Bumi: Sensasi Fantasi Berbeda

Photo0077

Judul: Bumi

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan Kedua: Februari 2014

Jumlah Halaman: 440 hlm.

ISBN: 978-602-03-0112-9

Kekuatan yang tidak pernah berhasil aku mengerti hingga hari ini, kekuatan yang kurahasiakan dari siapapun hingga usiaku lima belas. (hlm. 7)

Namanya Raib atau biasa dipanggil Ra, gadis berusia 15 tahun. Ia punya kemampuan yang tidak satupun orang tahu termasuk orang tuanya, dia bisa menghilang. Kecuali Ali, teman sekolah Ra yang mulai mencurigai Ra saat Ra secara tidak sengaja menghilang di hadapannya.

“….. Apapun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apa pun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang. Kamu akan memperoleh semua jawaban. Masa lalu, hari ini, juga masa depan.” (hlm. 85)

Awalnya Raib tak mengerti dengan kemampuan menghilangnya, sampai sesosok tinggi kurus bernama Tamus datang dari dunia lain. Ternyata Tamus pernah mengirim Ra dua kucing putih dan hitam. Kucing hitam itu tidak ada yang bisa melihatnya karena dikirim dari dunia lain dan baru diketahui kucing tersebut suruhan Tamus untuk mengawasi Raib.

“Sejak usia sembilan tahun kamu telah diawasi, Gadis Kecil. Itu cara terbaik untuk memastikan kamu tidak bersentuhan dengan sisi lain. Tapi dua hari lalu, keberadaanmu diketahui, itu memicu semua sinyal di empat klan. …..” (hlm. 105)

Petualangan dimulai ketika Ra, Seli (sahabat Ra) dan Ali melewati ruang aula sekolah. Di sana mereka bertemu Tamus dan anak buahnya. Tamus memiliki niat jahat ingin menguasai empat lapisan dunia berbeda. Pertarunganpun tak terhindarkan. Hingga Miss Selena datang membantu dan membuka lubang hitam tempat dimana Tamus tidak akan menemukan mereka untuk menyelamatkan Ra dan teman-temannya. Miss Selenapun menghadapi Tamus sendirian. Ini membuat Ra dan teman-temannya justru mencari keberadaan Tamus demi menyelamatkan Miss Selena.

Saat Ra, Seli, dan Ali berhasil melarikan diri dengan menggunakan lorong berpindah, mereka malah muncul di sebuah ruangan yang asing. Yang pertama kali mereka temui ialah Ilo. Mereka juga baru mengetahui fakta bahwa mereka sedang berada di Kota Tishri. Keluarga tersebut juga berbicara dalam bahasa asing, dan hanya Ra yang mengerti dan bisa menggunakan bahasa tersebut dengan fasih. Ra, Seli, dan Ali berusaha keras untuk mencari tahu bagaimana cara untuk kembali ke dunia mereka. Dan untuk mendapat jawaban itu, mereka harus melalui perjalanan yang sulit dan penuh tantangan juga pertarungan sengit.

-x-

Entah kenapa cukup alot membaca novel ini. Butuh beberapa hari untuk menamatkannya Malah sempat saya skip dulu untuk kemudian saya pegang lagi. Apa karena saya kurang menyukai fantasi? Mungkin. Yang saya rasakan Tere Liye agak berbeda di novel ini. Bagian awal terasa lambat dan bisa jadi membosankan. Untungnya, saya memutuskan untuk melanjutkan membaca dan mulai merasakan konflik yang (ternyata) semakin seru.

Di pertengahan cerita dijelaskan empat klan. Yaitu Klan Bumi, Bulan, Matahari dan Bintang. Ali yang berasal dari Bumi, Ra dari Klan Bulan dan Seli yang berasal dari Klan Matahari. Masing-masing memiliki kekuatan berbeda yang saling membantu. Apa itu? Baca saja sendiri 😛 mungkin inilah kenapa harus ada seri berikutnya yaitu Bulan. Sebab memang masih banyak yang belum dijelaskan dalam seri Bumi ini. Bisa jadi selanjutnya ada seri Matahari dan Bintang. Kita tunggu saja 😀

Banyak yang bilang novel ini mirip dengan Harry Potter atau Narnia. Hm, saya juga tidak tahu pasti. Hanya menonton film keduanya dan belum pernah membaca bukunya. Kalau mengingat Narnia, memang nyaris mirip. Mungkin mirip di bagian saat anak-anak  berpindah dari dunia bumi ke dunia yang lain.

Benar kata saya di Wishful Wednesday tahun lalu. Tere Liye menghadirkan sensasi berbeda dalam novel ini. Sekaligus menjadi novel fantasi beliau pertama yang saya baca. Biasanya beliau selalu menghadirkan kisah cinta atau novel yang sarat makna kehidupan. Karena bagian selanjutnya membuat saya bertahan dengan buku ini, maka layaklah saya beri tiga setengah bintang.

Kutipan favorit:

“….. Kita tidak akan pernah tiba di level berikutnya kalau tidak dipaksa.” (hlm. 136)

“….. Sumber kekuatan terbaik bagi manusia adalah yang kalian sering sebut dengan tekad, kehendak. Jutaan tahun usia Bumi. Ribuan tahun kehidupan tiba di dunia ini. Semua mencoba bertahan hidup. Kehendak besar mereka bahkan lebih kuat dibandingkan kekuatan itu sendiri.” (hlm. 136-137)

Dan dua kutipan yang menurut saya ini sebuah pengetahuan (baru bagi saya hehe)

“Belajar bahasa itu mudah, Ra. Sebenarnya, dalam percakapan sehari-hai, paling banyak kita hanya menggunakan dua ribu kosakata paling penting, diulang-ulang hanya itu. sekali kita menguasainya, kita bisa terlibat dalam percakapan dan mengembangkan sendiri.” (hlm. 343)

“….. Sebenarnya saat kita membaca buku atau majalah, kita tidak mengeja huruf demi huruf lagi, kita menghafal bentuk tulisan kata demi katanya. Otak kita dengan cepat mengenali kata-kata tersebut, merangkainya menjadi kalimat atau paragraf, sama sekali tidak mengeja.”

 Well, buku ini cocok bagi kamu yang suka dengan fantasi. Yah, sekali-kali ya baca novel fantasi dari penulis dalam negeri 🙂 Psst, karena setahu saya fantasi kebanyakan ditulis oleh orang luar 😀

Young Adult Reading Challenge 2015

Iklan

3 thoughts on “Bumi: Sensasi Fantasi Berbeda

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s