Nikah Aja, Yuk!: Kalau Jatuh Cinta, Bagaimana?

???????????????????????????????

Judul: Nikah Aja, Yuk!

Penulis: Irma Irawati

Penerbit: Qibla (Imprint Bhuana Ilmu Populer)

ISBN: 978-602-249-684-7

Cinta tak pernah tuntas dibahas

Semua pernah jatuh cinta

Namun, jangan sampai tersungkur

Akibat jatuh cinta

Jatuh cinta?

Segeralah bangun lagi

Jangan sampai menanam benih cinta di sembarang tempat

Apalagi di tanah yang bukan milik kita

Agar kita tetap bisa memetiknya

Di akhir penantian

(hlm. 7)

Kisah cinta Ayesha pada kakak kelasnya ‘Kim Sang Bum’ mewarnai buku ini. Sayang cinta itu tak pernah ia ungkapkan dan ditutupnya rapat-rapat. Sembari meyakinkan apakah perasaan itu benar cinta. Berbeda dengan sahabatnya Sherin yang sudah berpengalaman dalam hal ini atau lebih dikenal dengan pacaran. Ia mudah sekali jatuh hati. Peran Sherin dan Kak Diba, kakak Yesha turut mewarnai perasaan Yesha. Dengan kehadiran dua orang dekatnya, apakah Yesha akhirnya berani mengungkapkan pada sang kakak kelas ‘Kim Sang Bum’?

***

Cinta memang tak pernah usai dibahas selama kehidupan masih ada. Namun tak banyak (apalagi remaja) yang bisa menempatkannya sesuai syariat. Kisah cinta Ayesha di atas mungkin bisa diambil hikmah. Buku ini memang dikemas dengan menarik layaknya novel. Sehingga pembaca bisa belajar langsung dari kisah yang dipaparkan.

Terdapat lima bab di dalamnya, yang masing-masing sub bab saling berurut dan terkait. Bagaimana menempatkan cinta ketika hadir dalam hati kita, cinta yang seperti apa yang sesuai dengan aturan-Nya sampai bagaimana cara mengungkapkan cinta itu sendiri. Semua terangkum dalam bahasan yang menarik.

“Hati-hati, Dek. Ngobrol berdua dengan lawan jenis, meski sebatas chat di BB, sudah termasuk berdua-dua. Tak ada yang lain, tak ada yang tahu apa yang kalian bicarakan, selain kalian berdua.” (hlm. 38)

Saya mau kasih satu bocoran tentang satu cinta agar cinta itu konsisten. Yaps cinta pada Allah SWT. Ada lima tahap di antaranya:

1. Mu’ahadah. Kita berjanji untuk beriman dan hanya mencintai Allah semata.

2. Mu’aqabah. Memberikan sanksi kepada diri sendiri atas kelalaian yang dilakukan.

3. Muhasabah. Selalu mengevaluasi diri.

4. Muraqabah. Berusaha mendekatkan diri kepada Allah.

5. Mujahadah. Bersungguh-sungguh dalam melakukan kebaikan yang akan membuat kita dicintai-Nya.

Di akhir kita juga akan disuguhkan kisah cinta Nabi dan para sahabatnya. Cinta yang suci lagi berkah dan diridhoi-Nya. Patut ditiru.

Buku pinky ini sangat cocok untuk remaja. Apalagi yang sedang falling in love. Aduhaaai… Jatuh cinta memang berjuta rasanya 😀 Belum lagi kalau ditambah ilustrasi, beuh jempol deh 😀

Kutipan favorit:

Nggak mau putus, ya jangan mencoba menyambungkan. Nggak mau patah hati, ya jangan menanam benih sebelum waktunya. Simpanlah benih itu sampai saatnya tiba. (hlm. 101-102)

Sekali lagi makasih ya Mbak Irma, sudah menghadiahkan buku cantik ini untuk saya hehehe 🙂

Iklan

8 thoughts on “Nikah Aja, Yuk!: Kalau Jatuh Cinta, Bagaimana?

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s