Lapis-lapis Keberkahan: Pokok Hidup, Keberkahan

Photo0079

Judul: Lapis-lapis Keberkahan

Penulis: Salim A. Fillah

Penerbit: Pro-U Media

Jumlah Halaman: 518 hlm.

ISBN: 978-602-7820-12-8

Kebahagiaan adalah goda yang tega. Ia bayangan yang melipir jika difikir, lari jika dicari, tak tentu jika diburu, melesat jika ditangkap, menghilang jika dihadang. Di nanar mata yang tak menjumpa bahagia; insan lain tampak lebih cerah. Dalam denging telinga yang tak menyimak bahagia; insan lain terdengar lebih ceria. Dalam gerisik hati yang tak merasa bahagia; insan lain berkilau bercahaya. (hlm. 9)

Lapis-lapis Keberkahan. Bukan sebuah buku tentang mencari sebuah kebahagiaan terlebih kebahagiaan duniawi. Namun tentang mencari ketenangan lewat sebuah kata bernama Berkah.

Biarlah bahagia menjadi makmum bagi Islam, iman, dan ihsan kita; membuntutinya hingga ke surga. (hlm. 11)

Di bagi menjadi tiga bagian. Beriris-iris Asas Makna, Bertumpuk-tumpuk Bahan Karya, Bersusun-susun Rasa Surga. Yang setiap tiga bagiannya memiliki sub judul lagi.

Photo0081

Photo0083

Photo0085

Masing-masing bagian membawa kita untuk semakin mensyukuri bahwa setiap jengkal hidup hendaknya selalu mencari keberkahan.

Bukan nikmat atau musibahnya; tapi syukur dan sabarnya. Bukan kaya atau miskinnya; tapi shadaqah dan doanya. Bukan sakit atau sehatnya; tapi dzikir dan tafakkurnya. Bukan sedikit atau banyaknya; tapi ridha dan qana’ahnya. Bukan tinggi atau rendahnya; tapi tazkiyah dan tawadhu’nya. Bukan kuat atau lemahnya; tapi adab dan akhlaqnya. Bukan sempit atau lapangnya; tapi zuhud dan wara’nya. Bukan sukar atau mudahnya; tapi ‘amal dan jihadnya. Bukan berat atau ringannya; tapi ikhlas dan tawakkalnya. (hlm. 10)

Setiap babnya juga memiliki kisah tersendiri. Kisah sejuk dari Rasululullah Muhammad SAW dan para nabi, keteguhan dan kesabaran para shahabat serta para tabi’in. Dan betapa besar nikmat yang diberikan Allah SWT. Dilengkapi dengan ayat-ayat Al-Qur’an, hadits serta ungkapan shahabat dan tabi’in yang diurai dengan indah.

“Duhai Allah, pemilik kerajaan maharaya, Engkau berikan kekuasaan kepada sesiapa yang Kaukehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan itu dari siapa saja yang Kaukehendaki. Engkau muliakan sesiapa yang Kaukehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Kaukehendaki. Di tangan-Mulah segala kebaikan. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau memasukkan malam ke dalam siang dan Kaubenamkan siang ke dalam malam. Engkau mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan Kauseruakkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau menganugerahi rizqi pada siapa pun yang Kaukehendaki tanpa terbatasi (QS. Ali ‘Imran [3]: 26-27). (hlm. 37)

Barang siapa memperbagus hal-hal tersembunyinya, niscaya Allah jelitakan apa yang tampak dari dirinya. Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Allah baikkan hubungannya dengan sesama. Barang siapa disibukkan oleh urusan agamanya, maka Allah yang kan mencukupinya dalam perkara dunia. (‘Umar ibn ‘Abdil Aziz) (hlm. 126)

“Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya bebarang harta,” demikian yang direkam Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, “kekayaan sesungguhnya adalah kayanya jiwa.” (hlm. 129)

Beberapa ejaan dalam buku ini mungkin tidak mengikuti kaidah KBBI seperti makhluk dalam buku ini ditulis makhluq. Apalagi menjadi apatah lagi. Ejaan islam juga berbeda. Rasulullah menjadi Rasulillah, ba’da menjadi bakda, nabi Daud menjadi Dawud, Amirul menjadi Amiral, dan sebagainya. Mungkin ejaan tersebut memang disengaja. Atau memang ejaan yang benar seperti itu. Entahlah. Disayangkan juga, dalam buku tidak mencantumkan daftar pustaka. Padahal daftar pustaka ini bisa berguna bagi pembaca yang ingin membaca lebih jauh sumber-sumber kisah dan hadits yang diambil di dalamnya.

Di luar itu, sangat banyak kutipan indah dalam buku ini. Kalau saja semua mampu dituliskan, tapi ah lebih baik Anda membacanya sendiri. Agar maknanya bisa lebih sampai di hati.

Jika berkah adalah makanan, maka ilmu adalah gizi yang menentukan manfaatnya bagi badan. Jika berkah adalah kendaraan, maka ilmu adalah pemandu yagn menjamin safarnya sampai ke tujuan. Jika berkah adalah buruan yang sukar ditangkap dan amat pandai meloloskan diri, maka ilmulah pengikatnya yang paling dapat dipegangi. (hlm. 64)

Nikmat Allah lebih banyak daripada keluhan kita… Hidayah-Nya lebih mahal daripada kehilangan kita… Ampunan-Nya lebih besar daripada dosa kita… (hlm. 155)

Mungkin ikhlas itu mutiara. Terbentuk karena ada yang luka. Jauh di kedalaman samudra. Perlu keberanian untuk meraihnya. (hlm. 213)

Yang terpenting bukan seberapa cepat sebuah munajat dijawab, melainkan seberapa lama ia memberi manfaat. (hlm. 356)

Adapun dunia adalah tempat segala nisbi, dengan nikmat yang dimaniskan oleh musibah, dengan sehat yang dibugarkan oleh sakit, dengan lapang yang diluaskan oleh sempit, dengan anugerah yang diinsyafkan oleh kehilangan, dan dengan suka yang seniscaya duka. (hlm. 411)

Memaksakan perubahan serta-merta, akan melahirkan penolakan menyeluruh. Maka hendaknya kita memulainya dengan perbaikan dari hal-hal yang paling mendasar. Semoga Allah membukakan perbaikan-perbaikan yang lebih lanjut.” (hlm. 502)

Pantaslah jika lima bintang tersemat di buku ini. Sebuah buku yang mampu menggugah hati setiap pembacanya untuk semakin mentafakkuri segala nikmat-Nya, mengambil hikmah setiap kisah Rasul, nabi dan para shahabatnya. Semoga keberkahan selalu menjadi tujuan hidup kita. Apapun langkah kita, sungguh keberkahanlah yang terpenting.

Moga Allah teguhkan kita beriman dan beramal di segala keadaan; berbagi tanpa menanti penuhnya pundi, bersedekah tanpa usah menunggu berlimpah. Bersabar tanpa harus terkena musibah; bersyukur sebab nikmat-Nya tak henti mengucur. Jika miskin serta kaya adalah dua jalur jalan raya, dan jika sabar serta syukur adalah dua kendaraannya; maka seperti ungkapan ‘Umar, tak usahlah peduli harus mengendarai yang mana, sebab jurusan akhirnya sama-sama surga dan ridha-Nya. (hlm. 163)

Islamic Reading Challenge 2015

Nonfiction Reading Challenge 2015

Iklan

5 thoughts on “Lapis-lapis Keberkahan: Pokok Hidup, Keberkahan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s