Apa yang Paling Berkesan Hari Ini?: Belajar Bersyukur

IMG_20141212_153323

Judul: Apa yang Paling Berkesan Hari Ini?

Penulis: Diday Tea

Penerbit: Quanta

ISBN: 978-602-02-4352-8

Apa yang paling berkesan hari ini? Mungkin jadi pertanyaan yang jarang kita ajukan pada diri sendiri. Seringkali diri lebih luput dalam kesedihan dan lupa bersyukur akan kenikmatan. Di buku ini, Diday Tea hadir dengan tiga puluh tujuh kisah yang pernah dialaminya dalam kehidupan sehari-hari. Dimana setiap kisahnya memiliki hikmah tersendiri  yang ditulis dalam Bedah Hikmah.

IMG_20150106_095836

Salah satu kisah yang paling berkesan bagi saya adalah Sedekah Receh Gratis (Doa) Masuk Surga. Kardus-kardus bekas yang semula ingin dibuang beliau, ternyata berharga bagi seorang Bapak pemulung yang lewat depan rumahnya. Tak hanya itu, beliau juga memberi sarung dan baju bekas yang masih layak pakai serta uang-uang logam receh yang dikumpulkannya dalam sebuah toples. Siapa sangka, baginya yang semula tak berharga justru berharga bagi seorang Bapak yang sedang mencari nafkah dan ingin mengobati anaknya yang sedang sakit.

Mungkin di luar sana, masih ada Bapak-bapak seperti ini. Bagi mereka, justru barang-barang berkas itulah yang berharga. Kardus bekas yang bisa dikumpulkannya menjadi uang juga receh yang jika dikumpulkan akan cukup walau hanya sekedar untuk makan. Ah, maka nikmat Tuhan mana lagi yang harus kita dustakan. Kala kita bekerja di tempat yang enak dengan gaji yang lebih dari cukup. Tak perlu sampai harus bersusah payah bergelut dengan barang bekas atau merasakan kemiskinan yang menyiksa hingga menjadi peminta-minta. Di dalam rezeki kita, barangkali selalu ada bagian untuk mereka. Yang sering bagi kita tak berharga, nyatanya tidak untuk mereka yang menganggap rezeki sekecil apapun amat berharga.

Satu lagi kisah yang bisa jadi bahan renungan, Satria Bergitar Malu. Yang menceritakan semasa SMP beliau yang naksir dengan seorang cewek. Dimana saat itu lelaki yang bisa memainkan gitar bisa memikat hati seorang wanita. Maka dengan gigih beliau belajar gitar yang dipinjamnya dari seorang tetangga. Tapi apa daya, hingga minggu ketiga tak juga menjadi mahir. Dengan nekat, beliau bawa gitar itu ke sekolah dengan niat ingin menunjukkan kebolehannya di depan cewek yang ditaksirnya dan teman-teman lainnya. Bukan mendapat pujian, beliau justru mendapat rasa malu yang luar biasa karena bunyi gitar yang mendadak tidak sebagus saat ia coba tadi paginya.

Hmm, mungkin kita pernah mengalami hal yang sama. Rasa ingin sekali dipuji. Tapi seringkali rasa itu justru membuat kita menjadi lelah dan sengsara sendiri. Berharap pujian manusia hanya akan menumbuhkan kekecewaan, namun berharaplah hanya pada Allah yang Maha Segalanya.

Kutipan favorit dalam buku ini:

Setiap manusia pada dasarnya egois. Dia akan melihat orang-orang di sekitarnya dari kacamatanya sendiri. Dan akan menganggap bahwa orang itu sama dengannya atau kurang darinya. (hlm. 23)

Menunda acara yang sudah dijadwalkan hanya karena alasan menunggu yang belum datang atau terlambat, sama saja dengan tidak menghormati orang-orang yang sudah datang tepat waktu. (hlm. 44)

The Beginning is The End is The Beginning. Tujuan akhir sebenarnya adalah awal dari langkah kita. (hlm. 64)

Ah ya, covernya juga menarik buat saya. Dan inilah salah satu faktor saya membeli buku ini 😀 Masih banyak kisah lain dalam buku ini yang setiapnya bisa kita ambil hikmah lewat beberapa Bedah Hikmah yang disajikan. Kisah sehari-hari kita mungkin juga sama. Setiap detiknya bisa kita ambil hikmah jika kita mau lebih peka dan merenungkannya. Semoga dengan renungan itu, menjadikan kita manusia yang lebih bersyukur. 🙂

Lantas, apa yang paling berkesan hari ini?

Nonfiction Reading Challenge 2015

Islamic Reading Challenge 2015

Iklan

5 thoughts on “Apa yang Paling Berkesan Hari Ini?: Belajar Bersyukur

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s