Aku Pernah Durhaka: Belajar Menjadi Orang Tua

Gambar
http://sinyoegie.wordpress.com/2013/12/30/aku-pernah-durhaka-buku-terbaru-sinyo/

Judul buku: Aku Pernah Durhaka

Penulis: Sinyo dan Alby S.

Penerbit: Qibla (imprint BIP – Kelompok Gramedia)

Cetakan: Pertama, September 2013

Tebal: x + 218 halaman

ISBN: 978-602-8864-93-0

Alhamdulillah saya mendapat buku ini langsung dari penulisnya hehe. Apalagi kalau bukan karena ikutan kuis 😀 Buku ini sendiri sebenarnya sudah lama saya selesaikan, hanya saja baru saya buat resensinya sekarang. Hiks maafkan saya mas Sinyo -_-

Saya jadi teringat tulisan di sini. Masa lalu yang saya sesalkan tapi memberi saya pelajaran luar biasa. Allah. Kadang kalau ingat itu, saya jadi nangis sendiri, bagaimana mungkin saya bisa membenci sementara orang tua sudah ‘jungkir balik’ menafkahkan hingga membesarkan saya sampai saat ini. Tapi Alhamdulillah, Allah menegur saya dengan jalan yang indah.

Dan saya bersyukur mendapat buku ini. Buku ini berisi kisah dua penulis yang punya kisah hampir serupa dengan saya. Pernah ‘membenci’ orang tua. Bagaimana awal mula mereka bisa membenci hingga akhirnya Allah memberinya kesadaran. Sungguh, saya jadi beripikir mungkin kita sebagai anaklah yang seringkali malah mengecewakan mereka. Astagfirullah. Padahal telah jelas ayat QS. Luqman: 14

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Bukan itu saja, rasanya buku ini memang cocok untuk semua umur. Mulai anak-anak agar bisa mengambil hikmah dari kisah dua penulis hingga belajar bagaimana caranya menjadi orang tua. Bagusnya lagi buku inipun membahas dari mulai awal sebelum pernikahan. Mungkin seringkali kita lebih memikirkan bagaimana resepsi pernikahan, akad sampai kita lupa bahwa kita harus mempunyai tujuan akan dibawa kemana keluarga kita nanti. Ya. Dan buku ini memberi solusinya.

Menjadi orang tua memang tak ada sekolahnya, tapi bukan berarti kita tak perlu belajar. Biar bagaimanapun, awal kehidupan seorang anak, ialah bermuara dari orang tuanya.

Iklan

7 thoughts on “Aku Pernah Durhaka: Belajar Menjadi Orang Tua

  1. Orangtua bertanggung jawab menjalankan amanah dari Allah Swt yaitu asih,asuh, dan asah anak. Termasuk di dalamnya memberi nama yang baik kepada anaknya.
    Terima kasih infonya
    Salam hangat dari Surabaya

Thank you for not comment out of topic

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s