Catatan Kriuk untuk si Single: Single itu Kriuk!

IMG_20140621_182807 - Copy

Judul: Catatan Kriuk untuk si Single

Penulis: Paresma Elvigro

Penerbit: Qibla

ISBN 13:  978-602-249-488-1

Being single? Why not?!

Sebenarnya, single (tidak pacaran sebelum halal) itu adalah status yang “kriuk”. Seorang single sangat terjaga “kerenyahannya” (baca: kehormatan dan kesuciannya). Sesuatu yang “kriuk” itu tentu saja terasa nikmat. Ibarat kerupuk, mana mungkin terasa enak bila dalam keadaan adem ayem atau melempem. Untuk menjaga kualitasnya, butuh sebuah “toples” (baca: cara) yang tepat agar kualitasnya dapat bertahan lama.

Sekalipun sempat mengecap ‘manisnya’ pacaran, saya bersyukur. Bersyukur bahwa Allah masih menuntun saya untuk kembali ke jalan yang benar.  Jika saat itu Allah tak menghendaki, mungkin sampai saat ini saya masih terjebak di dalamnya. Astagfirullah. Alhamdulillah, Alhamdulillah. Lalu benarkah menjadi single itu kriuk? Yap. Dengan (kembali) single, saya justru merasa lebih terhormat. Jauh lebih tenang. Tak ada kegalauan yang sekiranya tidak bermanfaat. Saya juga jadi lebih fokus pada apa yang saya jalani. – Selanjutnya bisa baca di sini

Di awal buku ini, kita akan dikenalkan apa itu pacaran. Bagaimana Islam memandangnya. Adakah pacaran dalam Islam? Seperti yang kita tahu. Bahwa tak ada kamus pacaran dalam Islam. Yang ada hanya menikah sebagai jalan untuk ‘melampiaskan’ cinta. Lalu dampak apa yang didapatkan dari pacaran?

Penulis juga menggunakan gaya bahasa bercerita. Pengalaman percintaannya yang tak jauh dari godaan untuk berpacaran. Sehingga kita bisa mengambil manfaat dari apa yang diceritakan. Yang saya salut, penulis begitu istiqomah menjaga prinsipnya yang tak mau pacaran (sebelum menikah). Subhanallah. Tak hanya itu, setiap cerita diselingi dengan tips-tips agar kita juga bisa istiqomah menjadi single (sampai halal).

Ada beberapa kutipan yang saya suka di buku ini:

Hingga akhirnya, seseorang yang selalu merasa bahwa kesempatan dan pilihan terbaik itu selalu hadir belakangan, padahal tidak selamanya seperti itu. Jika demikian, hanya penyesalan yang menanti. Cinta tidak dapat diraih sementara angan-angan terus memuncak. Akhirnya, hati merintih sakit karena terjatuh setelah tahu yang dicintainya dan dianggap baik versi terjemahannya itu justru memilih jalan yang penuh dusta dan gelisah. (hlm. 175)

Kesedihan yang dialami dalam pacaran pun menjadi tragedi getir, lama-kelamaan akan menjadi tumpukan rasa nyeri jika kenyataannya Sang Pencipta malah berkehendak lain soal jodoh masing-masing. Patah hati kemudian menjadi salah satu produknya. Lebih pahit daripada biji kopi. (hlm. 179)

Yuk, kita perbaiki pemikiran, hati, jiwa dan semuanya dari awal lagi! Jangan sampai kita salah mengartikan segala sesuatu yang sudah Allah tetapkan halal dan haramnya. Jangan pula menjadi makhlum yang bermata minus, tidak bisa menilai putih dan hitam sehingga memilih warna abu-abu sebagai pedoman hidup. (hlm. 248)

Buku ini sangat cocok untuk kalian yang single, ingin menjadi single atau bahkan masih pacaran sekalipun. Kalian akan tahu seperti apa perbedaannya. Dan pastinya, single (sampai halal) itu jauh lebih kriuk. Hehe

So, single itu pilihan 🙂

Iklan

4 thoughts on “Catatan Kriuk untuk si Single: Single itu Kriuk!

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s