masih banyak rasanya yang perlu digali lagi. Hm, ada semacam rasa ketidakpuasan dengan ending yang, “Udah nih? Gini aja?” But, overall genre campuran antara romance dan suspense yang diusung dalam novel ini masih bisa tersampaikan. Saya sih lebih suka romancenya *eh*.

Ini novel Haru ketiga yang saya baca. Lagi-lagi saya puas dengan terjemahannya. Footnotenya juga lengkap dan diberi penjelasan dengan simpel, sehingga tidak membingungkan.

Cukup banyak kutipan menarik:

Menyerahkan diri di bawah pengaruh perasaan yang membabi buta dan mempersembahkan nyawa serta jiwa ke tangan orang lain bukan hanya tindak pembodohan, tetapi juga merupakan tindak kekerasan terhadap diri sendiri. (hlm. 17)

Pekerjaan adalah jalan terbaik untuk melupakan kesedihan karena patah hati. (hlm. 20)

Bagaimanapun kehidupan manusia itu selalu seimbang; ketika kita mendapatkan sesuatu, di saat yang sama kita harus melepaskan yang lain. (hlm. 43)

Biasanya ketika akan mengingat apa yang sudah dihafalkan, cara yang paling ampuh adalah dengan memfokuskan diri sambil melihat ke satu titik.” (hlm. 136)

Ada sebuah kata yang dapat menimbulkan perselisihan dunia; kata itu adalah ‘padahal’. (hlm. 145)

Kata ‘padahal’ membuat percakapan seseirang terhenti dan memberi efek hebat, yang menghalangi seseorang untuk bicara dalam situasi yang tidak memungkinkannya untuk memulai pertengkaran kembali. (hlm 15)

“Kerja keras dan hambatan merupakan dua hal yang pasti kita lalui, karena pilihan apa pun yang kita ambil pasti punya kelebihan dan kekurangan di saat yang bersamaan. …”(hlm. 146)

“Pikirkanlah apa yang tidak dapat kau lepaskan, serta apa yang bisa kau korbankan. Sebab, untuk memperoleh apa yang kau inginkan, kau harus segera melepaskan yang lainnya. …” (hlm. 147)

“Meskipun begitu, tak bisakah kita gagal bersama-sama? gagal, kemudian jatuh cinta lagi. Gagal lagi kemudian jatuh cinta lagi, hingga suatu hari ketika kita mengalami kegagalan yang lebih sederhana, mungkin saja kita akan menemukan kebenaran cinta.” (hlm. 182)

Cinta tak jauh berbeda dengan novel science-fiction; lubang kecil akan muncul saat kita memutuskan untuk mengambil risiko. Dengan seketika, lubang itu akan membawa mereka yang tengah jatuh cinta melewati ruang dan waktu. Baik jatuh cinta karena wajah maupun karena terbaca suasana, yang namanya cinta jika kita sudah menetapkan orang tersebut sebagai tujuan akhir; maka kelebihan, kebenaran, dan kehidupan orang tersebut – semuanya akan tersedot masuk ke dalam black-hole dan terlempar ke dunia lain. (hlm. 192)

Hubungan yang dibangun oleh dua orang sama dengan lahirnya sebuah kehidupan. Mereka pasti akan melalui proses dikandung dan dilahirkan, melalu pasang surut kehidupan hingga menjadi dewasa. Penyesalan yang timbul dalam sebuah hubungan berarti kematian, demikian pula halnya dengan harapan yang begitu tipis. Kedua hal tersebut akan sama-sama membuat sebuah hubungan berakhir dengan kematian. (hlm. 242)

Jika ingin mencintai dengan sepenuhnya, seseorang harus menerima kelebihan maupun kekurangan orang tersebut. (hlm. 243)

“Kita harus berterima kasih kepada mantan kita untuk hubungan cinta yang kita miliki sekarang. Sebab, berkat putus dengannyalah kita bisa bertemu dengan orang yang baik, seperti kekasih kita sekarang ini. ” (hlm 272)

“Saling melakukan kesalahan pada satu sama lain, bukanlah itu yang disebut keluarga?” (hlm. 284)

Oke, tiga bintang untuk novel ini 🙂 Oh ya, kabarnya novel ini sudah diangkat menjadi drama di Tiongkok lho. Aaih, moga tayang juga di Indonesia ya. Nggak sabarrr 😛 Boleh nih lihat trailernya di sini: https://www.youtube.com/watch?v=l-6UeMZ0flo

Tantangan Membaca Buku-buku “Karya” Dini Novita Sari

TBRR Pile Reading Challenge 2015

Iklan

6 thoughts on “Single Ville: Antara Romance dan Suspense

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s