Bonus Track: Memang Sebuah Bonus

IMG_20141130_160821

Judul: Bonus Track

Penulis: Koshigaya Osamu

Penerjemah: Andry Setiawan

Penyunting: Morita-T

Proofreader: Dini Novita Sari

Cover: Angelina Setiani

Ilustrasi Isi: Frendy:

Penerbit: Haru

Cetakan Pertama: Oktober, 2014

Jumlah Halaman: 380 ; 20 cm

ISBN: 978-602-7742-36-9

Sepulang kerja, hujan deras serta jalan yang sempit membuat Kusano Tetsuya – seorang manager restoran hamburger besar di kotanya – memilih untuk meminggirkan mobilnya ke tepi jalan setelah mengalah pada mobil sport yang melaju sangat cepat. Namun, di tengah jalan mobil sport itu mendadak berhenti. Kusano yang mengira pengemudi mobil tersebut marah padanya, justru kembali melaju lagi. Naas bagi Kusano, setelah mobil itu pergi, yang ia lihat seorang lelaki yang tergeletak di jalan dan ia harus menjadi satu-satunya saksi tabrak lari tersebut.

Yokoi Ryota, demikian nama korbannya. Sial baginya berjalan malam-malam demi meminjam VCD porno malah menjadi korban tabrak lari. Karena hanya Kusanolah yang menjadi saksinya, ia terus membuntuti Kusano.

Kehadiran Ryota yang awalnya hanya dianggap halusinasi oleh Kusano, disadarkan oleh temannya, Minami yang ternyata juga bisa melihat Ryota. Iya, melihat hantu! Patroli demi patroli akhirnya mereka lakukan demi mencari siapa tersangka dari tabrak larinya.

“Iya. Kadang, bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan dengan keseluruhan album.” (hlm. 332)

Terkadang membaca itu memang tidak bisa terburu-buru. Apalagi untuk kisah fiksi, biasanya kita dituntut untuk bersabar menunggu bagaimana klimaksnya. Sama halnya dengan buku ini, nyaris saja saya merasakan kebosanan di awal karena detail-detail tentang Kusano dan Ryota yang diceritakan. Tapi karena saya memilih bersabar, ternyata detail itulah yang nantinya menjadi warna dalam cerita-cerita selanjutnya.

Bonus Track ditulis dengan dua sudut pandang. Sudut pandang orang ketiga dan orang pertama, dengan tokoh utama Ryota. Dialog-dialog yang terjadipun tak jarang membuat saya terbahak-bahak hingga akhirnya ragu menyebut ini adalah novel horor 😀

Novel ini sekaligus menjadi novel pertama yang saya baca dari penerbit Haru. Daaan, untuk kesan pertama, saya puas dengan terjemahannya! Bahasa yang diterjemahkan bisa mengikuti bahasa sehari-hari. Tidak kaku dan membosankan. Sebab jarang sekali saya suka dengan buku terjemahan karena bahasanya yang kaku L. Penerjemah juga dengan apik memberi detail pada footnotes di setiap kata yang kurang dimengerti. Misalnya:

Photo0329

Sampai istilah gamepun diberi footnotes. Hmm. Two thumbs up.

Penghargaan khusus novel ini yang memenangkan ajang Japan Fantasy Novel Award 2004, juga memang pantas diberikan. Sebab novel ini memiliki sisi yang berbeda dari novel ‘horor’ lainnya. Jujur, saya banyak dapat pelajaran tentang kehidupan di dalamnya. Terutama soal bagaimana kita memanfaatkan waktu selama hidup.

Kutipan menarik:

“Lagi pula, kehidupan manusia bukan dilihat dari seberapa panjang umurnya…,” (hlm. 331)

Memang sih bukan orang baik saja yang ada di dunia ini, tapi bukan juga hanya orang jahat. (hlm. 351)

Bonus Track memang sebuah bonus. Bonus drama, horor, komedi dan kehidupan!

Iklan

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s